file:///H|/laskar%20jihad%20aswaja/AlumnusPerangAfghanistan.htm
nasional
[GATRAPrinted Edition ]
Jakarta , Jumat, 04-05-2001 18:51:36
Putra Malang Alumnus Perang Afghanistan
foto
GATRA.com -
SIAPAKAH Ja'far Umar Thalib, lelaki dengan tinggi 165 sentimeter,berwajah teduh, berjambang dan bergamis itu? Sejak awal bulan ini, namanya sepertimendadak mencuat, merebut banyak perhatian. Terutama oleh kedudukannya sebagaiPanglima Laskar Jihad Ahlus-sunnah Wal-jamaah, yang menggelar latihan perang-perangan di sebuah desa di Jawa Barat, dan berniat mengirim pasukan keMaluku.Ja'far lahir di kota sejuk Malang, Jawa Timur, 29 Desember 1961. Ia bungsu daridelapan bersaudara. Ayahnya, Ustad Umar Thalib, adalah seorang ahli hadis yangpernah aktif di Muhammadiyah dan Al-Irsyad. Di kota kelahirannya, Malang, Ja'far yangberpembawaan ramah dan murah senyum itu menghabiskan masa kanak-kanak danremajanya.Ja'far bersekolah di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Malang, tapi tak sampailulus. Kemudian, pada 1983, ia meneruskan belajar ke Pondok Pesantren PersatuanIslam (Persis) di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Dari pondok pesantren ini, Ja'farmengasah bahasa Arabnya di Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA) -kini bernamaLembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA))-Jakarta.LIPIA inilah yang mengantarkan Ja'far mendapat beasiswa untuk menuntut ilmu kePakistan, 1986. Ia mengikuti kuliah di Maududi Institute, Jurusan Dakwah, di Lahore.Tapi, kuliah di Pakistan ternyata hanya bertahan setahun. Soalnya, Ja'far seringberselisih paham dengan dosennya, Abdul Mukmim, MA, asal Nigeria. Sang dosen, kataJa'far, mengagung-agungkan keberhasilan Revolusi Iran.Ja'far memandangnya dari sudut lain. Bagi Ja'far, Iran itu syiah, yang ideologinya taksejalan dengan yang diyakininya, yaitu salafi - mengikuti paham ulama terdahulu. Ja'farpun hengkang. Ia lalu bergabung dengan Yayasan Al-Khairiyyah di Peshawar, sebuahyayasan yang menampung para Mujahidin dari Suriah.Ia juga berkunjung ke kota Khunar -perbatasan Pakistan dengan Afganistan- danberkenalan dengan Syech Jamil Rachman, tokoh spiritual Thaliban yang memperkayapemahaman salafi kepada dirinya. Sebagai persiapan diri untuk menjadi Mujahidin,Ja'far dilatih di kamp latihan Abdul Robbul Sayaf, Sadana, Afganistan, selama sebulan.Di situlah ia memetik berbagai keahlian tempur, seperti menggunakan berbagai macamaltileri dan senjata berat lainnya. "Latihan di sana sampai terberak- berak," katanya,menceritakan pengalaman latihannya. Setelah siap, ia bergabung dengan pasukanhekmatyar -seorang pemimpin pasukan Afghanistan- ke Kabul dan Kandahar, untukmerebut kota tersebut.
file:///H|/laskar%20jihad%20aswaja/AlumnusPerangAfghanistan.htm (1 of 3)2/28/2009 6:09:42 AM
Add a Comment