Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID

AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID

Ratings: (0)|Views: 1,371|Likes:
Published by downloadreferensi
AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID
AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID

More info:

Published by: downloadreferensi on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/04/2014

pdf

text

original

 
 0
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 
 AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGANDI MASJID
Dahnil Anzar SimanjuntakYeni Januarsi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ABSTRACT
The purpose of this study is to identify and understand the accounting practicesand financial management in the mosque. In particular, this study intends to find out how transparency and accountability in financial management of the Mosque isrun. Qualitative Method used in this researched. This study try to verify theaccounting practice in Mosque, and describe it. Simple accounting used by mosqueofficial created transparency and accountability, and influences of 
“ibadah” that
done by Muslim society in surrounding Mosque. Accounting practice applied inBaitusalam for transparency and accountability, creating a dilemma of transparency and accountability. In common condition accounting applied could encourage transparency and accountability, but in Ketapang where the BaitusalamMosque exists, transparency and accountability show a motive, in Islam called as
“ria”. Th
is Researched important for presenting accountancy that out of meanstream entity and giving contribution for civilization.
Keyword:
Transparency and Accountability, Mosque Accounting, Theology Accounting,Qualitative Research
I.
 
Latar Belakang
Allah SWT melalui Al Quran surat Al Baqarah 282 berfirman:
“ Hai orang 
-orang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untukwaktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Hendaklah seorang penulisdiantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan
menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan.” 
 
Penggalan Surat Al Baqarah 282 tersebut diatas secara implisit memberikan pesanbahwa Islam mendorong praktik akuntansi dalam kehidupan bermuamalah(perdagangan). Pada dasarnya, ilmu akuntansi dan praktek akuntansi dilingkunganan bisnis (muamalah) telah menjadi bagian yang integral. Namun, ilmuakuntansi dan prakteknya di luar entitas bisnis khususnya lembaga keagamaansangat termarginalkan. Sebagai entitas pelaporan akuntansi yang menggunakan dana
 
 1
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 
masyarakat sebagai sumber keuangannya dalam bentuk sumbangan, sedekah atau bentukbantuan sosial lainnya yang berasal dari masyarakat (publik), masjid menjadibagian dari entitas publik yang semua aktivitasnya harus dipertanggungjawabkankepada publik. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kata kunci yang pentingbagi entitas publik untuk bertahan dan memaksimalkan perannya pada domain sosialbudaya dimana entitas tersebut berada yang berbeda dengan entitas publik lainnya.Masjid merupakan entitas publik dimana nilai-nilai spiritual Islamdikembangkan dan nilai-nilai spiritual tersebut seringkali tidak dapat berdamaidengan nilai-nilai materialisme lainnya yang biasa eksis pada entitas pelaporanakuntansi lainnya seperti perusahaan atau entitas sektor publik lainnnya. Booth(1993) menjelaskan bahwa, Pemisahan kehidupan spiritual dan keduniawianmenempatkan akuntansi sebagai ilmu yang didasari oleh pemahaman sekuler,menyebabkan institusi keagamaan seperti gereja, hanya mentolelir peran akuntansipada batas mendukung kegiatan spritual, tidak terintegrasi dalam mendukungtugas-tugas suci keagamaan. Sebagai sebuah ilmu pengetahuan, Akuntansi padadasarnya adalah
tools
yang dapat mendukung kinerja entitas dimana akuntansi itudipraktekkan.Praktek akuntansi pada lembaga-lembaga keagamaan atau lembaga Nirlabalainnya merupakan sesuatu yang tidak lazim. Walaupun tidak lazim, penelitianpraktek akuntansi pada lembaga keagamaan seperti gereja banyak dilakukan olehbeberapa peneliti Akuntansi. Helen Irvine (2004) menyimpulkan bahwa, Pendeta danorang awam percaya bahwa akuntansi tidak mengganggu agenda suci yang dikerjakanoleh Gereja, sebaliknya, akuntansi adalah bagian penting yang terintegrasi dengankepentingan Gereja untuk mencapai misi kudus, karena Gereja berkepentingan dengan
 
 2
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 
peningkatan dana dan manajemen keuangan yang baik untuk mencapai misinya. KerryJacob (2004) menyimpulan bahwa, berdasarkan teori
A Clash of Jurisdictional
yangdikemukakan oleh Abbot (1988), terdapat pemisahan wewenang antara masing-masingprofesi yang tidak mungkin saling memahami sehingga muncul konflik antara Akuntandengan Rohaniawan. Teori yang disampaikan Laughlin (1988) yang menyatakan adapemisahan antara akuntansi sebagai Ilmu sekuler dengan kehidupan keagamaan yangpenuh dengan kekudusan mendorong
Jurisdictional Conflict
tersebut. Disisi lain,Jacob (2004) juga mengutip pendapat Eliade (1959) yang menyatakan bahwa bagiseseorang yang sangat religius maka semua sudut pandangnya akan sesuatu selaludidasari oleh pemahaman spiritual, oleh karena itu maka praktek akuntansinya punakan dipenuhi dengan dimensi spiritual, sebaliknya bagi seseorang yang tidakreligius maka dipersepsikan bahwa akuntansi merupakan ilmu bebas dari pengaruhdimensi spiritual.Penelitian Peran dan praktek akuntansi pada entitas keagamaan seperti Gerajasetidaknya lebih maju dibandingkan dengan penelitian akuntansi di entitaskeagamaan lainya. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengisi kekosonganpenelitian akuntansi pada entitas keagamaan Islam yakni Masjid, sebagai pusatpengembangan peradaban dan kehidupan spritual umat Islam, karena entitas masjidjarang sekali menjadi perhatian peneliti akuntansi sebelumnya. Selain itu, agareksitensi dan kebermanfaatan akuntansi pada entitas ini memperoleh perwujudanyang konkret dan dapat memaksimalkan perannya sebagai instrumen pengembangandakwah di Masjid. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahamipraktik akuntansi dan pengelolaan keuangan di masjid. Secara khusus penelitian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->