Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jmpk-Online.net Images Jurnal 2011 Vol 14 No 1 2011-03-1.Aprahmah.pdf (1)

Jmpk-Online.net Images Jurnal 2011 Vol 14 No 1 2011-03-1.Aprahmah.pdf (1)

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by Andrian Rantung

More info:

Published by: Andrian Rantung on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

 
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 1 Maret 2011
 
 
11
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 
PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKATTERHADAP PELAYANAN KESEHATAN
INDEX OF SOCIETY’S SATISFACTION TOWARD HEALTH SERVICE 
Rahmah Hida Nurrizka
1
, Wiko Saputra
2
1
Program Kesehatan Masyarakat STIKES Hang Tuah Pekanbaru
2
Tanjung Biru Research Institute
ABSTRACT
Background and Method
: This research measured SocietySatisfaction Index (SSI) toward health service at AchmadMochtar Hospital West Sumatera. Society Satisfaction Index(SSI) is one of indicators for measuring public service providedby govermental institution for society. This is stipulated in thedecesion of Minister for Empowering State apporatus Number No. 25/2004 on General Guide for Society Satisfaction Indexat Service Unit of Goverment Institution.
Result and Conclusion
: The result of measuring SSI at Achmad Mochtar Hospital showed; (1) in general, service givento society has been good, except for aspects; officers disciplinein serving, the speed of service, the certanty of service costand service schedule, (2) from service side, service at in-hospital stay is better that service at out-hospital stay andemergency service, (3) the difference in service occuredaccording to service unit and three best service based on SSIwere in the unit of modwifery, sex/skin and THT. Based on thisfinding, goverment and hospital can improve health service.
Keywords
: society satisfaction index, helath service, publicservice
ABSTRAK
Latar Belakang dan Metode
: Penelitian ini mengukur IndeksKepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan kesehatandengan objek studi pada RSUD. Achmad Mochtar SumateraBarat. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan salahsatu indikator dari pengukuran pelayanan publik yang diberikanoleh instansi pemerintah terhadap masyarakat. Ini tertuangdalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur NegeraNo. 25/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan IndeksKepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.
Hasil dan Kesimpulan
: Hasil pengukuran IKM pada RSUD Achmad Mochtar menunjukkan: (1) secara umum pelayananyang diberikan kepada masyarakat masuk ke dalam kriteriabaik hanya empat unsur pelayanan yang kurang baik yaitukedisiplinan petugas dalam pelayanan, kecepatan pelayanan,kepastian biaya pelayanan dan kepastian jadwal pelayanan,(2) dari jenis pelayanan, pelayanan pada rawat inap lebih baikdaripada pelayanan pada rawat jalan dan IGD, (3) terdapatperbedaan pelayan berdasarkan unit pelayanan, tiga unitpelayanan terbaik berdasarkan IKM berada pada unit kebidanan/kandungan, kulit/kelamin dan THT. Berdasarkan temuan ini,pemerintah daerah dan pihak rumah sakit dapat melakukanperbaikan pelayanan.
Kata Kunci:
indeks kepuasan masyarakat, pelayanankesehatan, pelayanan publik
PENGANTAR
Desentralisasi sistem kelola pemerintahan diIndonesia memberikan perubahan dalam sistempengelolaan wewenang dan kewajiban pemerintahdaerah di Indonesia. Walaupun baru berjalanbeberapa tahun tapi telah terlihat begitu dinamisnyaperubahan-perubahan dalam tata kelolapemerintahan di Indonesia sesuai dengan kondisiyang dihadapi.
1
Perlu juga rasional dalam melihatperubahan ini bahwa reformasi kebijakan tersebutpenuh dengan konsekuensi-konsekuensi yangmenimbulkan beberapa persoalan dalamimplementasinya. Tapi itu merupakan sebuah prosesyang perlu dijalani oleh Indonesia dalam mewujudkaniklim demokrasi yang lebih dinamis.
2
Munculnya Undang-Undang (UU) No. 32 dan 33/2004 tentang Pemerintahan Daerah danPerimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerahyang merupakan revisi terhadap UU sebelumnyamerupakan sebuah bentuk perubahan yang menujupada perbaikan terhadap sistem desentralisasi. Biladilihat dari inti konsep desentralisasi makadesentralisasi tata kelola pemerintahan menuju padatiga konsep yaitu efisiensi, eksternalitas danakuntabilitas. Di mana sebelumnya dengan prinsip
one-size fits all 
yang tersentralisasi menemukankegagalan dari tiga komponen tersebut.
3
Implementasi dari tiga konsep; efisiensi,eksternalitas dan akuntabilitas membutuhkanperangkat pengaturan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada secara baik untuk meningkatkankinerja daerah dalam penyelenggaraanpembangunan dan pelayanan publik.
4
Untukpelayanan publik menjadi sebuah persoalan yangharus segera diatasi oleh pemerintah. Begitukuatnya cengkraman desentralisasi yang selama inidilakukan dalam pelayanan publik di Indonesiasebelum otonomi daerah menjadi kendala untukmelakukan percepatan reformasi terhadap pelayananmasyarakat. Beberapa studi masih melihat hal
JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN
VOLUME 14No. 01 Maret
2011Halaman 11 - 19
 
Artikel Penelitian
 
12
 
z
 
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 1 Maret 2011Rahmah Hida Nurrizka & Wiko Saputra: 
Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat ...
tersebut terutama persoalan efektivitas daripelayanan dan kontribusi lebih terhadap masyarakatyang belum berjalan sesuai dengan keinginanmasyarakat.
5
Sesuai dengan Buku PeganganPenyelenggaraan Pemerintahan dan PembangunanDaerah yang dikeluarkan oleh Bappenas tahun 2006maka pemerintah daerah atau instansi yangmenyediakan pelayanan terhadap publik perlumelakukan perbaikan terhadap sistem pelayanan.Ini harus dilakukan untuk menciptakan perubahanpelayanan dalam rangka desentralisasi. Mekanismeapa yang perlu dilakukan dalam reformasi pelayananpublik, pemerintah melalui Keputusan MenteriPendayagunaan Aparatur Negara (PAN) No. : KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman UmumPenyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat UnitPelayanan Instansi Pemerintah mengintruksikanpemerintah daerah atau instansi untuk menilaiseberapa besar kepuasan dari masyarakat terhadaplayanan yang diberikan.Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AchmadMochtar sebagai instansi pemerintah dalampelayanan publik untuk kesehatan masyarakat perlumelakukan kajian terhadap Indeks KepuasanMasyarakat (IKM). Dengan IKM akan terlihatseberapa efektif pelayanan yang diberikan olehRSUD Achmad Mochtar terhadap masyarakat. Hasildari IKM akan memperlihatkan dimensi dari persoalanpelayanan sehingga implementasi IKM menjadiagenda kedepan bagi RSUD Achmad Mochtar dalammelakukan perbaikan terhadap sistem pelayanan.
Pelayanan kesehatan di Indonesia
 Ada tiga poin penting yang menarik dariaksesibilitas masyarakat terhadap unit pelayanankesehatan dan ini menjadi sebuah rujukan terhadapmodel perencanaan kesehatan ke depan. Pertama,bila unit layanan rawat inap menjadi unit analisisterhadap aksesbilitas masyarakat terhadapkesehatan menunjukkan dua kondisi bahwakecenderungan masyarakat Indonesia dalammendapatkan layanan unit rawat inap memilih rumahsakit pemerintah sebagai alternatif pertama.Selanjutnya baru pilihan rumah sakit swasta menjadipilihan kedua. Tidak ada perbedaan strata ekonomidalam memilih pelayanan rumah sakit pemerintah.Ini menunjukkan bahwa pelayanan rawat inapdilakukan oleh pemerintah menjadi vital dalampelayanan kesehatan di Indonesia.
6
Ada beberapafaktor yang menarik; (1) faktor harga, kecenderunganpelayanan murah rumah sakit pemerintah karenabersifat publik menjadi faktor utama masyarakatuntuk memilih pelayanan di rumah sakit pemerintah,(2) faktor pelayanan, mungkin yang terjadi padarumah sakit pemerintah saat ini telah memberikanpelayanan yang lebih baik walaupun murah dan tidakmuncul perbedaan antara rumah sakit pemerintahdan swasta, (3) faktor keterjangkauan, ini menjadipenting bagi masyarakat terutama jarak antararumah sakit dengan masyarakat. Tapi perlu jugadilihat kecenderungan masyarakat miskin yang jugabanyak memilih Puskesmas untuk mendapatkanpelayanan unit rawat inap. Muncul di sini kendalabiaya, dan perlu menjadi perhatian khusus dalam jangka panjang sebagai solusi pelayanan palingdekat dari masyarakat (Gambar 1a).
 
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 1 Maret 2011
 
z
 
13
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 
Sumber: Susenas 2008
7
dan SKRT 2008
8
Gambar 1. Aksesibilitas masyarakat terhadappelayanan kesehatan di Indonesia
Kedua, dilihat dari aksesibilitas masyarakatterhadap unit pelayanan rawat jalan, ada hal yangmenarik. (1) Puskesmas masih menjadi alternatif pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayananrawat jalan. (2) Ada kecenderungan perbedaanpilihan masyarakat berdasarkan kemampuanekonomi dalam memilih unit pelayanan rawat jalan,bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan tinggilebih banyak memilih praktik dokter sebagai tempatuntuk mendapatkan pelayanan rawat jalan. Iniberbeda dengan pilihan masyarakat miskin danmenengah, bahwa Puskesmas dan praktik BidanKesehatan (nakes) menjadi tempat untukmendapatkan akses kesehatan. Muncul perbedaanharga dari tarif pelayanan antara praktik dokter dengan pelayanan Puskesmas dan Bidanmerupakan faktor yang mempengaruhi pilihanmasyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Ketiga,khusus untuk perawatan pertama terhadap cederadan kecelakaan lalu lintas, peranan Puskesmas danpraktik bidan menjadi penting dalam pelayananpertama. Ini merupakan pengaruh terhadap luasnyaakses dan cakupan Puskesmas dan bidan didaerah.Setelah sebelumnya membahas persoalanaksesbilitas masyarakat terhadap unit pelayanankesehatan, pada bagian ini akan dianalisis persoalanalasan mengapa masyarakat tidak akses terhadappelayanan kesehatan. Bila mengacu pada beberapastudi kesehatan terlihat bahwa untuk konteksIndonesia masih relatif rendah akses masyarakatterhadap pelayanan medis.
8
Ini menjadi sebuahpersoalan terhadap pembangunan terutamapembangunan manusia. Hubungan apa yang terlihatdari alasan masyarakat mengapa tidakmemanfaatkan pelayanan kesehatan yangdiberikan? Ada beberapa poin penting yang dapatdiuraikan dalam konteks ini. Persoalan buruknyapelayanan yang diberikan oleh petugas medis bukanmenjadi persoalan utama, tetapi yang paling menjadialasan kenapa masyarakat tidak memanfaatkanakses kesehatan adalah bahwa penyakit yangmereka derita tidak begitu berat. Persoalan inisebenarnya menyangkut kemampuan berpikir masyarakat terhadap persoalan kesehatan karenaada
constraint 
dengan rendahnya pendidikan. Tidakada biaya masuk pada alasan yang juga banyakdiutarakan oleh masyarakat, sehingga inimemberikan sebuah rujukan terhadap sistempelayanan kesehatan bahwa keterbatasan ekonomimasyarakat perlu menjadi perhatian dalammerancang pelayanan yang efektif dan efisiensehingga persoalan biaya bukan lagi menjadipenghalang bagi masyarakat untuk mendapatkanakses kesehatan.Dalam kajian kepuasan masyarakat terhadappelayanan kesehatan di Indonesia, DepartemenKesehatan Republik Indonesia menempatkandelapan variabel analisis terhadap kepuasanmasyarakat; (1) sulit dikunjungi, (2) tidak bersih, (3)tidak bebas melakukan pilihan, (4) sulit berkonsultasisecara pribadi dengan petugas, (5) tidak ikutmengambil keputusan dalam perawatan medis, (6)para petugas/dokter/perawat kurang jelasmemberikan penerangan terhadap pasien, (7)petugas tidak ramah dalam memberikan pelayanan,dan (8) lama menunggu proses pelayanankesehatan.Dengan mengelompokkan pelayanan dalam dua jenis unit pelayanan yaitu rawat inap dan rawat jalandapat dilakukan analisis kepuasan masyarakatterhadap pelayanan kesehatan. Ada beberapa poinyang perlu dianalisis. (1) Unit Pelayanan Rawat Inap.Dari delapan poin variabel kepuasan masyarakatterhadap pelayanan kesehatan, keluhan pelayananyang sering diutarakan oleh masyarakat terhadappelayanan dirawat inap adalah persoalan kebersihandan proses menunggu untuk mendapatkanperawatan yang cenderung lama. Hampir sekitar 27%-30% dari pasien yang merasakan dua pointersebut yang sering menjadi persoalan dalammemanfaatkan layanan medis. Selain itu, pelayananyang relatif jauh dari komunitas masyarakatmenyulitkan masyarakat mendapatkan pelayananyang optimal. Beberapa proses pelayanan terhadapmasyarakat juga kurang memberikan kepuasan,tidak ada kejelasan dari petugas medis kepadapasien tentang penyakit yang diderita, pasien yangterbatas untuk memberikan komentar sehingga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->