Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi Lokasi

Definisi Lokasi

Ratings: (0)|Views: 5,588 |Likes:
Published by api-25886356

More info:

Published by: api-25886356 on Apr 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
KONSEPSI ‘TAPAK-KAKI AIR
(WATER FOOTPRINT CONCEPT)
:Sebagai Salah Satu Parameter Global dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Antar-lintas Teritorial, Sektor dan Pemangku Kepentingan
1
Oleh: A. Hafied A. Gany
2
ABSTRAK
Mengantisipasi tuntutan keterpaduan antar-lintas teritorial, sektor danlintas pemangku kepentingn dalam mewujudkan Pengelolaan Sumber DayaAir terintegrasi dan berkelanjutan, belakangan ini timbul berbagai upayauntuk mencari parameter yang dapat disepakati para pihak terkait, yangdapat dipakai untuk menjembatani kepentingan-kepentingan berbeda,namun terkait erat antar pemangku kepentingan
(stakeholders)
, antarlintas pemangku kepentingan teritorial, regional, maupun internasionalyang berkeadilan.Konsepsi Parameter Tapak-kaki Air
(Water Footprint Concept)
, yang mula-mula diperkenalkan oleh
Arjen Hoekstra, 2002
, bertujuan sebagaiindikator penggunaan air, dalam kaitannya dengan konsumsi. Termasuk didalamnya “tapak air” untuk pemakaian individu, sektor usaha, atau negarayang didefinisikan sebagai: Jumlah total air tawar yang dipergunakanuntuk memproduksi barang dan jasa yang dikonsumsi oleh, individu, sektorusaha, atau negara”. Hal ini berbeda, namun tidak terpisahkan dengankonsepsi “air maya”
(virtual water)
, yang pertama kali diperkenalkan oleh
Tony Allan, 1990
, yang didefinisikan sebagai: “Volume air total yangdipergunakan untuk memproduksi komoditas atau jasa”.Makalah ini disusun untuk mencoba mengenalkan konsepsi ‘tapak-kaki air’atau
water footprint 
sebagaimana yang direkomendasikan dalam berbagaiforum-forum ilmiah dunia, serta mengantisipasi berbagai kesepakatanglobal, misalnya
“Ministerial Statement”, World Summit, World Declaration
dan semacamnya yang merekomendasikan komunitas dunia, atau negara
1
Makalah ini disusun melalui kajian literatur sebagai bahan diskusi danpengenalan konsepsi dasar-dasar pertimbangan untuk penerapan ‘tapak-kaki air’ sebagai salah satu parameter global dalam pengelolaan sumberdaya air terpadu dan berkelanjutan. Sumber utama: Hoekstra A.Y.(University of Twente, Enschede, The Netherlands, dan Chapagain, AK.UNESCO-IHE, The Netherlands; (
), serta beberapasumber dan literatur lainnya.
2
A. Hafied A. Gany, Ph.D., P.Eng. adalah Vice
President of InternationalCommission on Irrigation and Drainage ICID;
anggota
Expert Panel,Session 2.3.3. World Water Forum -5, Istanbul,
Maret 2009.
1
 
anggota
World Water Council
untuk mendukung implementasi “penerapandimensi tapak-kaki air dalam pengelolaan SDA antar-lintas kawasan,teritorial, pemangku kepentingan dan semacamnya. Bagaimana prinsipdasarnya, penetapan besarannya, serta, aplikasi dan prospek ke depan,berikut antisipasi kendala dan permasalahan terkait.
 
Kata Kunci:
 
Tapak-kaki Air 
(Water Footprint)
; Pengelolaan Sumber-Daya-Air; Pemangku Kepentingan
(stakeholders)
; Air Maya
(Virtual Water);
Lintas Sektor; Antar-lintas Teritorial, Antar-lintas Negara
.
I. PENDAHULUAN
Latar belakang
Secara tradisional, pengelolaan SDA menggunakan pendekatan ‘pasokan’
(supply)
dan ‘permintaan’
(demand)
, yang berorientasi kepada orientasi terhadap produsenatau pemasok, dengan menggunaan statistik penggunaan air untuk kepentinganberbagai sektor yakni; domestik, pertanian dan industri. Pada kenyataannya, besaranpenggunaan air per sektor sangat bervariasi antara satu sama lain, demikian jugabesaran tingkat pencemaran yang ditimbulkannya. Dengan demikian akan selalutimbul permasalahan perbedaan persepsi, rujukan, dalam mengupayakankeseimbangan yang berkeadilan antara pengguna lintas-sektor, demikian juga dalammengatasi bersama pencemaran sebagai residu pemanfaatan air.Menyikapi tuntutan keterpaduan antar-lintas sektor, teritorial, dan lintas pemangkukepentingn dalam mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Air terintegrasi danberkelanjutan, belakangan ini timbul berbagai upaya untuk mencari parameter umumyang dapat dipakai dan disepakati para pihak terkait, sehingga dapat dipakai dalamanalisis untuk menjembatani kepentingan-kepentingan terkait antar pemangkukepentingan
(stakeholders)
, antar lintas pemangku kepentingan teritorial, regional,maupun internasional, yang berkeadilan.Konsepsi Parameter Tapak-kaki Air 
(Water Footprint Concept)
, yang mula-muladiperkenalkan oleh
Arjen Hoekstra, 2002
, bertujuan sebagai indikator penggunaanair, dalam kaitannya dengan konsumsi. Termasuk di dalamnya “tapak airuntukpemakaian individu, sektor usaha, negara, atau teritorial yang didefinisikan sebagai:“Jumlah total air tawar yang dipergunakan untuk memproduksi barang dan jasa yangdikonsumsi oleh, individu, sektor usaha, atau negara”. Hal ini berbeda, namun tidakterpisahkan dengan konsepsi “air maya
(virtual water)
, yang pertama kalidiperkenalkan oleh
Tony Allan, 1990
, yang didefinisikan sebagai: “Volume air yangdibutuhkan untuk memproduksi komoditas atau jasa”. Misalnya, jika terjadiperpindahan hasil produk atau jasa, dari satu tempat ke tempat lainnya, hanya sedikitair yang secara fisik ikut terpindahkan (namun akan sangat signifikan biladikonversikan dalam volume air yang digunakan untuk memproduksi, terlepas darikandungan air dari produk itu sendiri).
2
 
Makalah ini disusun untuk mencoba mengenalkan konsepsi ‘tapak-kaki air’ atau
water footprint 
sebagaimana yang banyak dibicarakan dan direkomendasikan dalamberbagai forum-forum ilmiah dunia, serta mengantisipasi berbagai kesepakatan global,misalnya
“Ministerial Statement”, World Summit, World Declaration
dan semacamnyayang merekomendasikan komunitas dunia, atau negara anggota
World Water Council 
untuk mendukung implementasi “penerapan dimensi tapak-kaki air dalam pengelolaanSDA antar-lintas kawasan, teritorial, pemangku kepentingan dan semacamnya. Untukitu, parapihak terkait, khusunya pihak penyelenggara, perlu memahami bagaimanaprinsip dasarnya, penetapan besarannya, serta, aplikasi dan prospek ke depan,berikut antisipasi kendala dan permasalahan terkait.
II. DEFINISI DAN PENGERTIAN
2.1. Definisi dan Pengertian Tapak kaki Air 
Untuk memberikan pengertian yang sama dalam pemahaman makalah ini, diberikanbeberapa pengertian dan defini dari terminologi utama yang dipergunakan.Penggunaan istilah “tapak-kaki air”, dalam kaitan ini tentunya tidak dimaksudkandalam pengertian harfiah, karena air tidak mempunyai kaki. Jadi lebih dimaksudkanuntuk “menyelusuri jejak penggunaan air” dengan menghitung besaran jumlahkeseluruhan air yang dipergunakan (langsung maupun tidak langsung) untukmemproduksi komoditas atau jasa yang dikonsumsi oleh seseorang, atau sektor usaha, negara, atau teritorial dalam satuan waktu tertentu.
Tapak-kaki Air 
(water footprint):
“Tapak-kaki Air 
(water footprint)
dari dari seorangindividu, suatu sektor usaha, atau suatu negara didefinisikan sebagai total volume air yang dipergunakan untuk memproduksi komoditas atau jasa yang dikonsumsi olehindividu, sektor usaha atau negara tersebut”
(www.waterfootprint.org;
and 
Hoekstra- Chapagain, 2007)
. Dalam hal ini, ‘tapak-kaki air’ eksternal dari suatu negara, atauteritorial didefinisikan sebagai total volume air yang dipergunakan di negara atauteritorial lain untuk memproduksi komuditas dan jasa pelayanan yang diimpor dandikonsumsi oleh penduduk negara-negara atau kawasan teritorial tersebut. Sebagaicontoh, sebuah studi telah menghitung besaran tapak-kaki air bagi tiap negara dalamperiode 1997–2001, misalnya untuk Amerika Serikat besaran rata-ratanya2.480m
3
/kapita/tahun, sementara China mempunyai besaran tapak-kaki air sebesar 1.240m
3
/kapita/tahun. Ada empat macam faktor utama yang menjadi penentu besarantapak-kaki air suatu negara atau kawasan teritorial yakni: volume konsumsi (berkaitandengan pendapatan kotor nasional); wujud dan sifat konsumsi (misalnya konsumsidaging yang tinggi atau rendah); iklim atau kondisi pertumbuhan; dan praktekpenggunaan air pertanian (efisiensi penggunaan air). 
2.2. Komponen Tapak Kaki Air Total
Besaran total dari tapak-kaki air seorang individu, komunitas atau teritorial padadasarnya dibagi atas tiga komponen: biru, hijau dan abu-abu. “Tapak-kaki air biru”
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->