Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3. Buku Workshop 1 Bab II

3. Buku Workshop 1 Bab II

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Nailil Faroh

More info:

Published by: Nailil Faroh on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

 
51.
 
Memahami hubungan media dan proses belajar mengajar2.
 
Memahami pengertian media pembelajaran1.
 
Memahami hubungan media pembelajaran dan proses pembelajaran2.
 
Makna media dalam pembelajaran dan dalam pembelajaran matematika3.
 
Memahami mengenai kesalahan komunikasi4.
 
Memahami perlunya komunikasi dalam pembelajaran5.
 
Memahami klasifikasi media pembelajaran6.
 
Memberikan contoh konkrit hasil penelitian tentang media7.
 
Memahami manfaat media dalam pembelajaran
1.
 
Pendahuluan
atematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifatkhas. Objek matematika merupakan benda pikiran yang sifatnya abstrak dantidak dapat diamati dengan pancaindra. Objek matematika berkenaan denganide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannyadeduktif, konsisten dan logis. Sudjadi (1999) menyatakan bahwa keabstrakanmatematika karena objek dasarnya yang berupa fakta, konsep, operasi danprinsip tersebut bersifat abstrak. Ciri keabstrakan dan ciri lainnya yang tidak sederhana , menyebabkan matematika tidak mudah untuk dipelajari, sehinggabanyak peserta didik yang merasa kesulitan belajar matematika. Oleh karenaitu perlu ada “jembatan” yang bisa menghubungkan antara
keilmuanmatematika
dan
 pembelajaran matematika.
Salah satu cara untuk menjembatani agar matematika yang bersifat abstrak tersebut mudah dipamahioleh perserta didik dengan memanfaatkan media dalam pembelajaranmatematika.Menurut Dienes (dalam Hudoyo, 1998), bahwa setiap konsep atauprinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna apabila pertama-tamadisajikan kepada peserta didik dalam bentuk-bentuk kongkret. Oleh karena itubetapa pentingnya pemanfaatan benda-benda konkret/alat peraga baik yang
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A.
 
Kompetensi dan IndikatorKompetensiIndikatorB.
 
Materi Pokok
 
6dirancang secara khusus atupun benda-benda yang ada dilingkungan sekitarkita sebagai media dalam pembelajaran matematika.Menurut Muhsetyo, 2007, peserta didik baik secara individual mupunsecara kelompok dapat membangun sendiri pengetahuan mereka denganberbagai sumber belajar (
aliran ini dikenal sebagai aliran kontruktivisme
).Guru lebih berperan sebagai fasilitator, dan salah satu tugas guru adalahmenyediakan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pesertadidik. Hal ini sesuai dengan Teori Bruner (dalam Hawa, 2007), bahwa dalamproses pembelajaran matematika sebaiknya peserta didik diberi kesempatanmemanipulasi benda-benda konkret atau alat peraga yang
 dirancang secara khusus
dan dapat diotak-atik oleh peserta didik dalam memahami suatukonsep/prinsip matematika. Selain itu Bruner (dalam Hawa, 2007) menegaskanbahwa proses internalisasi dalam belajar matematika akan terjadi dengan
sungguh-sungguh (artinya proses belajar terjadi secara optimal)
, apabilapengetahuan yang sedang dipelajari oleh peserta didik tersebut difasilitasimelalui 3 (tiga ) tahap yaitu
 Enaktif 
,
 Ikonik 
dan
Simbolik 
(
 EIS 
). Tahap
enaktif 
yaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret, tahap
ekonik 
yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap
simbolik 
yaitu tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau simbol.Muhsetyo, 2007, menyatakan bahwa untuk mendukung pembelajaranmatematika yang mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik dalammembangun pengetahuan sendiri diperlukan guru yang memiliki kompetensitidak saja dalam mengembangkan dan mengimplementasikan materi pelajaran(bahan ajar), tetapi juga dalam penguasaan teori pembelajaran,
media pembalajaran
, evaluasi pembelajaran serta memahami pula bagaimana pesertadidik belajar. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi dalammengembangkan
 perangkat pembelajaran
dan mengimplementasinya dalampembelajaran sehingga pempelajaran menjadi lebih berkualitas. Hal ini sesuaidengan pesan yang diamanahkan oleh Depdiknas (2006), NCTM (1989, 1991,1995, 2000) bahwa pembelajaran yang berkualitas merupakan jantung dariperubahan . Peningkatan kemampuan guru tersebut merupakan pondasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan pada gilirannya akanmeningkatkan hasil belajar peserta didik.Agar kita tidak ketinggalan dalam pembelajaran matematika, kita perlumengikuti kecenderungan baru yang telah dilakukan di negara-negara maju.Banyak kecenderungan baru yang tumbuh dan berkembang di banyak negarasebagai inovasi dan reformasi dalam pembelajaran matematika. Inovasidalam pembelajaran matematika yang telah ditumbuh dan kembangkan dibeberapa negara maju antara lain:
1) contextual learning
 
 , 2) coperativelearning, 3) Realistic Mathematics Education (RME), 4) problem solving, 5)mathematical investigation, 6) guaded discovery, 7) open eded (multiplesolutions, multiple method of solution), 8) manipulative material, 9) concept map, 10) quantum teaching/learning, dan 11) writing in mathematics.
2.
 
Hubungan Media Pembelajaran dan Proses Pembelajaran
Pada hakikatnya proses pembelajaran itu merupakan proses komunikasiantara guru dan peserta didik. Sebagai komunikan adalah peserta didik,
 
7sedangkan sebagai komunikator adalah guru dan peserta didik sendiri. Proseskomunikasi yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar adalah :komunikasi searah, komunikasi dua arah, atau komunikasi multiarah.Seorang guru perlu menyadari bahwa proses komunikasi tidak selaludapat berjalan lancar, artinya pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterimasecara utuh oleh peserta didik. Kenyataan menunjukkan bahwa kadang-kadangkomunikasi dapat menimbulkan kebingungan, salah pengertian dan mungkinmenimbulkan kesalahan dalam memahami konsep (
miskonsepsi
) bagi pesertadidik. Hal ini merupakan indikator adanya hambatan dalam prosespembelajaran.Kesalahan komunikasi dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain :1)
 
Adanya perbedaan daya tangkap para peserta didik sebagai komunikan2)
 
Jumlah peserta didik sebagai komunikan sangat besar, sehingga sukardijangkau oleh guru sebagai komunikator3)
 
Guru sebagai komunikator kurang mampu dalam menyampaikan pesanUntuk menghindari atau mengurangi kemungkinan terjadinyakesalahan komunikasi dalam pembelajaran , maka harus digunakan saranayang dapat membantu proses komunikasi. Sarana tersebut diantaranya adalahmedia pembelajaran.
3.
 
Makna Media dalam Pembelajaran dan dalam PembelajaranMatematika
Kata media berasal dari bahasa lain dan merupakan bentuk jamak darikata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi mediaadala perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.Banyak batasan yang diberikan orang tentang media, antara lain :1)
 
Asosiasi teknologi dan komunikasi pendidikan (
 Association of Educationand Communi-cation Technology /AECT 
) di Amirika membatasi mediasebagai segala bentukdan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.2)
 
Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponendalam lingkungan siswa dan dapat merangsangnya untuk belajar
3)
 
Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yangdapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Briggsdalam Sugiarto-Hidayah (2005) menyatakan bahwa Media/ alat peragasebagai alat bantu pembelajaran matematika untuk mencapai tujuanpembelajaran yang telah ditentukan. Lebih khusus alat peraga adalahbenda-benda konkret yang merupakan model dari ide-ide matematika danbenda konkret untuk penerapan matematika.
 
 4)
 
Asosiasi Pendidikan Nasional (
 Nasional Education Assiciation / NEA)
 memberikan pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercatat maupun audiovisual serta perantaranya. Mediadirancang untuk dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
 
5)
 
Tim Instruktur PKG, (1988). Media/ alat peraga sebagai alat bantupembelajaran matematika untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telahditentukan. Lebih khusus alat peraga adalah benda-benda konkret yangmerupakan model dari ide-ide matematika dan benda konkret untuk penerapan matematika

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->