Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lukács_Georg - Menuju Kesadaran Murni Proletar

Lukács_Georg - Menuju Kesadaran Murni Proletar

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:

More info:

Published by: Rogger Metchel Paath on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

 
1
Menuju Kesadaran Murni Proletar
Sebuah analisa sejarah dan filsafat atas pandangan kesadaran kelas otentik
oleh Georg Lukacs
Proletariat itu haruslah dibawa pada kesadaran kelas dan kemudian diajak untuk semakin menyadari kesadarannya tersebut hingga kaum proletar sampai pada kesadaran yangsebenarnya atau yang murni. Ini adalah pemikiran Lukacs atas Marxisme yang berkembang pada saat itu. Ia melihat bahwa kaum proletar walaupun mereka secara fisik berjuang namunkarena perjuanggannya sejalan dengan logika borjuis, mereka tidak secara nyata atau murni berjuang. Maka perlulah kesadaran proletariat di mana kesadaran itu menjadi milik proletariatitu sendiri dan tidak hanya masuk dalam ruang politik publik saja. Partai revolusioner dijadikan penjamin adanya kesadaran kelas ini. Kesadaran diklaim tidak bisa begitu saja ada pada proletar melainkan harus dikembangkan dan dicerahkan lewat partai.Pandangan dia atas merupakan pandangan dari Georg Lukacs yang terdapat dalam bukunya, yaitu History and Class Consciousness, yang ditulis pada tahun 1922. Dalam bukuini ia menginginkan suatu pencapaian kembali ke sumber, yaitu kembali ke harkat filosofisteori Karl Marx yang pada zaman itu didangkalkan dengan apa yang dinamakan MarxismeVulger. Ia juga ingin menangkis kritik dari para Marxis terhadap penghapusan kebebasan-kebebasan demokratik di Uni Soviet, terutama terhadap Rosa Luxemburg.Dengan demikian, penulis ingin melihat dengan lebih jelas mengenai pemahamanakan buku History and Class Consciousness. Penulis akan menuju pada kesadaran kelas yangdipahami oleh Lukacs yaitu kesadaran yang muncul karena dicerahkan oleh partai. Penulis pada awal paper akan membahas kritik Lukacs terhadap Marxisme Vulger yang menurutLukacs tidak mencerminkan pemikiran asali Marx. Pada bab berikutnya akan diuraikanmengenai teori dan praxis yang merupakan teori dialektis dalam memahami kenyataanmasyarakat sebagai totalitas. Kemudian penulis akan menjelaskan mengenai reifikasi, pemikiran Lukacs akan dimaterikannya hubungan antar manusia dan terakhir akan dijelaskanmengenai partai revolusioner yang merupakan penjamin kaum proletar menuju kesadaranmurni. Sebagai akhir, akan dimasukan tanggapan penulis terhadap teori Lukacs atau HCCyang cemerlang ini.
Kritik Terhadap Marxisme Vulger
Marxisme Vulger, menurut Lukacs terperangkap dalam perkembangan borjuasi.Marxisme justru tidak menunjukan cirinya sebagai teori revolusioner melainkan, hanyamenyesuaikan diri dengan masyarakat yang ada. Marxisme dipandang sebagai teorisosiologis atau ekonomis ilmiah saja. Dalam hal ini, Lukacs menyebutnya sebagai kekhasankontemplatif di mana realitas hanya diamati dan dituruti, tetapi tidak diubah. Para marxis penganut ini percaya bahwa kepitalisme niscaya akan runtuh dan bahwa di atas keruntuhantersebut proletariat akan menciptakan masyarakat sosialis.Marxisme Vulger tidak mengubah sama sekali, hanya mengikuti perkembanganmasyarakat saja. Maka pengetahuan ditugaskan untuk merumuskan hukum-hukum objektif yang mana hukum-hukum tersebut juga mengandaikan adanya sebuah hakikat tak berubah
 
2dalam realitas. Inilah ciri metafisik Marxisme Vulger. Marxisme seharusnya merupakansebuah materialisme historis.Bahwa “Marxisme Vulger” tidak melihat pentingnya gerakan revolusioner berkaitandengan keyakinannya bahwa keruntuhan kapitalisme dan penciptaan masyarakat sosialismerupakan keniscayaan hukum sejarah. Hal ini tidak benar menurut Lukacs karena perbedaan antara keniscayaan dialektis dan “keniscayaan mekanis-kausal menjadi kabur.Seharusnya keniscayaan akan munculnya masyarakat sosialis digerakkan oleh kesadaranrevolusioner proletariat yang ada dalam kapasitas dialektika materialisme historis bukanhanya pada otomatisasi keadaan.Lukacs memandang etika dari Marxisme Vulger berhenti pada titik utopis. Artinyakesadaran revolusioner proletariat tidak digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengandialektika materialisme historis. Etika Marxisme Vulger jatuh dalam fatalisme danvoluntarisme . Fatalisme ekonomistik percaya bahwa revolusi akan datang dan kapitalismeakan tumbang apabila kondisi-kondisi ekonomis sudah matang. Di samping itu, kapitalismekarena dinamika kompetisi sendiri, niscaya akan menciptakan kondisi-kondisi itu. Dalam pandangan ini revolusi sosialis menjadi nasib (fatum) tak terelakkan yang tinggal sajaditunggu kedatangannya. Karena itu, kaum ekonomis itu menolak segala agitasi revolusioner di antara kaum buruh di antara kaum buruh sebagai gerakan tanpa arti.Setelah merumuskan etika Marxisme ke dalam fatalisme ekonomistik jatuh dalamekstrim kebalikaanya yaitu, voluntarisme. Voluntarisme yang berasal dari etikaneoKantianisme mengakibatkan pemahaman revolusi sebagai kehendak baik- moral yangsudah ada dalam diri manusia. Dengan itu revolusi ditempatkan sebagi tujuan etis saja tanpagerakan perjuangan buruh.
Teori Dan Praxis
Dalam pemahaman Lukacs, Marxisme yang benar adalah teori yang dapatmenjalankan peranan historisnya sebagai teori revolusioner. Di sini dialektika materialismemenjadi kunci pengertiannya. Kunci ini menyatakan bahwa dalam Marxisme terjadi adanyakeatuan antara teori dan praxis dan kenyataan masyarakat sebagai totalitas. Untuk sampai pada pemahaman seperti ini, Lukacs memakai ajaran Hegel mengenai dialektika, yang olehMarxisme Vulger pandangan ini terlupakan.Lukacs mengikuti Hegel menyatakan bahwa pemikiran filosofis merupakan unsur menuju subyek absolut bukan sekedar pemikiran kontemplatif subyek mengenai realitas.Dengan demikian Lukacs menjelaskan teori Marx sebagai unsur dalam praktek revolusioner sosialis sendiri. Sebuah teori menjadi praxis revolusioner apabila mengangkat apa yangmenjadi kecenderungan objektif kelas sosial yang paling maju. Dengan kemudian merasuk kembali ke dalam kelas itu, teori itu akan memfokuskan perjuangannya dan dengan demikianmenjadi faktor kunci dalam pembentukan kesadaran revolusioner kelas itu .Teori revolusioner menemukan subyek materialisme historisnya dalam diri proletariat. Proletariat adalah suatu realitas konkrit yang sering dikatakan sebagai kelas yangdipersiapkan oleh sejarah untuk mengatasi kaum borjuis. Namun dalam peranannya proletariat memiliki dua cermin yaitu ia sebagai sistem produksi kapitalis dan sebagai kelas bawah, di mana proletariat langsung merasakan segi-segi negatif masyarakat borjuis. Makaoleh karenanya proletariat memiliki kecenderungan objektif untuk memberontak terhadapmasyarakat borjuis .
 
3Menurut Lukacs, proletariat adalah subjek objek identik dengan proses sejarah. Iaadalah subjek pertama dalam sejarah yang mampu membentuk kesadaran sosial objektif yangsesuai. Ini merupakan suatu kesatuan antara pengertian tentang realitas sosial dan realitassosial itu sendiri. Proletariat selain menjadi objek juga sekaligus menjadi subjek. Di satu pihak ia berpartisipasi dalam rasionalitas perekonomian kapitalis tetapi di lain pihak iamerasakan irasionalitasnya. Ia adalah hasil perkembangan sejarah, perkembangan yangmendukung kapitalisme dan ia juga yang akan meneruskan sejarah yang secara sadar membongkar masyarakat borjuis dan menciptakan masyarakat sosialis. Dengan demikian,kesatuan teori dan praxis tercipta .Proletariat adalah suatu ekspresi sejarah yang semakin mematang menujutransformasi akhir dan juga suatu kesadaran teoritis dari subyek sejarah. Proletariat itudiistimewakan oleh sejarah, tidak hanya dalam hal meraih posisi objektif untuk memberontak secara radikal yang dikemudian hari mampu meruntuhkan pembagian kelas, eksploitasi,konflik sosial, dan pemisahan individu dari kehidupan sosial, alienasi, kesadaran palsu danketergantungan manusiawi dalam kekuatan historis intersubyektif. Dalam kecenderungan inisemua kenyataan total dihadirkan dalam pergerakan revolusioner. Kesadaran diri proletariat berkaitan dengan kesadaran sejarah sebagai keseluruhan dalam proses yang semakinmenjadikannya matang . Dalam hal ini teori dan praxis bukanlah dua hal yang berbedamelainkan satu dan merupakan fenomena yang sama.
Reifikasi
Dalam menuju pematangan kesadaran sejarah proletariat diperlukan kesadaran akanrealitas masyarakat. Menurut Lukacs, dengan berpatok pada pemahaman fetisisme Marx,telah terjadi reifikasi dalam realitas masyarakat. Istilah reifikasi menunjuk pada apa yangsebenarnya merupakan hubungan antar-manusia bebas kelihatan seperti hubungan antar- benda, jadi sebagai suatu kenyataan objektif. Kekhasan masyarakat borjuis adalah bahwasemua hubungan antar-manusia dikuasai oleh hukum pasar. Dalam kapitalisme segalasesuatu, termasuk hubungan antar-manusia, dimengerti sebagai bentuk komoditi, baranguntuk diperjual-belikan. Komoditi dan seluruh proses jual-beli ditentukan oleh hukum-hukumobjektif pasar yang menurut paham kapitalisme bersifat ‘alami’ dan ‘rasional’ dan karena itu‘abadi’. Begitu pula masyarakat borjuis memandang segala macam hubungan antar-manusia, jadi struktur-struktur ekonomis, sosial, politis dan budaya masyarakat kapitalis sebagai polakehidupan bersama manusia yang paling alami dan rasional. Padahal kekuasaan menyeluruh bentuk komoditi itu merupakan hasil sebuah proses sejarah hasil manusia.Kegiatan manusia dalam berkerja bukan lagi milik pribadi yang ada sesuai minatnya.Manusia dengan begitu menjadi teralienasi dan proses tidak secara langsung mereka milikidan kuasai. Mereka sepertinya menjadi tersebar dalam spesifikasi yang diberikan dalam perkerjaan. Misalkan saja seorang yang berkerja di pabrik rokok. Ada orang yang hanyafokus berkerja melinting rokok tersebut. Ia tidak tahu keseluruhan proses dan hanya denganmengikuti saja apa yang diberikan oleh pabrik. Ia hanya mengambil bagian dalam sistem produksi saja. Keberadaannya hanya ada dalam partikularitas pabrik. Ini oleh Lukacs telahmenyingkirkan kedalaman diri manusia di mana manusia itu juga memiliki minat, inisiatif,kreatifitas, dan kepribadian . Oleh masyarakat kapitalis, hal seperti ini tidak menjadi bagianyang dipikirkan melainkan hal yang mengganggu sistem produksi.Marx memahami bahwa komoditi merupakan fetis yang dianggap memiliki kekuatanmutlak atas semua proses kehidupan masyarakat sedangkan Lukacs melihatnya lebih jauh bahwa hubungan antar manusia juga diberhalakan dalam bentuk komoditi atau dengan kata

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->