Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah

Ratings: (0)|Views: 42 |Likes:
Published by Astin Ariesna
TUGAS B.INDONESIA
TUGAS B.INDONESIA

More info:

Published by: Astin Ariesna on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

 
Karya Tulis Ilmiah
 
 
Pengaruh Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat Perkotaan
 
 
Oleh:
 ASTIN ARIESNA N15112096Kata Pengantar 
  Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang pemanasan global dan perubahan iklim. Isu yang selaluhangat utuk diperbincangkan. Selepas dari itu ada suatu pokok masalah yang pernah hangatdiperbincangkan public yang kini mulai tidak diperdulikan lagi yaitu Pengaruh Polusi Udara TerhadapKesehatan Masyarakat Perkotaan. Padahal masalah ini sangatlah berpengaruh terhadap kegiatanmasyarakat kota, mulai dari berdagang, berbisnis, atau hanya sekedar jalan-jalan di kota. Polusi udaraadalah penyebab utama dalam masalah ini.Puji syukur saya ucapkan karena dengan rahmat ALLAH SWT saya dapat membuat karya tulis yangberjudul
Pengaruh Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Yang ditujukan untukmemenuhi tugas Bahasa Indonesia. Agar dapat menyadarkan kita semua akan pentingnya udara yangbersih dan sehat. apabila ada kesalahan kata dalam penulisan karya tulis ini saya meminta maaf.Batam, 1 april 2013 ASTIN ARIESNA .N
Latar Belakang
 
 
Banyaknya kendaraan berbahan bakar fosil dan berbagai industri di kota-kota membuat kualitas udarakota menurun dan membahayakan kesehatan masyarakatnya. Warga kota terlalu sibuk dengan segalaaktifitasnya sehari-hari sehingga tidak bisa memikirkan selain pekerjaannya. Kekurangnya kepedulianmasyarakat kota memperparah polusi udara di kota. Dimulai dari asap kendaraan bermotor dancerobong-cerobong industri. Kita sebagai generasi penerus haruslah memperbaiki dan menjagalingkungan kita. Sebenarnya banyak cara yang dapat di lakukan tuk menanggulangi pencemaran udaradi kota seperti dengan menanam pohon (Reboisai), pembuatan kembali paru-paru kota, penghentiankegiatan penebangan pohon secara liar dan masih banyak lagi, sehingga tercipta lingkungan yangnyaman dan sehat untuk kita tinggali.
Rumusan Masalah
 1. Apa yang menyebabkan polusi udara?2. Bagaimana dampak polusi udara terhadap kesehatan manyarakat kota?3. Apa solusi terbaik untuk mangatasi masalah ini?
 
Tujuan Pembahasan
 
 
Menyadarkan masyarakat kota Batam akan pentingnya udara yang bersih dan sehat. Karena masyarakatkota saat ini kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga tidak ada pihak yang harusdisalahkan Jadi, kita tidak akan pernah berhasil mengurangi dampak polusi udara jika kita tidak bersama-sama menanggulanginya. Perlu diingatkan di sini, bahwa kegiatan positif yang kita lakukan juga untuk dirikita sendiri. Jadi mengapa kita tidak menyelamatkan lingkungan kita kalau kita juga yang akan selamat?
Metode
 
Kajian Pustaka
 
 
POLUSI udara di beberapa kota besar di INDONESIA, khususnya di Batam, telah sangatmemprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala risikonya telahdipublikasikan, termasuk risiko kanker darah. Namun, jarang disadari, entah berapa ribu warga kota yangmeninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru akibat polusiudara kota.Meskipun sesekali telah mulai turun hujan, tetapi coba sempatkan untuk melihat ke langit saat udaracerah sejak pagi sampai sore hari. Langit di Batam dan kota-kota besar di Indonesia sudah tidak biru lagi.Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia.Diperkirakan, dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-parudan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutanpertama dalam pola penyakit di berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderitapenyakit asma dan kanker paru-paru.Di kota-kota besar, kontribusi gas buangan kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai60-70 persen. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15 persen,sisanya berasal dari sumber pembakaran lain, misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah,kebakaran hutan, dan lain-lain.Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu diwaspadai, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius. Polutan udara yang berbahaya bagikesehatan manusia, hewan, serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandungpartikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Kesemuanya diemisikanoleh kendaraan bermotor.WHO memperkirakan bahwa 70 persen penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat
 
emisi kendaraan bermotor, sedangkan 10 persen sisanya menghirup udara yang bersifat "marjinal". Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang berisiko tinggi, misalnya wanita hamil, usialanjut, serta orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru-paru dan saluran pernapasan . Celakanya,para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai akibat negatif tersebut berasal daripolusi udara akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin memprihatinkan.Kita perlu belajar melalui pengalaman dari negara lain dalam hal polusi udara kota ini. Pada tahun 1990-an dilaporkan bahwa di Cubatao, Brasil, terjadi tragedi lingkungan yang cukup fatal bagi bayi. Empatpuluh dari setiap 1000 bayi yang lahir di kota itu meninggal saat dilahirkan, sedangkan 40 yang lainkebanyakan cacat atau meninggal pada minggu pertama hidupnya. Pada era tahun tersebut, dengan80.000 penduduk, Cubatao mengalami sekitar 10.000 kasus kedaruratan medis, yang meliputi penyakittuberkulosis (TBC), pneumonia, bronkitis, emfisema, asma bronchiale, serta beberapa penyakitpernapasan lain.Polusi udara berasal dari berbagai sumber, dengan hasil pembakaran bahan bakar fosil merupakansumber utama. Contoh sederhana adalah pembakaran mesin diesel yang dapat menghasilkan partikulat(PM), nitrogen oksida, dan precursor ozon yang semuanya merupakan polutan berbahaya. Polutan yangada diudara dapat berupa gas (misal SO2, NOx, CO, Volatile Organic Compounds) ataupun partikulat.Polutan berupa partikulat tersuspensi, disebut juga PM (Particulate Matter) merupakan salah satukomponen penting terkait dengan pengaruhnya terhadap kesehatan. PM dapat diklasifikasikan menjadi 3;yaitu coarse PM (PM kasar atau PM2,5-10) berukuran 2,5-1
0 ƒÊm, bersumber dari abrasi tanah, debu
 jalan (debu dari ban atau kampas rem), ataupun akibat agregasi partikel sisa pembakaran. Partikelseukuran ini dapat masuk dan terdeposit di saluran pernapasan utama pada paru (trakheobronkial);sedangkan fine PM (<
2,5 ƒÊm) dan ultrafine (<0,1 ƒÊm) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan
dapat dengan mudah terdeposit dalam unit terkecil saluran napas (alveoli) bahkan dapat masuk kesirkulasi darah sistemik. Klasifikasi berdasar ukuran ini juga terkait dengan akibat buruk partikel tersebutterhadap kesehatan sehingga WHO dan juga US Environmental Protection Agency menetapkan standar PM dan polutan lain untuk digunakan sebagai dasar referensi (Tabel 1).Tabel 1. Standar polutan udara menurut EPAPollutan WaktuPM10
(ƒÊg/m3)
150(/24jam) 50 (/tahun)PM2,5
(ƒÊg/m3)
65 (/24 jam) 15 (/tahun)Ozone (ppm) 0.12 (/1jam) 0.08 (/8 jam)NO2 (ppm) 0.053 (/tahun)SO2 (ppm) 0.14 (/24 jam)0.03 (/tahun)Efek yang ditimbulkan oleh polutan tergantung dari besarnya pajanan (terkait dosis/kadarnya di udaradan lama/waktu pajanan) dan juga faktor kerentanan individu yang bersangkutan (misal: efek buruk lebihmudah terjadi pada anak, individu pengidap penyakit jantung-pembuluh darah dan pernapasan, sertapenderita diabetes melitus). Pajanan polutan udara dapat mengenai bagian tubuh manapun, dan tidakterbatas pada inhalasi ke saluran pernapasan saja. Sebagai contoh, pengaruh polutan udara juga dapatmenimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Namun demikian, sebagian besar penelitian polusi udaraterfokus pada efek akibat inhalasi/terhirup melalui saluran pernapasan mengingat saluran napasmerupakan pintu utama masuknya polutan udara kedalam tubuh. Selain faktor zat aktif yang dibawa olehpolutan tersebut, ukuran polutan juga menentukan lokasi anatomis terjadinya deposit polutan dan jugaefeknya terhadap jaringan sekitar. Fine PM
(<1 ƒÊm) dapat dengan mudah terserap masuk ke pembuluh
darah sistemik. Indikator akibat pajanan jangka pendek dan jangka panjang polutan terhadap kesehatandapat dilihat pada Tabel 2.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->