Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Paleontologi

Paleontologi

Ratings: (0)|Views: 46 |Likes:
Published by pranowo_ibnu

More info:

Published by: pranowo_ibnu on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
 
BAB 9 PALEONTOLOGI
 
Pengantar Geologi
 
246
99 
PPaalleeoonnttoollooggii 
9.1. Pendahuluan
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk bentuk kehidupan yang pernah ada padamasa lampau termasuk evolusi dan interaksi satu dengan lainnya serta lingkungan kehidupannya(paleoekologi) selama umur bumi atau dalam skala waktu geologi terutama yang diwakili oleh fosil.Sebagaimana ilmu sejarah yang mencoba untuk menjelaskan sebab sebab dibandingkan denganmelakukan percobaan untuk mengamati gejala atau dampaknya.Berbeda dengan mempelajarihewan atau tumbuhan yang hidup di jaman sekarang, paleontologi menggunakan fosil atau jejak organisme yang terawetkan di dalam lapisan kerak bumi, yang terawetkan oleh proses-proses alami,sebagai sumber utama penelitian. Oleh karena itu paleontologi dapat diartikan sebagai ilmumengenai fosil sebab jejak jejak kehidupan masa lalu terekam dalam fosil.Pengamatan paleontologisudah didokumentasikan sejak abad ke 5 sebelum masehi, dan ilmu ini baru berkembang pada abad ke 18 setelah Georges Cuvier menerbitkan hasil pekerjaannya dalam “Perbandingan Anatomi” dankemudian berkembang secara cepat pada abad ke 19. Fosil yang dijumpai di China sejak tahun 1990telah memberi informasi baru tentang yang paling awal terjadinya evolusi binatang-binatang, awaldari ikan, dinosaurus dan evolusi burung dan mamalia.Paleontologi pada dasarnya berada diantara batas biologi dan geologi dan saling berbagi denganarkeologi yang batasnya sulit untuk ditentukan. Sebagai pengetahuan, paleontologi juga berkembangmenjadi beberapa sub bagian, beberapa diantaranya mengfokuskan pada perbedaan organisme fosilsedangkan lainnya menghususkan pada ekologi dan sejarah lingkungannya, seperti iklim masa purba.Tubuh fosil dan jejak fosil adalah merupakan bukti utama dari kehidupan masa lampau, dan buktigeokimia dapat membantu untuk mengetahui evolusi dari kehidupan sebelum organisme yang cukup besar tinggal sebagai fosil. Memperkirakan umur dari sisa sisa adalah hal yang penting akan tetapisulit, kadangkala lapisan batuan yang bersebelahan dimungkinkan dilakukan penanggalanradometrik yang memberikan umur absolut dengan akurasi dalam 0.5%, akan tetapi seringkali paraahli paleonotologi bergantung pada umur relatif dalam menentukannya melalui biostratigrafi.Untuk mengklasifikasi organisme purba pada umumnya sangat sulit, kebanyakan organisme purbatidak cocok dengan “Taksonomi Linnean” yang biasa dipakai untuk mengklasifikasikan kehidupanorganisme dan para ahli paleontologi lebih sering menggunakan klasifikasi “Cladistic” untuk menggambarkan evolusinya melalui “family trees”. Taksonomi Linnaean adalah
 
 bentuk khusus dariklasifikasi biologi (taksonomi) yang dibuat oleh Carl Linnaeus sebagaimana disusun dalam bukunya“Systema Naturae” (1735) serta hasil penelitiannya pada tahun tahun berikutnya. Dalam taksonomidari Linneaeus terdapat 3 Kingdom yang dibagi menjadi Kelas dan kemudian dibagi lagi menjadiOrde, Famili, Genus, dan Spesies serta tingkatan yang lebih rendah dari Spesies.Klasifikasiorganisme yang didasarkan pada taksonomi secara tradisional merupakan klasifikasi ilmiah. Istilahini khususnya digunakan untuk membedakan dengan Sistematika Cladistic.
 
 
BAB 9 PALEONTOLOGI
 
Pengantar Geologi
 
247
Klasifikasi Cladistic adalah suatu cara mengklasifikasi spesies dari organisme kedalam kelompok yang disebut dengan “clades”. Clades adalah satu kelompok yang terdiri dari organisme dan semuaketurunannya. Dalam istilah sistimatika biologi, clade adalah satu cabang tunggal dari pohonkehidupan (tree of life). Ide dasarnya adalah sekelompok organisme harus dikelompokan secara bersama dan diberi nama taksonomi untuk klasifikasi biologinya. Dalam sistimatika cladistic, cladehanya diterima sebagai satuan dimana organisme nenek moyang dan semua keturunannya. Sebagaicontoh, burung, dinosaurus, buaya dan semua keturunannya (masih hidup atau sudah punah)kebanyakan dari mereka sangat umum merupakan bentuk suatu clide dari nenek moyangnya.Cladistic dapat dibedakan dari sistem taksonomi lainnya seperti “phenetic” dengan melihatkesamaan dari sifat-sifat asalnya (synapomorfis). Pada mulanya sistem ini dikembangkan denganmelihat kesamaan dari keseluruhan morfologinya untuk pengelompokan spesies kedalam genus,famili atau tingkatan kelompok yang lebih tinggi (taksa). Klasifikasi Cladistic biasanyamenggunakan bentuk pohon yang disebut dengan “cladogram” yang dipakai untuk memperlihatkankesamaan relatif dari organisme nenek moyangnya atau kesamaan fiturnya. Cladistic juga dapatuntuk membedakan cangkang hipotetis yang lebih obyektif dibandingkan dengan sistem yangmenggantungkan pada keputusan yang subyektif dari kesamaan hubungan dasarnya. Cladisticdiperkenalkan pertama kalinya oleh Willi Hennig seorang Entomologist berkebangsaan Jerman.Cladogram yang memperlihatkan hubungan nenek moyang (
ancestor 
) dengan spesiesnya. Hubunganmonophyletic mewakili spesies, dipakai istilah hubungan “sister group”. Hubungan ini ditafsirkanuntuk mewakili phylogeny atau hubungan evolusinya. Meskipun cladogram didasarkan sifat sifatmorfologinya, urutan genetik data dan perhitungan phylogenetic saat ini sering dipakai dalamcladogram.
Gambar 9-1 Cladogram (pohon keluarga/family tree) dari suatu kelompok organisme.Kotak warna merah dan biru mewakili “clade” (Cabangnya lengkap). Kotakwarna hijau bukan suatu “clade”, tetapi lebih mewakili suatu tingkat evolusisuatu kelompok yang tidak lengkap dikarenakan clade warna biru turunandarinya tetapi tidak termasuk didalamnya.
Pada akhir abad ke 20 perkembangan pilogenetik molekuler (biologi molekuler dan genetika) yangdapat menyelidiki bagaimana kedekatan organisme ditentukan berdasarkan kesamaanDeoxyribonucleid acid (DNA). DNA adalah suatu
asam nucleic
yang tersusun dari perintah perintahgenetik yang dipakai untuk pembangunan dan fungsi dari semua yang diketahui pada organismeyang hidup. Peran utama dari molekul molekul DNA adalah menyimpan informasi paling lama.DNA seringkali diperbandingkan dengan sekelompok kode, selama berisi perintah perintah yangdiperlukan untuk membangun komponen lain dari sel sel, seperti molekul molekul protein danRibonucleic acid (RNA). Segmen DNA yang membawa informasi genetik disebut sebagai gen,tetapi urutan DNA lainnya memiliki kegunaan struktural atau terlibat didalam pembentukaninformasi genetik didalam “
genome
”. Genome adalah keseluruhan informasi yang diturunkanorganisme. Hal ini dikodekan baik didalam DNA atau pada RNA. Genome meliputi baik gen danurutan bukan kode DNA/RNA. Keturunan adalah sifat sifat yang diberikan kepada turunannya dariorang tua atau nenek moyangnya. Proses ini merupakan proses dimana sel keturunan atau organismememperoleh atau cenderung menjadi seperti sifat sifat sel induknya. Melalui keturunan, ditunjukanadanya variasi variasi oleh setiap individu dan terakumulasi dan menyebabkan beberapa spesies
 
 
BAB 9 PALEONTOLOGI
 
Pengantar Geologi
 
248
untuk berkembang. Studi tentang hereditas dalam biologi disebut dengan genetika yang meliputi bidang epigenetika. Phylogenetic molekuler juga telah digunakan untuk memperkirakan kapan suatuspesies mengalami peyimpangan, namun demikian ada kontroversi mengenai keandalan dari jammolekuler tersebut.Dengan menggunakan semua teknik yang ada memungkinkan para ahli paleontologi mengetahuilebih banyak tentang sejarah perkembangan evolusi kehidupan, dengan demikian maka dapatmenjelaskan bagaimana Bumi mampu mendukung adanya kehidupan kurang lebih 3800 milyar tahun yang lalu. Hampir separuh dari masa tersebut merupakan masa kehidupan dari mikroorgansime bersel tunggal, kebanyakan terdiri dari mikroba yang membentuk ekosistem denganketebalan hanya beberapa milimeter. Atmosfir Bumi asalnya tidak mengandung oksigen dan pembentukan oksigen dimulai kurang lebih 2400 juta tahun yang lalu. Hal ini yang memungkinkanterjadinya percepatan dari meningkatnya dalam berbagai jenis kehidupan dan kompleksitaskehidupan, dan awal dari tumbuhan multisel dan jamur / fungi yang dijumpai dalam batuan yang berumur 1700 – 1200 juta tahun yang lalu.Fosil binatang multisel yang paling awal semakin banyak sejak kuranglebih 580 juta tahun yang lalu,kemudian binatang mengalami diversifikasi dengan cepat yang terjadi pada waktu yang relatif  pendek pada zaman Kambrium. Semua organisme ini hidup didalam air, namun demikian tumbuhandan golongan invertebrata mulai hidup di daratan pada 490 juta tahun yang lalu dan vertebrata mulaihidup di daratan pada 370 juta tahun yang lalu. Dinosaurus pertama kali muncul kurang lebih 230 juta tahun yang lalu dan kelompok burung yang muncul dari salah satu kelompok dinosaurus kuranglebih 150 juta tahun yang lalu. Selama kehidupan dinosaurus, hanya sedikit dari nenek moyangkelompok mamalia yang dapat bertahan hidup, terutama serangga nocturnal, tetapi setelahkelompok dinosaurus yang bukan berasal dari unggas punah pada akhir zaman Kapur dan padazaman Tersier pada 65 juta tahun yang lalu, mamalia berkembang dan mengalami diversifikasidengan pesat. Tanaman berbunga mulai muncul dan terlihat juga mengalami diversifikasi 130 jutatahun yang lalu dan 90 juta tahun yang lalu kemungkinan terbantu dengan adanya penyerbukan olehserangga. Serangga muncul pada waktu yang bersamaan walaupun jumlah spesies mereka hanyasedikit namun saat ini lebih dari 50% dari total populasi dari seluruh serangga. Manusia mulai berevolusi dari garis keturunan kera yang berjalan tegak dimana fosil yang paling pertama diketahuiadalah berumur 6 juta tahun yang lalu sedangkan anatomi manusia modern baru muncul dibawah200.000 tahun yang lalu. Proses evolusi telah berubah beberapa kali oleh kepunahan masal yangmenyapu kelompok dominan yang ada sebelumnya dan memungkinkan kelompok lainnya berkembang dari yang tadinya kelompok minoritas menjadi kelompok utama pada ekosistem.
9.2. Ruang Lingkup Paleontologi
 
Pada dasarnya ruang lingkup paleontologi berkisar tentang segala sesuatu yang telah hidup di masalalu atau bisa dikatakan organisme purba (baik hewan, tumbuhan, protista, jamur maupun bakteri)yang hingga kini sudah punah dan hanya tertinggal fosil-fosil, jejak peradaban, lingkungannya dan peninggalan-peninggalan lainnya. Sehinggga kita hanya meneliti dari jejak-jejak yang tertinggal.Secara umum paleontologi dapat digolongkan menjadi dua yaitu Paleobotani (tumbuhan purba)dan Paleozoologi (hewan purba). Jadi ruang lingkup paleontologi terbagi dalam paleobotani dan paleozoologi.
1. Paleobotani (Tumbuhan purba)
 Paleobotani (dari bahasa Yunani paleon berarti tua dan botany yang berarti ilmu tentangtumbuhan) adalah cabang dari paleontologi yang khusus mempelajari fosil tumbuhan. KajianPaleobotani meliputi aspek fosil tumbuhan, rekonstruksi taksa, dan sejarah evolusi dunia tumbuhan.Tujuan mempelajari Paleobotani adalah:
 
a.
 
Untuk rekonstruksi sejarah dunia tumbuhan. Hal ini dapat dilakukan karena fosil tumbuhandari suatu kolom geologis tertentu berbeda dengan yang terdapat pada kolom geologislainnya. Dengan demikian dapat diketahui jenis tumbuhan yang ada dari waktu ke waktu,atau dengan kata lain dapat diketahui sejarahnya, khususnya mengenai kapan kelompok 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->