Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGAWASAN MUTU

PENGAWASAN MUTU

Ratings: (0)|Views: 124|Likes:
Published by Mohammad Khodri

More info:

Published by: Mohammad Khodri on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/23/2014

pdf

text

original

 
PENGAWASAN MUTU (QUALITY CONTROL)MUTU/ KUALITAS1.Pengertian mutu/ Kualitas
Pada mulanya manusia merupakan makhluk atua individu yang sudahemrasa cukup puas dengan bahan-bahan kebutuhan yang disediakan oleh alam.Sehingga pada waktu itu manusia tidak memerhatikan pentingnya (tidak mementingkan) mutu/ kualitas. Peranan mutu/ kualitas ini menjadi bertambah penting dengan adanya perkembangan peradaban manusia, dimana terdapat perkembangan keahlian manusia, sehingga terjadilah pemisahan antara kelompok  produsen dan konsumen. Perkembangan keadaan ini memengaruhi kebutuhanhidup manusia dan timbulnya kesulitan-kesulitan dalam memenuhi ataumenyesuaikan serta mengerti akan keinginan/ kehendak pemakai atau konsumen.Dengan adanya perkembangan teknologi dan perekmbangan serikat sekerja, maka para produsen berusaha untuk menjaga reputasi atau nama baiknya. Usaha produsen berusaha untuk menjaga reputasi atau nama baiknya. Usaha untuk menjaga reputasi (nama baik) ini dapat dilakukan melalui mutu dari barang yangdihasilkannya.Mengenai arti mutu ini dapat berbeda-beda tergantung dari rangkaian perkataan atau kalimat di mana istilah mutu ini dipakai, dan orang yangmenggunakannya. Dalam perusahaan pabrik, istilah mutu diartikan sebagaifaktor-faktor yang terdapat dalam suatu barang/ hasil yang menyebabkan barang/hasil tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa barang/ hasil itu dimaksudkan atuadibutuhkan.
2.Faktor – faktor yang memengaruhi mutu
a.Fungsi suatu barangSuatu barang yang dihasilkan hendaknya memerhatikan fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atua dimaksudkan. Oleh karena pemenuhanfungsi tersebut memengaruhi kepuasan para konsumen, sedangkan tingkatkepuasan tertinggi tidak selamanya dapat dipenuhi atau dicapai, maka tingkatsuatu mutu barang tergantung pada tingkat pemenuhan fungsi kepuasan penggunaan barang yang dapat dicapai. Mutu yang hendak dicapai sesuaidengan fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atau dibutuhkan. b.Wujud luar Salah satu faktor yang penting dan sering digunakan oleh konsumendalam melihat suatu barang pertama kalinya, untuk menentukan mutu barang
 
tersebut, adalah wujud luar barang itu. Kadang-kadang walaupun barang yangdihasilkan secara teknis atua mekanis telah maju, tetapi bila wujud luarnyakuno atau kurang dapat diterima, maka hal ini dapat menyebabkan barangtersebut tidak disenangi oleh konsumen atua pembeli, karena dianggapmutunya kruang memenuhi syarat. Faktor wujud luar yang terdapat padasuatu barang tidak hanya terlihat dari bentuk, tetapi juga dair warna, susunan(seperti pembungkusan), dan hal-hal lainnya.c.Biaya barang tersebutUmumnya biaya dan harga suatu barang akan dapat emnentukan mutu barang tersebut. Hal ini terlihat dari barang-barang yang mempunyai biayaatau harga yang mahal, dapat menunjukkan bahwa mutu barnag tersebutrelatif baik. Mengenai biaya barang-barang ini perlu kiranya disadari bahwatidak selamanya biaya suatu barang dapat menentukan mutu barang tersebut.Jadi tidak selalu biaya atau harga dair barang itu lebih rendah daripada nilai barang itu.
3.Biaya Mutu (Quality Costs)
a.Biaya Pencegahan (Prevention)Yang dimaksud dengan biaya pencegahan di sini adalah biaya-biayayang diperlukan dalam melakukan usaha-usaha untuk mencapai sautu mutuyang tertentu, agar jangan sampai terjadi barang-barang produk yang cacatatau apkir (scrap). Yang termasuk dalam biaya pencegahan ini adalah1)Biaya-biaya untuk perencanaan mutu dan pengawasan proses, termasuk didalamnya biaya-biaya dari kegiatan-kegiatan untuk menyatakan desaindan hal-hal yang dibutuhkan pembeli/ pelanggan ke dalam proses danspesifikasi pembuatan, serta perencanaan cara-cara pengawasan yangdianggap perlu untuk dikerjakan.2)Biaya-biaya untuk perencanaan dan pemasangan alat-alat maupunfasilitas-fasilitas yang diperlukan guna mencapai mutu yang telahditetapkan3)Biaya-biaya untuk latihan (training) para pekerja atua karyawan mengenai pengertian dan cara-cara penggunaan prosedur-prosedur dan teknik-teknik  pengawasan mutu, serta proyek-proyek khusus lainnya dalam usaha untuk memperbaiki mutu. b.Biaya penaksiran (Appraisal)Yang dimaksud dengan biaya penaksiran di sini adalah biaya-biayayang dibutuhkan dalam melakukan pengecekan dan usaha-usaha lainnya yang
 
diperlukan untuk menjaga mutu. Dengan per-kataan lain, biaya penaksiranmerupakan biaya yang diperlukan untuk melakukan penilaian atas mutu dari barang-barang yang dihasilkan. Yang termasuk dalam biaya penaksiran iniialah :1)Biaya-biaya untuk pengecekan dan pemeriksaan bahan-bahan atuakomponen-komponen yang diterima.2)Biaya-biaya untuk pemeriksaan dan penilaian mutu dari produk yangdihasilkan, baik pada saat masih dalam proses pengolahan maupunsesudahnya.3)Biaya-biaya untuk pengecekan mutu dan penyortiran produk atau barang- barang hasil.4)Biaya-biaya lainnya yang dikeluarkan untuk pencatatan-pencatatan padasaat pengecekan, maupun untuk perawatan alat-alat ukur dan alat-alat penguji.c.Biaya kegagalan (Failure)Dalam biaya kegagalan ini terdapat biaya-biaya yang disebabkan olehfaktor-faktor internal yang dalam hal ini disebut kegagalan internal, seperti biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat pengolahan (processing). Di sampingitu juga terdapat biaya-biaya yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternalyang dalam hal ini disebut kegagalan eksternal, seperti biaya-biaya yangdikeluarkan sesudah produk yang dihasilkan sampai ke tangan pembeli.Adapun biaya-biaya yang berhubungan dengan kegagalan internal(internal failure) adalah :1)Biaya-biaya pembetulan yang diperlukan terhadap barang-barang yangsalah satu cacat, sehingga tidak mencapai mutu yang telah ditentukandalam spesifikasi.2)Biaya-biaya yang timbul karena bahan-bahan atau barang-barang yangdinyatakan cacat atau apkir sebab tidak mencapai standar mutu yang telahditetapkan3)Biaya-biaya pembelian bahan-bahan atau komponen-komponen yang baruuntuk menggantikan bahan-bahan atau komponen yang ternyata tidak dapat dipergunakan.4)Biaya-biaya penyelidikan dan pembetulan-pembetulan atas kondisi produksi ataupun kondisi pengolahan (processing) yang ternyata tidak dapat menghasilkan barang-barang yang memenuhi standar mutu yangtelah ditetapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->