Tehik ini tepat digunakan apabila untukmenentukan kebijakan dalam situasi yang darurat,persoalannya penting, bersifat vital bagi kemajuan sekolah, konflik ini terjadi dengan pihak-pihak oportunis.
Keempat,
Tehnik compromised yaitu perilaku yang yang diekpresikan dengan sikap yangcukup kooperatif dan tegas ( assertif) berupaya untuk memuaskan kedua belah pihak .Tehnik ini dapat dipakai jika tujuan penting dan dan kurang berimbang dengan kekacauanyang ditimbulkannya dan jika pihak yang bertikai memilikikekuatan yang seimbang.
Kelima,
Tehnik collaborating yaitu perilaku yang ditunjukan dengan sikap kooperatif maupun assertif dan berupaya untuk memuaskan keinginan keduabelah pihak.Tehnik ini dipakai untuk memecahkan masalah secara intergratif kerena kedua kepentinganamat sensitif untuk dikompromikan, untuk memadukan perspektif yang berbeda, untukmencapai komitmen dengan memasukkan kepentingan-kepentingan dalam suatu konsensusdan untuk meredakan perasaan yang telah merusak hubungan.Setiap organisasi, institusi , komoniti termasuk didalamnya sekolah pasti mempunyaipotensi konflik yang apabila tidak ditangani secara bijak maka akan menimbulkanpermasalahan bagi integrasi organisasi.Manegemen konflik yang efektif akan selalu merespon konflik secara positif sehingga akandimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas guna mendorong kinerjaindividu-individu dalam organisasi.Bahkan konflik yang direspon secara positif akan menciptakan kultur yang mendorong kerjasama, dalam hal ini konflik yang produktif dan bersifat membangun yang akhirnya dapatmenciptakan organisasi yang sehat (
organization heath)
Academic atmosphere
adalah kondisi yang mutlak diperlukan untuk membentuk suatu masyarakat sekolah yang bercirikan budaya sekolah(
school culture
) yang sekaligus merupakan indikator keberhasilan. Dengan terciptanya academic atmosphereyang kondusif diharapkan terbentuk brand image yang membanggakan bagi sekolah sekaligus meningkatnyakualitas pendidikan. Dalam membentuk kultur sekolah yang kondusif diperlukan perubahan yang prograsif, sinergisdan harmonis dengan arah perubahan yang senantiasa menempatkan aspek-aspek sebagai berikut :
Pertama
,
Relevansi, yaitu salah satu ukuran kemajuan yang digunakan sebagai patokan dalam melakukanreposisi peran sekolah. Yang selalu berupaya mereposisi pola pikir dan perannya untuk mengimbangi danmengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan
Kedua
,
Academic atmosphere adalah kondisi yang mutlak diperlukan untuk membentuk suatu masyarakat sekolahyang bercirikan budaya sekolah (
school culture
) yang sekaligus merupakan indikator keberhasilan.
Ketiga
,
Internal Manajemen adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembenahan untuk kemajuan.Peningkatan professional, kompetensi dan kesejahteraan para guru, staf administrasi, staf pendukung adalah hal-halyang tidak bisa dipisahkan dalam proses pembenahan menuju kemajuan yang diharapkan.
Keempat
,
Sustainability yaitu semangat yang harus terus dikembangkan untuk menjamin proses kemajuan yang berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya dan
capacity sharing
dikembangkan dalam berbagai kerja sama yangsimetris dan tidak merugikan berbagai pihak yang terlibat dalam ikatan kemitraan. Untuk itu jaminan kualitas harusdiwujudkan dengan kesungguhan yang tinggi.
Kelima
,
Equity adalah prinsip yang dianut oleh sekolah dalam menjalankan perannya memajukan pendidikan.Education for people adalah prinsip utama dalam menjalankan berbagai kegiatan. Persamaan yang berkeadilandiperlakukan untuk menjamin masyarakat yang tidak mampu dapat memperoleh pendidikan dan masyarakat yangmampu memberikan kepedulian dan bantuan (care and sharing) kepada mereka. Prinsip ini dikembangkan pulauntuk menghilangkan bias gender, suku dan agama. Sehingga prinsip
unity in diversity
(
bhinneka tungal ika
) dikembangkan dalam suasana progresif, bersinergi dan harmonis menjadi semangat dalam kinerja di sekolah.
Keenam
,
Organisation health
adalah nilai ultimate yang menjamin bahwa sekolah dalam menjalankan perannya akan menjadi organisasi yang sehat, setiap tugas akan dilaksanakan dengan akuntabilitas yang tepat dandengan komitmen yang tinggi oleh semua elemen pelaksana. Unsur produktivitas, kreativitas dan inovatif akan
Leave a Comment