• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
http://affandimotivator.blogspot.com/2008/08/konflik-organisasi-carilah-penyelesaian.html
Wednesday, August 20, 2008
Konflik di dalam organisasi ialah duri di dalam daging yang jika dibiarkan akan menjadi parahdan akhirnya boleh menyebabkan kegagalan sesebuah organisasi untuk menjalankan operasinyadengan berkesan. Semua organisasi tidak dapat menghindari konflik. Konflik ialah perkaralumrah. Walaupun begitu, kaedah menangani sesuatu konflik memerlukan kebijaksanaan dankemahiran yang tinggi. Pihak pengurusan perlu mengatur strategi dan teknik yang betul dan berkesan apabila berhadapan dengan konflik. Di dalam sesebuah organisasi, konflik boleh berlaku di pelbagai peringkat sama ada di peringkat atasan, pertengahan mahupun peringkat bawahan. Konflik yang timbul secara horizontal lebih mudah ditangani berbanding dengan jeniskonflik yang berlaku secara vertikal. Ahli-ahli yang berkonflik dalam peringkat yang sama bolehmencari penyelesaian melalui kaedah kesamarataan dan kestabilan idea. Selalunya konflik jenisini akan berakhirnya dengan penyelesaian yang baik. Walau bagaimanapun jika konflik yangmelibatkan ahli-ahli organisasi di peringkat yang berbeza ( vertical conflic ), masalah akanmenjadi lebih rumit dan sukar dileraikan. Hal inilah yang ingin saya kupas dan organisasi yangsaya pilih ialah organisasi pendidikan iaitu sekolah.Posted by Pemantau at11:05 AM 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengelolaan Konflik untuk Revitalisasi Sekolah
Terbentuknya kultur sekolah yang baik dalam kerangka peningkatan kualitaspendidikan banyak ditentukan kemampuan kerja sama yang sinergis diantara elemen-elemen sekolah. Kerja sama yang baik dalam institusi dapat tercipta apabila terjadi gotongroyong antar individu dalam mencapai tujuan bersama.Hal ini terbukti bahwa dunia industri di Jepang lebih mengutamakan ”team work” yangcerdas untuk kerjasama menghasilkan suatu prestasi kerja dari pada kemampuan individuyang menonjol, tetapi tidak mampu bekerjasama.Pada setiap institusi yang merupakan kumpulan banyak individu dengan karakter dan latarbelakang yang berbeda-beda merupakan potensi konflik.Konflik bisa terjadi secara vertikal antara atasan dengan bawahan maupun secara horisontalantar individu dalam level yang sama. Oleh karenanya pengelolan konflik sangat bermanfaatdalam organisasi atau institusi yang berpotensi konflik guna mendorong persaingan untukmeningkatkan motivasi kerja,meningkatkan kualitas institusi dan menciptakan organisasiyang sehat (
organization heath
).
 
Sumber dan ciri-ciri konflik
Konflik pada dasarnya merupakan proses yang terjadi pada seseorang, kelompokatau sub unit organisasi yang membuat frustasi pihak lain dalam usaha mereka untukmencapai tujuan ( John Garry, 1996:446 )Menurut Indrawijaya (1989 ) konflik yang terjadi dapat diamati (perceived conflict) dandapat dirasakan (felt conflict) dengan ciri-ciri sebagai berikut :
 
Pertama
, paling tidak ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibatdalam suatu interaksi yang saling berlawanan.
Kedua,
saling adanya pertentangan dalam mencapai tujuan, dan atau adanya suatu normaatau nilai-nilai yang saling berlawanan.
Ketiga,
adanya interaksi yang ditandai dengan perilaku yang direncanakan untuk salingmeniadakan,mengurangi dan menekan terhadap pihak lain untuk memperoleh kemenanganseperti status, tanggung jawab, pemenuhan berbagai kebutuhan.
Keempat,
adanya ketidakseimbangan akibat usaha masing-masing pihak berkaitan dengankedudukan atau kewibawaan, harga diri, prestise dan sebagainya.Dalam suatu organisasi, konflik akan lahir jika adanya tekanan-tekann yang tidak dapatditerima oleh individu-individu anggota organisasi. Adanya perbedaan paham pada situasisosial tentang pokok-pokok pikiran tertentu dan atau terdapatnya antagonisme-antagonisme emosional, juga akan mendorong terciptanya situasi konflik.Sumber konflik pada setiap individu yang mengalaminya sangat bervariasi. Hal initergantung dari persepsi atau penafsiran individu pada lingkungannya. Meskipun demikianpaling tidak sumber-sumber yang terjadi pendahulu terjadinya konflik organisasi antara lain: (1) persaingan terhadap sumber-sumber, (2) ketergantungan pekerjaan, (3) kekaburanbidang tugas, (4) perbedaan tujuan, (5) problem status, (6) hambatan komonikasi, (7)sifat-sifat individu (Wexley & Yuki ,1972).
Pengelolaan Konflik di sekolah
Dalam rangka mecapai tujuan pendidikan di sekolah, diperlukan daya dan usaha kerasdalam setiap kegiatan. Usaha keras dapat dilakukan apabila organisasi atau sekolah itusehat. Kesehatan organisasi sangat dipengaruhi oleh sumber daya yang ada. Sumber dayaterpenting yang harus selalu ditumbuhkembangakan terutama adalah sumber dayamanusianya.Pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai kondisi kultur sekolah yang baikdapat dilakukan berbagai cara. Salah satu cara adalah dengan menumbuhkan motivasi dankreativitas kerja melalui konflik organisasi yang bertujuan untuk meminimalkan konflik yangmerugikan dan memfungsionalkan konflik yang menguntungkan.Ada beberapa cara untuk memfungsionalkan konflik di sekolah dalam kerangkameningkatkan kinerja sekolah :
Pertama,
Tehnik Avoiding (penghindaran ) yaitu merupakan perilaku menghindar darisituasi konflik. Tehnik ini dapat digunakan apabila persoalannya kurang berarti, potensikekacauan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh.
Kedua,
Tehnik accomodating yaitu kooperatif tetapi tidak tegas artinya ada kemauan untukmemuaskan keinginan pihak lain, memupuk kerja sama, meratakan perbedaan perbedaanguna mempertahankan keharmonisan.Tehnik ini tepat digunakan jika persoalan yang ada lebih penting bagi pihak lain dari padabagi kita, untuk membangun kekuatan sosial apabila muncul kekuatan di masa datang,guna meminimalkan kerugian jika kita kalah dalammenghadapi persoalan yangberkembang, jikaharmoni dan stabilitas merupakan hal yang sangat penting.
Ketiga
 ,
Tehnik competing yaitu sikap tidak kooperatif, bekerja dengan cara menentangpihak lain dan berusaha untuk mendominasi dalam situasi menang atau kalah.
 
Tehik ini tepat digunakan apabila untukmenentukan kebijakan dalam situasi yang darurat,persoalannya penting, bersifat vital bagi kemajuan sekolah, konflik ini terjadi dengan pihak-pihak oportunis.
Keempat,
Tehnik compromised yaitu perilaku yang yang diekpresikan dengan sikap yangcukup kooperatif dan tegas ( assertif) berupaya untuk memuaskan kedua belah pihak .Tehnik ini dapat dipakai jika tujuan penting dan dan kurang berimbang dengan kekacauanyang ditimbulkannya dan jika pihak yang bertikai memilikikekuatan yang seimbang.
Kelima,
Tehnik collaborating yaitu perilaku yang ditunjukan dengan sikap kooperatif maupun assertif dan berupaya untuk memuaskan keinginan keduabelah pihak.Tehnik ini dipakai untuk memecahkan masalah secara intergratif kerena kedua kepentinganamat sensitif untuk dikompromikan, untuk memadukan perspektif yang berbeda, untukmencapai komitmen dengan memasukkan kepentingan-kepentingan dalam suatu konsensusdan untuk meredakan perasaan yang telah merusak hubungan.Setiap organisasi, institusi , komoniti termasuk didalamnya sekolah pasti mempunyaipotensi konflik yang apabila tidak ditangani secara bijak maka akan menimbulkanpermasalahan bagi integrasi organisasi.Manegemen konflik yang efektif akan selalu merespon konflik secara positif sehingga akandimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas guna mendorong kinerjaindividu-individu dalam organisasi.Bahkan konflik yang direspon secara positif akan menciptakan kultur yang mendorong kerjasama, dalam hal ini konflik yang produktif dan bersifat membangun yang akhirnya dapatmenciptakan organisasi yang sehat (
organization heath)
Academic atmosphere
adalah kondisi yang mutlak diperlukan untuk membentuk suatu masyarakat sekolah yang bercirikan budaya sekolah(
school culture
) yang sekaligus merupakan indikator keberhasilan. Dengan terciptanya academic atmosphereyang kondusif diharapkan terbentuk brand image yang membanggakan bagi sekolah sekaligus meningkatnyakualitas pendidikan. Dalam membentuk kultur sekolah yang kondusif diperlukan perubahan yang prograsif, sinergisdan harmonis dengan arah perubahan yang senantiasa menempatkan aspek-aspek sebagai berikut :
Pertama
 ,
Relevansi, yaitu salah satu ukuran kemajuan yang digunakan sebagai patokan dalam melakukanreposisi peran sekolah. Yang selalu berupaya mereposisi pola pikir dan perannya untuk mengimbangi danmengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan
Kedua
,
Academic atmosphere adalah kondisi yang mutlak diperlukan untuk membentuk suatu masyarakat sekolahyang bercirikan budaya sekolah (
school culture
) yang sekaligus merupakan indikator keberhasilan.
Ketiga
 ,
Internal Manajemen adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembenahan untuk kemajuan.Peningkatan professional, kompetensi dan kesejahteraan para guru, staf administrasi, staf pendukung adalah hal-halyang tidak bisa dipisahkan dalam proses pembenahan menuju kemajuan yang diharapkan.
Keempat 
 ,
Sustainability yaitu semangat yang harus terus dikembangkan untuk menjamin proses kemajuan yang berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya dan
capacity sharing
dikembangkan dalam berbagai kerja sama yangsimetris dan tidak merugikan berbagai pihak yang terlibat dalam ikatan kemitraan. Untuk itu jaminan kualitas harusdiwujudkan dengan kesungguhan yang tinggi.
Kelima
 ,
Equity adalah prinsip yang dianut oleh sekolah dalam menjalankan perannya memajukan pendidikan.Education for people adalah prinsip utama dalam menjalankan berbagai kegiatan. Persamaan yang berkeadilandiperlakukan untuk menjamin masyarakat yang tidak mampu dapat memperoleh pendidikan dan masyarakat yangmampu memberikan kepedulian dan bantuan (care and sharing) kepada mereka. Prinsip ini dikembangkan pulauntuk menghilangkan bias gender, suku dan agama. Sehingga prinsip
unity in diversity 
(
bhinneka tungal ika
) dikembangkan dalam suasana progresif, bersinergi dan harmonis menjadi semangat dalam kinerja di sekolah.
Keenam
 ,
 
Organisation health
adalah nilai ultimate yang menjamin bahwa sekolah dalam menjalankan perannya akan menjadi organisasi yang sehat, setiap tugas akan dilaksanakan dengan akuntabilitas yang tepat dandengan komitmen yang tinggi oleh semua elemen pelaksana. Unsur produktivitas, kreativitas dan inovatif akan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...