Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Pendidikan Matematika

Jurnal Pendidikan Matematika

Ratings: (0)|Views: 247 |Likes:
Published by sano46

More info:

Published by: sano46 on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

 
31
 
Jurnal Pendidikan Matematika Solusi Vol.1 No.1 Maret 2013
Vita Permanasari
1,*
, Bambang Sugiarto
2
, Ira Kurniawati
3
 
1
Mahasiswa Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta
2
Dosen Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta
3
Dosen Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta*Keperluan korespondensi, telf: 085647935717, email: phyta_pema@yahoo.co.idABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah di antarapembelajaran dengan pendekatan
open-ended 
dan pembelajaran dengan pendekatankonvensional yang menghasilkan kemampuan berpikir matematis yang lebih baik padamateri Trigonometri, (2) manakah di antara siswa-siswa dengan kreativitas belajar tinggi,kreativitas belajar sedang, dan kreativitas belajar rendah dalam pembelajaranmatematika yang mempunyai kemampuan berpikir matematis yang lebih baik padamateri Trigonometri, (3) manakah di antara pendekatan
open-ended 
dan pendekatankonvensional yang menghasilkan kemampuan berpikir matematis yang lebih baik padasiswa dengan kreativitas belajar tinggi, (4) manakah di antara pendekatan
open-ended 
 dan pendekatan konvensional yang menghasilkan kemampuan berpikir matematis yanglebih baik pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, (5) manakah di antarapendekatan
open-ended 
dan pendekatan konvensional yang menghasilkan kemampuanberpikir matematis yang lebih baik pada siswa dengan kreativitas belajar rendah.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2011/2012 yangterdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian ini adalah kelas X.3 sebagai kelas eksperimen dankelas X.4 sebagai kelas kontrol. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMA Negeri 1Karanganyar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metodedokumentasi untuk memperoleh data tentang kemampuan awal siswa, metode tes untukmengumpulkan data mengenai kemampuan berpikir matematis siswa, dan metodeangket digunakan untuk memperoleh data mengenai kreativitas belajar matematikasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan seltak sama. Dalam penelitian ini digunakan uji persyaratan eksperimen yaitu ujikeseimbangan menggunakan uji-
. Sedangkan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitasdengan metode
Lilliefors 
dan uji homogenitas dengan uji F dan metode
Bartlett 
.
Kata Kunci: Pendekatan Open-Ended, Kemampuan Berpikir Matematis 
PENGARUH
PEMBELAJARAN
OPEN-ENDED 
TERHADAPKEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS
SISWA
PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARIKREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA
 
Jurnal Pendidikan Matematika Solusi Vol.1 No.1 Maret 201332
PENDAHULUAN
Pendidikan berperan pentingdalam menyiapkan sumber dayamanusia untuk pembangunan.Masalah yang dihadapi dalampendidikan di Indonesia adalahrendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan. Menurut hasillaporan lembaga internasionalmengenai masalah pendidikan, indekspendidikan Indonesia berada padaurutan 7 dari 10 negara ASEAN.Rendahnya prestasi siswa ini,salah satunya disebabkan karenalemahnya proses pembelajaran diIndonesia. Dalam proses pembelajaran,siswa kurang didorong untukmengembangkan kemampuan berpikir.Siswa hanya menerima informasi danmenghafalnya, sehingga kurangmemahami informasi-informasi yangditerimanya.Salah satu materi dalam matapelajaran matematika yang diberikanditingkat SMA pada kelas X semester IIadalah materi pokok trigonometri. Padamateri tersebut memuat tentang aturansinus, aturan cosinus, dan luassegitiga. Berdasarkan pengalamanpeneliti, masalah yang sering dihadapisiswa pada materi ini adalah pada saatmereka menyelesaikan soal ceritatentang penerapan aturan sinus, aturancosinus, dan luas segitiga. Kesulitanyang dialami siswa antara lain siswatidak mampu menerjemahkan soalcerita, siswa tidak tahu apa saja yangdiketahui dan ditanyakan, dan tidakmampu mengubah soal cerita ke dalammodel matematikanya. Ada juga siswayang dapat mengidentifikasi soal yaituapa saja yang diketahui dan ditanyakandalam soal cerita tetapi tidak tahubagaimana urutan mengerjakannyakarena siswa tidak mampumenghubungkan soal dengan teoriyang ada. Dalam soal-soal yangkompleks seperti soal cerita siswadituntut untuk dapat berpikir tingkattinggi yaitu kemampuan berpikirmatematis.
 
Kemampuan berpikir matematisadalah kecakapan dalammenggunakan pikiran untuk mencarimakna dan pemahaman, membuatpertimbangan dan keputusan dalammenyelesaikan permasalahanmatematika. Kemampuan berpikirmatematis meliputi kemampuanmemahami konsep, kemampuanberprosedur, kemampuanberkomunikasi secara matematis,kemampuan melakukan penalaran,kemampuan pemecahan masalah yaitupeserta didik mampu memahamimasalah, memilih strategi penyelesaiandan menyelesaikan masalah [1].Kenyataannya banyak guru yang masihmenggunakan pembelajaran yangbersifat konvensional di mana guruditempatkan sebagai pusat belajar.Guru mendominasi jalannya prosespembelajaran sehingga siswa hanyaberperan pasif di dalam kelas. Guruhanya mentransfer pengetahuankepada siswa sehingga prosespembelajaran hanya berjalan satu arah,siswa belajar hanya denganmendengarkan dan mencatat materipelajaran. Akibatnya dalammempelajari materi pelajaran, siswacenderung hanya menghafal danmerasa kesulitan apabila dihadapkanpada permasalahan matematika yangkompleks. Oleh karena itu diperlukaninovasi pembelajaran yang dapatmemberikan kesempatan pada siswauntuk dapat mengembangkankemampuannya dalam berpikirmatematis.Salah satu pendekatan dalampembelajaran matematika yangmemungkinkan siswa untukmengembangkan pola pikirnya sesuaidengan minat dan kemampuan masing-masing adalah melalui pendekatanpembelajaran
open-ended 
[2]. Hal inidisebabkan karena pada pendekatanpembelajaran
open-ended 
formulasimasalah yang digunakan adalahmasalah terbuka. Masalah terbukaadalah masalah
 
yang mempunyaibanyak solusi atau strategipenyelesaian [3]. Pada pendekatanpembelajaran
open-ended 
siswa tidakhanya dituntut menemukan solusi darimasalah yang diberikan tetapi jugamemberikan argumentasi tentang jawabannya serta menjelaskanbagaimana siswa bisa sampai jawaban.
 
33
 
Jurnal Pendidikan Matematika Solusi Vol.1 No.1 Maret 2013
Salah satu model evaluasipembelajaran yang dapat digunakanuntuk mengukur kemampuan berpikirmatematis siswa adalah model evaluasiyang mengacu pada taksonomi SOLO(
Structure of Observed Learning Outcomes Taxonomy 
) yangdikembangkan oleh Biggs dan Collispada tahun 1982. Taksonomi SOLOmengklasifikasikan tingkat kemampuanberpikir menjadi lima level berbedayaitu
pre-structural 
,
uni-structural 
,
multi- structural 
,
relational 
, dan
extended abstract 
. Klasifikasi ini didasarkan padakeragaman berpikir siswa dalammerespon suatu masalah. Pada tingkat
pre-strucutural 
siswa tidakmenggunakan data yang terkaitmaupun data yang tidak terkait dalammenyelesaikan masalah. Pada tingkat
uni-structural 
siswa dapatmenggunakan satu penggal informasidalam merespon suatu masalah. Padatingkat
multi-strucutural 
, siswa dapatmenggunakan beberapa penggalinformasi tetapi tidak dapatmenghubungkannya untukmenyelesaikan masalah. Pada tingkat
relational 
, siswa dapat menghubungkanbeberapa informasi untukmenyelesaikan masalah. Sedangkanpada tingkat
extended abstract 
, siswatelah mampu membuat hipotesis dangeneralisasi [4].Selain pendekatanpembelajaran, kreativitas belajar jugapenting dalam menentukan hasil belajarmatematika siswa. Pembahasanmengenai kreativitas dalam matematikalebih ditekankan pada prosesnya, yakniproses berpikir kreatif. Untukmenyelesaikan berbagai permasalahanyang kompleks, siswa dituntut untukdapat berpikir kreatif. Siswa harusdapat melihat hubungan-hubunganbaru antar unsur, data, atau hal-halyang sudah ada sebelumnya untukdapat mencari alternatif penyelesaian.Proses berpikir kreatif erat kaitannyadengan kemampuan berpikirmatematis. Dalam penyelesaian soalsiswa harus dapat menganalisispermasalahan yang terdapat didalamnya kemudian dengan kreatifmelihat hubungan-hubungan yang adaantar unsur data dan mencari alternatifpenyelesaian. Apabila proses berpikirkreatif siswa dikembangkan denganbaik maka kemampuan berpikirmatematis siswa juga dapatberkembang secara maksimal.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk jenispenelitian eksperimental semu
(quasi experimental research),
karena penelititidak memungkinkan untuk mengontrolsemua variabel yang relevan. Tujuandari penelitian eksperimental semuadalah untuk memperoleh informasiyang merupakan perkiraan bagiinformasi yang dapat diperoleh denganeksperimen yang sebenarnya dalamkeadaan yang tidak memungkinkanuntuk mengontrol dan/ataumemanipulasikan semua variabel yangrelevan [5]. Penelitian ini menggunakanrancangan faktorial 2x3 denganmaksud untuk mengetahui pengaruhdua variabel bebas terhadap satuvariabel terikat. Variabel bebas padapenelitian ini yaitu pendekatanpembelajaran dan kreativitas belajarsiswa. Pendekatan pembelajaranmeliputi pendekatan
Open-ended 
danpendekatan konvensional. Sedangkankreativitas belajar terdiri dari tigakategori yaitu kreativitas belajar tinggi,sedang, dan rendah, Variabel terikatdalam penelitian ini adalah kemampuanberpikir matematis
 
Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh siswa kelas X SMANegeri 1 Sukoharjo tahun ajaran2011/2012 yang terdiri dari 10 kelasdengan jumlah 318 siswa. Sampeldiambil dengan teknik
cluster random sampling 
dengan cara memandangpopulasi sebagai kelompok-kelompok.Dalam hal ini, kelas pada kelas X SMANegeri 1 Sukoharjo dipandang sebagai
cluster 
kemudian secara acak dipilihdua dari seluruh kelas tersebut untukmendapatkan dua kelas dengankemampuan siswa yang seimbangyaitu kelas X.3 dan X.4. Setelah itudilakukan pemilihan secara acak lagiuntuk menentukan kelas manakahyang akan dijadikan kelas kontrol dankelas eksperimen yaitu kelas X.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->