Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
GENESA BATUBARA

GENESA BATUBARA

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:
Published by Noviangie

More info:

Published by: Noviangie on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

 
Materi perkuliahan Geologi
GENESA BATUBARA
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK BATUBARA
Schlatter’s (1973) menyebutkan bahwa pembentukan batubara merupakan prosesyang kompleks yang harus dipelajari dari banyak segi, karena ada bermacam-macam proses yang berbeda satu dengan lainnya yang mempengaruhipembentukan batubara, baik derajat maupun jenis batubaranya pada suatucekungan (Gb. 3.1).
1 Posisi geotektonik (geotectonic position)
Di dalam genesa cekungan batubara, posisi geotektonik merupakan faktor yangumum, dominan, dan memegang peranan penting. Posisi geotektonikmempengaruhi iklim, morfologi cekungan, kecepatan sedimentasi, kecepatanpenurunan dasar cekungan, jenis flora, dan pada akhirnya akan berpengaruhterhadap jenis batubara (coal type), derajat batubara (coal rank), dan geometrilapisan batubara yang terbentuk (Gambar 3.2).Pada daerah bertektonik kuat, penurunan cekungan akan berjalan cepat selamapengendapan berlangsung. Akibatnya akan berpengaruh terhadap perbedaanpetrografi dan geometri lapisan batubara serta menambah kontaminasi mineral,seperti sulfida, klorit, dan karbonat.Cekungan batubara dapat terbentuk diberbagai posisi dari suatu tatanan tektonik(lihat kuliah cekungan batubara). Batubara di Sumatera Selatan terjadi dicekungan belakang busur pada lingkungan yang sebagian besar berair payau,sedangkan batubara Ombilin terjadi di cekungan intra-montane pada lingkunganair tawar. Batubara di Bengkulu terjadi cekungan muka busur di lingkungan delta.Batubara di Kalimantan Timur pada delta yang progradasi, seperti di DeltaMahakam.
2 Topografi purba (paleotopografi)
Morfologi cekungan mempunyai arti penting di dalam menentukan penyebaranrawa-rawa tempat batubara terbentuk. Pada daerah pantai datar dan tidakberbukit merupakan lingkungan yang baik untuk pembentukan batubara, demikian juga di daerah cekungan benua, tetapi jumlahnya terbatas. Pada dataran stabil,erosi akan mempengaruhi ukuran dan bentuk lakustrin, asal dan luas pengaliran,aliran air, dan permukaan airtanah. Faktor-faktor tersebut mempengaruhipembentukan batubara.
3 Posisi geografi (geographical position)
Posisi geografi berpengaruh terhadap iklim, khususnya temperatur. Pada daerahtropik dan subtropik, tumbuhan dapat tumbuh subur dibanding di daerah sedang,di daerah kutub tidak baik bagi pertumbuhan tumbuhan. Pembentukan batubaraakan baik pada rawa-rawa paralik yang tingginya sama dengan permukaan airlaut.
genesa batubara
-
1
 
Materi perkuliahan Geologi
Menurut Teichimuller (dalam Stach, 1975), lingkungan pembentukan endapangambut dipengaruhi oleh:1. Kenaikan muka airtanah lambat atau penurunan dasar cekungan lambat,sehingga endapan gambut terhindar dari abrasi air laut.2. Adanya beting pantai, gosong pasir, atau tanggul alam yang menghalangirawa-rawa dari abrasi air laut, sehingga dapat mempertahankan endapangambut dari banjir sungai dan abrasi laut.3. Relief daratan yang rendah, sehingga pengendapan material fluviatil berbutirhalus akan menutupi endapan gambut yang terbentuk terlebih dahulu.Berdasarkan posisi geografinya, terjadinya endapan batubara dapat di lingkungandaratan (limnic) dan pantai laut (paralic). Pada prinsipnya pembentukan endapangambut memerlukan kondisi pemukaan airtanah yang konstan sepanjang tahun,sehingga endapan organik dari tumbuhan yang mati segera terdekomposisi.Kondisi demikian tergantung posisi geografinya, di samping iklim dan biasanyadijumpai di daerah tepi pantai dimana air laut membendung air yang datang daridaratan. Juga pada rawa-rawa dekat pantai. Untuk gambut di daratan dapat padagaris tepi danau atau rawa yang besar.
4 Iklim (climate)
Gambut berasal dari tumbuhan, sedangkan perkembangan tumbuhan dipengaruhioleh iklim, lebih khusus lagi adalah kelembaban. Pada daerah beriklim tropik dansubtropik yang bertemperatur tinggi, umumnya sesuai untuk pertumbuhantumbuhan dibandingkan daerah beriklim dingin. Di samping itu, suhu yang lebihpanas tidak hanya mempercepat pertumbuhan tumbuhan, tetapi jugamempercepat pembusukan.Hasil penelitian menyebutkan bahwa hutan rawa tropis mempunyai sikluspertumbuhan setiap 7-9 tahun dan tumbuhan mencapai tinggi sekitar 30 m,sementara di iklim dingin atau sedang untuk waktu yang sama pertumbuhannyahanya mencapai ketinggian 5-6 m. Daerah iklim sedang miskin bahan makanan,sehingga didominasi oleh lumut, sedangkan daerah tropik didominasi pohon.Pada Karbon Akhir atau Tersier Awal, umumnya gambut terbentuk di iklim tropisdan basah. Meskipun demikian, di belahan bumi selatan dan Siberia dijumpaibatubara yang terbentuk di iklim sedang dan basah, bahkan di iklim dingin sepertibatubara Gondwana (Permo-Karbon) dengan tumbuhan utama
Gangamopteris,Glossopteris, Cycadophyta,
dan
Conifers.
 Lapisan batubara yang terbentuk di lingkungan iklim tropis basah umumnya tebaldan cemerlang (bright coal), sebaliknya di iklim sedang atau dingin terdiri darisedikit batubara cemerlang. Meskipun demikian, selama pembentukan batubaratidak selalu iklimnya tetap, seperti di belahan bumi selatan terdapat batubara tebaldiselingi lapisan yang tidak mengandung batubara. Kondisi ini ditafsirkan sebagaimasa yang kering dengan ciri sedimen berkadar garam tinggi dan diperkirakansuhunya lebih dingin dibanding suhu sekarang.
genesa batubara
-
2
 
Materi perkuliahan Geologi
5 Tumbuhan (flora)
 Tumbuhan merupakan unsur utama pembentuk batubara. Protoplasma adalah selpengisi tumbuhan hidup yang merupakan zat koloidal yang sebagian besar terdiridari air dan albumin kompleks atau campuran unsur C, H, O, N, S, dan P. Albuminhampir tidak memiliki daya tahan terhadap pembusukan, fungsinya sebagai zatmakan atau nutrient bagi bakteri penyebab pembusukan.Selaput sel terutama terdiri dari
cellulose
, merupakan karbohidrat yang tahanterhadap perubahan kimiawi, tetapi dapat dengan mudah ditelan oleh mikro-organisme. Di alam, cellulose bersama-sama dengan sederet unsur lain sepertihemicellulose, pectins, lemak, dan lignin. Tiga yang pertama tidak memiliki dayatahan terhadap pembusukan, sehingga kurang penting dalam pembentukanbatubara. Lignin diperlukan dalam perubahan bentuk tumbuhan, selalu terjalinsecara submikroskopis dengan cellulose dan merupakan bahan dasar jaringankayu, walau terdapat pula dalam daun. Resin dan lilin juga dihasilkan olehtumbuhan, biasanya termasuk hidrokarbon polimer tinggi dengan oksigen danbelerang dalam jumlah kecil. Keduanya sangat tahan terhadap pembusukan.Pemunculan tumbuhan tidak terlepas dari evolusi kehidupan yang menghasilkankondisi berbeda selama masa sejarah geologi. Mulai Paleozoik-Devonian,tumbuhan tidak tumbuh dengan baik. Setelah Devon pertama kali terbentuklapisan batubara di daerah lagunal yang dangkal. Periode ini merupakan titik awaldari pertumbuhan tumbuhan secara besar-besaran dalam kurun waktu yangsingkat pada setiap kontinen. Hutan tumbuh dengan subur selama Karbon, pada Tersier merupakan perkembangan yang sangat luas dari berbagai jenistumbuhan.
6 Pembusukan (decomposition)
Pembusukan tumbuhan adalah proses peruraian unsur yang merupakan bagiantransformasi biokimia dari bahan organik tumbuhan. Setelah tumbuhan mati, makayang berperan adalah proses degradasi biokimia. Prosesnya adalah pembusukanoleh kerja bakteri dan jamur, terutama di daerah yang bertemperatur hangat danlembab daripada di daerah kering dan bertemperatur dingin. Bakteri bekerja padalingkungan tanpa oksigen, mula-mula menghancurkan bagian yang lunak daritumbuhan seperti cellulose, protoplasma, dan pati. Dalam suasana kekuranganoksigen akan berakibat keluarnya air dan sebagian unsur karbon dalam bentukkarbondioksida, karbonmonoksida, dan metan. Akibat pelepasan unsur atausenyawa tersebut, maka jumlah relatif unsur karbon akan bertambah. Dari prosesini akan terjadi perubahan dari kayu menjadi gambut.Kecepatan pembentukan gambut bergantung pada kecepatan pertumbuhantumbuhan dan proses pembusukan. Bila tumbuhan yang mati tertutup oleh airdengan cepat, maka akan terjadi proses penguraian oleh bakteri. Sebaliknyaapabila tumbuhan yang telah mati terlalu lama berada di udara terbuka, makakecepatan pembentukan gambut akan berkurang, karena hanya bagian yangkeras saja yang tertinggal, sehingga menyulitkan penguraian oleh bakteri.
genesa batubara
-
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->