Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PROSES PERTUMBUHAN MANUSIA

PROSES PERTUMBUHAN MANUSIA

Ratings: (0)|Views: 221|Likes:
Published by Yudi Sutriadi

More info:

Published by: Yudi Sutriadi on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

 
Sunday, November 30, 2008
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
Menurut penulis, dalam banyak buku, seringkali kita menemukan kesalahan dalam hal pengertian makna
dari istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan”. Tidak jarang makna
 pertumbuhan diartikan sama dengan perkembangan. Kedua istilah tersebut penggunannyaacapkali dipertukarkan (
 Interchange
) untuk makna yang sama, padahal sesungguhnyakeduanya berbeda.
 
Ada sebagian penulis yang lebih memilih menggunakan istilah pertumbuhan sajaketimbang istilah perkembangan begitu pula sebaliknya.
 
Istilah pertumbuhan diberi makna dan digunakan untuk menyatakan perubahan- perubahan ukuran fisik atau fisiologis atau jasmani yang secara kuantitatif semakinmembesar atau semakin memanjang, sedangkan istilah perkembangan lebih tertuju kepada perubahan-perubahan aspek psikologis dan sosial.
 
Sebagai makhluk hidup, pada hakikatnya setiap individu pasti akan mengalami pertumbuhan fisiologis dan perkembangan non-fisiologis meliputi aspek-aspek intelek,emosi, bahasa, bakat khusus, nilai dan moral, serta sikap.
 
Disini penulis akan mencoba memaparkan, bukan tentang perkembangan psikologistetapi lebih kepada pertumubuhan fisiologis atau biologis serta mengaitkannya dengan prosesdan hasil belajar anak didik.
 
Siapa pun tidak akan menyangkal bahwa seorang tenaga pendidik, baru bisa dikatakanefektif apabila ia mampu memahami aspek pertumbuhan peserta didiknya secarakomprehensif. Pemahaman ini tentu akan membantu tenaga pendidik, terutamamempermudah untuk melakukan penilaian terhadap kebutuhan anak didik dan merencanakanmelakukan penilaian terhadap kebutuhan anak didik dan merencanakan tujuan, materi, prosedur belajar mengajar dengan tepat dan efektif.
 
Untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan anak didik, tenaga didik diharapkan mampu berinisiatif mencari materi-materi bersumber fisiologi, psikologi,sosiologi, psikiatri, serta mampu mengintegrasikan seluruh pendapat di dalamnya.
 
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
A.
 
Definisi Pertumbuhan
 
Dalam pribadi tiap individu baik yang bisa terlihat atau Nampak secara kasat mata(jasmaniah) maupun yang tidak Nampak secara kasat mata (rohaniah), terdapat dua halyang secara signifikan, berbeda, sebagai suatu kondisi yang selalu menjadikan pribaditiap individu mengalami perubahan menuju kearah kesempurnaan. Adapun dua hal yang bersifat kondisional ke pribadi tersebut meliputi:
 
a.
 
Hal pribadi materiil kuantitatif 
 
 b.
 
Hal pribadi fungsional kualitatif.
 
Berlatar belakang dua hal tersebut, disinilah kiranya analisis bisa dimulai, dimanaseringkali kita menemukan perbedaan konsep antara pertumbuhan dan perkembanganterutama secara definitive. Kadang-kadang makna istilah pertumbuhan dan perkembangan (Tidak sengaja) dipertukarkan sehingga menimbulkan semacam
misunderstanding 
” di masyarakat.
 
 
Penulis mencoba memberikan deskripsi bahwa hal pribadi materiil kuantitatif merupakan bagian yang mengalami pertumbuhan secara fisiologis, sedangkan hal pribadifungsional kualitatif merupakan bagian yang mengalami perkembangan secara psikologis.
Uraian ini kiranya “
aduquate
” dalam memberikan gambaran mengenai perbedaan konsep
antara pertumbuhan dan perkembangan secara definitif.
 
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materiil sesuatusebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuatitatif dapat berupa pembesaran atau pertambahan yang dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi bear,dari sedikit mejadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan sebagainya. (Dalyono, 2001;61).
 
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan “kuantitaf” yang menyangkut
 peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secarafisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsungsecara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah), yang herediter dalam bentuk prosese aktif seara berkesinambungan. (SyaifulBahri Djamarah, 2008 ; 118).
 
Pertumbuhan ialah pertambahan secara kuantitatif dari substansi atau struktur yang umumnya ditandai dengan perubahan-perubahan biologis pada diri seseorang yangmenuju kearah kematangan. Pertumbuhan fisik berjalan dengan cara yang berbeda-bedca,misalnya pada otak, tinggi badan, dan berat badan, perpanjangan tangan, pertumbuhan bahasa, dan lain-lain. Departemen Agama, Direktorat Jenderal Kelembagaan AgamaIslam, 2005; 39).
 
Mengenai pertumbuhan, Sunarto (2002; 39) berpendapat bahwa perubahan dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan. Berat badanyang semula sekitar 3 Kg ketiga dilahirkan menjadi 8-9 Kg pada umur 6 bulan.Panjangnya bayi 50 cm ketika dilahirkan menjadi 60 cm pada umur 1 tahun diikuti olehorgan-organ tubuh lain yang mengalami perubahan ukuran, antara lain volume otak yangmembawa akibat terjadinya perubahan kemampuan.
 
Jumlah perbendaharaan kata yang dimiliki pada awalnya terbatas, namun semakin bertambah umur semakin bertambah sehingga pada umur 1,5 tahun, anak sudah mulaimampu mengucapkan rangkaian suku kata menjadi perkataan-perkataan yang mulaimemiliki makna tersendiri dan berhubungan dengan suatu objek.
 
Kemampuyan mengidentifikasi objek-objek dilingkungan sedikit demi sedikitmulai menunjukkan peningkatan. Semua perubahan tersebut pada hakikatnya
menunjukkan adanya “
measurable quantitatively differences
”.
 
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis bisa menyimpulkan bahwa istilah
“pertumbuhan” memiliki arti yaitu: pertambaha
n dan substansi atau struktur yang ditandaidengan perubahan-perubahan biologis yang secara kuatitatif terjadi pada diri seorangindividu yang menuju kearah ke sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi(biologis) tersebut dalam rentang waktu tertentu. Atau dengan istilah lain, yaitu prosestransmisi dari konstitusi fisik (kondisi jasmani) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan, semisal pertambahan tinggi/berat badan.
 
B.
 
Pertumbuhan Pribadi Individu
 
Individu manusia berasal dari materil yang sangat lemah, yaitu materiil genetis, pertumbuhan genetis pada manusia pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan proses pertumbuhan genetis pada hewan, karena keduanya merupakan organisme yang tumbuhdari kondisi yang teramat sederhana dengan satu sel tunggal menjadi banyak sel yangmembentuk organisme yang bersusun begitu kompleks/rumit. Yang demikian ituseringkali diistilahkan sebagai peristiwa atau tahapan awal herediter.
 
 
Secara genetis, individu manusia terbentuk dari satu sel sperma dan satu sel telur.Satu sperma memasuki sebuah telur dan secara alamiah satu individu baru mulaimengalami pembentukan. Pada saat itu, kondisi si-ibu baik fisik maupun mental sangatmempengaruhi kehidupan awal si-individu baru. Sedangkan peranan ayah hanyamemberikan kemungkinan yang tepat agar individu baru itu terkonsep secara sempurna.Sifat-sifat yang terkandung di dalam satu sel sperma yang berhasil terbuahkan merupakanapa yang diturunkan oleh si-ayah.
 
Setiap satu tetes sperma pria terdiri dari berjuta-juta sel sperma. Sperma berbentuk menyerupai bulatan kepala yang memiliki ekor panjang. Sperma-sperma berenang dengancepat dengan menggunakan ekor-ekornya, mencari sasarannya. Tiap satu sel spermamengandung masing-
masing 24 “
chromosomes
”.
 
Sel telur wanita jauh lebih besar ukurannya dari sperma pria. Di dalam sel telur terdapat bahan-bahan makanan, dengan sebuah bulatan kecil ringan yang disebut
nucleus
”. Ketika sebuah sel sperma berhasil menembus dinding sel telur dan berhasil
masuk ke dalamnya. Maka sel sperma tersebut akan melepaskan keduapuluh empatkromosom yang dikandungnya. Sementara dalam rentang waktu yang hampir bersamaan,
nucleus
” dalam sel telur pun pecah dan melepaskan pula keduapuluh empat kromosom
sebagai suatu kontribusi dari pihak ibu guna membentuk seorang anak.
 
Individu baru mulai mengalami pembentukan dari kombinasi semua kromosomyang dilepaskan, yang tiap kromosom tersebut memiliki bentuk tekstur dan sifat bawaanyang begitu beragam. Masing-masing kromosom dari pria akan berpasangan denganmasing-masing kromosom dari wanita. Dua puluh empat kromosom inilah yang memilikiandil yang sangat besar dalam menentukan bentuk fisik individu ke depannya. Proses pertumbuhan terus berlangsung dengan melalui tahapan pembagian sel (
division
) dan pembagian/pembelahan kembali pada sel-sel (
redivision
). Jika diamati denganmenggunakan mikroskop, pembelahan dan perpasangan kromosom-kromosom Nampak seperti rangkaian mata rantai yang semakin lama semakin merapat. Pada saat-saat tertenturangkaian kromosom ini kembali mengalami proses pertumbuhan dan mulai membentuk  butiran-
 butiran menyerupai embun yang disebut
beads
” dalam jumlah besar. “
 Beads
 berisikan “
 genes
” yang merupakan faktor penentu hereditas.
 
Setelah semua tahapan itu berhasil dilalui, kemudian sel telur menjadi matangdiikuti masuknya saraf dari pihak ibu. Sel-sel pada tahap ini tidak lagi tinggal bersama-sama. Manakala jumlah sel masih terbatas. Sel-sel mulai mengadakan semacamspesialisasi, yaitu beberapa menjadi sel Tulang, sel kulit, sel daging, sel otak, sel otot dan
sebagainya. Semua “
 specialized cells
” terus mengalami proses pertumbuhan dan
membentuk unsur-unsur biologis manusia.
 
C.
 
Hukum-hukum Berkenaan Teori Pertumbuhan
 
Berikut ini dipaparkan sejumlah hukum berkenaan teori pertumbuhan, yaitu:
 
1.
 
Pertumbuhan merupakan kuantitatif.
 
Perubahan dari segi kuantitatif mencakup “
division
” dan perbanyakan kromosom sel
-sel, penambahan jumlah gigi, rambut, pembesaran materiil jasmaniah.
 
2.
 
Pertumbuhan merupakan suatu proses yang berkesinambungan
 
Pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari keadaansederhana sampai pada keadaan yang kompleks. Kesinambungan pertumbuhan ini padamanusia dapat kita renungkan, bagaimana bayi yang lemah tergantung, tidak berkecakapanseara berangsur-angsur dapat menjadi orang yang kuat, berdiri sendiri dan berkecakapandalam menghadapi ujian hidup, hal ini disebabkan karena manusia tumbuh terus melaluiurutan-urutan yang teratur di dalam organismenya. (Dalyono, 2001; 69).
 
3.
 
Pertumbuhan merupakan sesuatu yang rumit, dimana seluruh aspek-aspek yangmempengaruhinya saling berkorelasi.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->