Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pdf

pdf

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by Aris Di Je
jurnal
jurnal

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Aris Di Je on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekertiFAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO Page 1
KATA PENGANTAR 
Tamansiswa dengan Ki Hadjar Dewantara (KHD) merupakan dua nama danterminologi yang saling tidak dapat dipisahkan. Tamansiswa adalah lembaga perjuanganyang menggunakan pendidikan dalam arti luas sebagai medan juang, sedangkan KHDadalah orang yang melahirkan Tamansiswa baik secara konsep maupun fisik. SebenarnyaKHD adalah seorang bangsawan yang lahir 2 Mei 1889 dari keluarga PangeranSoerjaningrat trah Paku Alaman.Pada waktu kecil KHD bernama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Pada waktu belajar di STOVIA Jakarta (1905), beliau mempunyai kesempatan bergaul dengan teman belajarnya yang berasal dari berbagai daerah dan tokoh-tokoh pergerakan nasionalIndonesia. Dengan begitu KHD memperoleh pengalaman berorganisasi secara modern.Ki Hadjar Dewantara (KHD)-- Bapak Pendidikan Nasional-- mendirikan PerguruanTamansiswa tepatnya pada pada tanggal 3 Juli 1922. Tamansiswa sebagai Badan PerjuanganKebudayaan dan Pembangunan Masyarakat menggunakan pendidikan dalam arti luas. Padaawalnya pendidikan yang diselenggarakan Perguruan Tamansiswa adalah Taman Indria(TK), berikutnya Taman Muda (SD), Taman Dewasa (SMP), Taman Guru (SPG), TamanKarya (SMK), dan Taman Madya (SMA).Tiga puluh tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 15 November 1955 Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Prasarjana yang kemudian menjadi Universitas SarjanawiyataTamansiswa.Perjalanan pendidikan Tamansiswa mengalami dinamika dan pasang surut.Tempo dulu, Tamansiswa menggunakan sistem pendidikan dan pengajarannya denganSistem Among, Tri Pusat Pendidikan, asas Kekeluargaan (pola asuh), asas Trikon(kontinyu/dasar kultural, konsentris/dasar nasional, kenvergen/dasar kemasyarakatan).Dalam sejarahnya Tamansiswa dengan sistem pendidikan dan pengajarannya telahterbukti melahirkan sejumlah putra terbaik bangsa Indonesia dan berkontribusi dalam prosesIndonesia merdeka.
 
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekertiFAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO Page 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………
i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………...
.......iiBAB I PEND
AHULUAN…………………………………………………………………...
11.
 
Latar belakang
……………………………………………………………………...
32.
 
Maksud dan tujuan
…………………………………………………………………
5BAB II ISI
………………………………………………………………………………….
6
A.
 
KETAMANSISWAAN
………...............................................................
...6
B.
 
NILAI-NILAI ESENSIAL BUDI PEKERTI
…………………………………………
6
 1.
 
Sikap
Positif ………………………………………………………………...
... 62.
 
Sikap
Negatif …………………………………………………………………
19BAB III MOTTO
…………………………………………………………………………
20BAB IV PENUTUP
……………………………………………………………………….
21BAB V KESIMPULAN dan SARAN-
SARAN ……………………………………….
22DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………….
iii
 
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekertiFAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO Page 3
BAB IPENDAHULUAN1.
 
LATAR BELAKANG
Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalanganmasyarakat adalah
Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut WuriHandayani.
Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifattersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.
Ing Ngarso Sun Tulodo
artinya
Ing ngarso
itu didepan / dimuka,
Sun
 berasal dari kata Ingsun yangaratinya saya,
Tulodo
 berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Sehingga yang harusdipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Sebagai seorang pemimpin ataukomandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapatmenjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. Banyak pimpinan saat ini yang sikap dan perilakunyakurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin, sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. Sama halnya dengan
Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo
artinya di tengah-tengah,
Mbangun
berarti membangkitan atau menggugah dan
Karso
diartikan sebagai bentuk kemauanatau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampumembangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Karena itu seorang pemimpin jugaharus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yanglebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja.
Demikian pula dengan kata
Tut Wuri Handayani, Tut Wuri
artinya mengikuti dari belakang dan
handayani
 berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehinggaartinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan doronganmoral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan,karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja.
 
Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa budi pekerti berkaitan erat dengan adab yangmenunjukkan sifat batin manusia, misalnya keinsyafan tentang kesucian, kemerdekaan,keadilan, ketuhanan, cinta kasih dan kesosialan. Nilai-nilai budi pekerti antara lain meliputi :
adil, amanah, antisipasif, baik sangka, bekerjakeras, beradab, berani berbuat benar, berpikir jauh ke depan, bersahaja, bersemangat,bijaksana, cerdas, cermat, cinta ilmu, dedikasi, demokratis, dinamis, disiplin, efesien,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->