Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Resonansi Bunyi12

Resonansi Bunyi12

Ratings: (0)|Views: 308|Likes:
Published by Rey Uzumaki
resonansi
resonansi

More info:

Published by: Rey Uzumaki on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/16/2013

pdf

text

original

 
Resonansi Bunyi
1.PENDAHULUAN1.1 Latar belakangResonansi adalah peristiwa bergetarnya pada suatu benda yang terjadi karena pengaruh bendalain.dan syarat terjadinya resonansi itu adalah memiliki frekuensi alamiah yang sama denganfrekuensi getaran (Octa,2010).Bila garputala di getarkan diatas tabung resonansi,maka getaran garputala ini akanmenggetarkan kolom udara di dalam tabung resonansi. Dengan mengatur panjang kolomudara di dalam tabung resonansi, maka akan terdengar gaung garputala lebih keras, ini berartiterjadi resonansi (Syah,2010).Gelombang adalah bentuk dari getaran merambat pada suatu medium. Pada gelombang, yangmeranbat adalah gelombangnya, bukan mediumnya (Riyn,2010).1.2 Maksud dan TujuanMaksud dari pratikum fisika dasar tentang resonansi bunyi adalah agar pratikan dapatmengetahui dan memahami tentang resonansi bunyi dengan frekuensi tertentu.Adapun tujuan dari pratikum fisika dasar tentang resonansi bunyi adalah menentukankecepatan bunyi di udara pada suhu kamar, dengan mengukur panjang gelombang denganfrekuensi yang telah di tentukan dengan kecepatan bunyi suhu 0oC1.3 Waktu dan tempatPratikum fisika dasar tentang resonansi bunyi ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 16Oktober 2010 pukul 13:00 WIB bertempat di laboraturium Hidrobiologi gedung C lantai satufakultas perikanan dan ilmu kelautan Universitas Brawijaya, Malang.2.TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengertian GelombangGelombang merupakan getaran yang merambat dengan laju tertentu melalui medium tertentu.Medium disini dapat berupa tali, air, peges, tanah, dan lain sebagainya.laju getaran yangmerambat dikenal dengan julukan laju perambatan alias laju gelombang (V) (Lohat,2010).Gelombang lintang (Transversal) adalah suatu gelombang dengan dengan titik-titik diantara bergerak tegak lurus pada arah perambatan gelombang-gelombang pada seutas tali adalahmelintang, karena titik-titik tali bergarak tegak lurus pada tali sedangkan gelombng merambatsepanjang tali (Cromer,1994).Gelombang adalah getaran yang merambat. Didalam perambatannya tidak diikuti oleh perpindahan pertikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya gelombang adalah rambatanenergi (energi getaran) (Riyn,2010).2.2 Macam-Macam gelombangBerdasarkan arah perambatannya, gelombang mekanik di bedakan menjadi dua jenis, yaitugelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal adalahgelombang yang arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatannya contoh gelombangelektromegnetik. Sedangkan gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannyasejajar dengan arah rambatannya contoh gelmbang bunyi (Sofwan,2010).Macam-macam gelombang menurut Riyn (2010) adalahMenurut getarannya:a)Gelombang transversal contoh gelombang pada tali, dan gelombang cahaya,
 
 b)Gelombang longitudinal contoh gelombang bunyi dan gelombang pada pegas.Menurut amplitudonya :a)Gelombang berjalan b)Gelombang diam (stasioner)Menurut medium perantaranyaa)Gelombang mekanik 
 b)Gelombang elektromagnetik, contoh sinar gama (γ), sinar X, sinar UV dan cahaya tampak
 Ketika sebuah gelombang merambat sepanjang sebuah tali, katakanlah dari kiri ke kanan, partikel-partikel tali bergeser keatas dan kebawah dalam arah transversal. Ada gelombanglain yang dikenal dengan nama gelombang longitudinal (Giancoli,1999).2.3 Aplikasi Gelombang Bunyi Dibidang PerikananMetode pengukuran dasar laut dengan menggunakan alat gema udara yaitu echo soonder adalah alat untuk mengirim suara, sedangkan hidrofon adalah penerima suara(Zahrosofie,2010).GPS adalah sebuah sistem yang positif bahkan ada beberapa tipe GPS yang di gunakan untuk hobby, pemanfaatan Hydro-Acoustic dalam mencari ikan. Teknologi ini menggunakan suaradan bunyi untuk melakukan pendeteksian. Suara yang dipancarkan tersebut akan mengenaiobjek kemudian suara itu akan dipantulkan kembali oleh objek (dalam bentuk echo) danditerima kembali oleh alat transducer dan secara langsung diwilayah deteksi (Herawati,2009).Gelombang yang disebabkan angin dapat menimbulkan energi untuk membentuk pantai,menimbulkan arus dan transporsedimen dalam arah tegak lurus dan sepanjang pantai, sertamenyebabkan gaya-gaya yang berkerja pada bangunan pantai. Gelombang merupakan faktor utama dalam penentuan tata letak (layout) pelabuhan, alur pelayaran, perencanaan bangunan pantai, dan sebagainya (Rahmat,2008).2.4 BunyiYang kita kenal sebagai bunyi sebetulnya ialah gelombang mekanik/longitudinal denganfrekuensi dalam daerah pendengaran kita yaitu antara 20 CPS sampai kira-kira 20.000 CPS.Gelombang mekanik longitudinal dengan frekuensi dibawah daerah pendengaran disebutgelombang infrasonik, gelombang semacam ini biasanya dihasilkan oleh sumber yang besar misalnya gempa bumi (Sutrisno,1981).Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanis longitudinal. Hal ini berarti bunyimemerlukan medium untuk merambat. Medium perambatan bunyi dapat berupa zat padatataupun fluida. Partikel-partikel bahan yang mentransmisikan sebuah gelombang seperti itu berosilasi didalam arah perjalanan gelombang itu sendiri (Dianita,2010).Manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan menurut Octa (2010) adalahDapat memantulkan kecepatan bunyi di udaraDapat menentukan kedalaman laut (dalam aplikasi sonar)Dapat mendeteksi kerusakan logam di industri3.METODOLOGI3.1Alat dan Bahan3.1.1Alat dan fungsinyaAlat-alat yang digunakan pada pratikum kali ini adalah:Tabung resonansi dengan permukaan air yang dapatdiatur dan dilengkapi dengan skaladigunakan untuk mengetahui terjadinya dengunganGarputala standard (512 Hz; 426,6 Hz; 341,43 Hz; 288 Hz) sebagai sumber dengungan.Alat pemukul untuk memukul garputala.
 
Pipa untuk mengalirkan air dari tabung rsonansi. Nampan untuk tempat alat yang akan digunakanMeteran untuk mengukur perubahan panjang L1 dan L2teko sebagai penampung air dari tabung resonansi3.1.2Bahan dan fungsingaBahan-bahan yang di gunakan pada pratikum kali ini adalahAir, sebagai media terjadinya dengungan3.2 Skema kerjaDiukur diameter tabung
 Diisi air sampai mendekati permukaan (jangan sampai tumpah)
 Diambil garputala yang sudah di tentukan frekuensinya, dipukul dengan alat pemukul padamulut tabung (frekuensi garputala 512 Hz; 426,6 Hz; 341,43 Hz; 288 Hz)
 Diturunkan teko yang berisi air sampai terdengar bunyi gaung yang besar 
 Diukur ujung atas dengan tinggi permukaan air (L1)
 Diulang beberapa kali untuk memastikan
 Diulang untuk mengetahui titik resonansi selanjutnya
 Dicabut termometer ruangan
 Diamati
 Hasil3.2.1sekema kerja garputala frekuensi 512 HzGarputala 512 Hz dan tabung resonansi disiapkan
 Di isi air pada teko
 Garputala dipukul dan di dekatkan pada mulut tabung
 Di dengar bunyinya dan dicatat sebagai L1
 Diullang dan diukur panjangnya, dicatat sebagai L2
 hasil3.2.2Sekema kerja gerputala frekuensi 426,6 HzGarputala 426,6 Hz dan tabung resonansi disiapkan
 Di isi air pada teko

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->