Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Agama Di Indonesia

Agama Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 132|Likes:
Published by pranowo_ibnu

More info:

Published by: pranowo_ibnu on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/13/2014

pdf

text

original

 
konsep dan paradigma Agama di indonesia
Posted July 20, 2010 by andryan87 in Agama Dan Filsafat, HAKIKAT MANUSIA. 1 Comment  Adanya agama atau kepercayaan yang jumlahnya lebih dari satu, menuntut kita untuk memilihyang benar. Anggapan bahwa semua agama benar, secara logika tidaklah mungkin. Adakahsemua agama benar, jika beberapa konsep ketuhanan dan ajaran masing-masing berbeda atau bahkan saling tertentangan? Tentulah tidak mungkin! Lalu hanya satu saja yang salah, lainnya benar? Inipun tidak mungkin. Dalam logika yang bisa diterima akal sehat, adalah satu benar danlainnya salah. Lalu manakah diantara agama yang ada itu yang benar?Dalam upaya mendapatkan kebenaran yang bisa kita pilih untuk menjadi pedoman dan tuntunanhidup, perlu dilakukan suatu kajian dengan menggunakan kriteria yang dapat diterima akal sehatserta obyektif dalam penilaiannya.Untuk mengenal kebenaran mutlak (Tuhan) bisa didapat hanyadengan informasi yang diberikan sendiri oleh Sang Mutlak kepada manusia, mengenai dirinyamelalui firman-firmanNya, yang dalam ajaran agama terkumpul dalam sebuah Kitab Suci. Kitabsuci adalah informasi, petunjuk dari Tuhan sehingga iapun memiliki bobot kemutlakan jugakarena bersumber dari kebenaran yang sejati (mutlak). Untuk dapat menguji dan menganalisissuatu ajaran agama, perlu dilakukan pengkajian Kitab Sucinya, ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya serta nabi atau penerima wahyu/pembawa agama tersebut. Sebuah agama dapat dikatakan benar jika memilikikonsep ketuhanan yang benar, dengan karakteristik Tuhannya memenuhi kriteria absolute,distinc dan unique (ADU). Isi firman-firmannya benar dan menginformasikan tentang konsepKetuhanan tersebut. Konsep ajaran agamanya juga menginformasikan mengenai masalah alamsemesta dan manusia. Disamping itu, penerima wahyu atau pembawa ajarannya pun orang yangkridible, memiliki kepribadian yang suci dilihat dari sisi historisnya. Marilah kita coba lakukankajian dan analisis atas agama yang ada, secara rinci: agama Hindu, Budha, Kong Hucu, Kristendan Islam.
A. Agama Hindu
 Agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dan berkembang di India. Konsep ketuhananagama Hindu pada awalnya adalah bertuhankan Brahma yang mempunyai sifat wisnu(membangun, memelihara) dan syiwa (merusak). Namun dalam perkembangannya dua sifat yang
menyertainya itu menjadi “Tuhan” tersendiri yang menyatu dalam konsep Trimurti. Trimu
rtiterdiri dari Brahma (Dewa Pencipta), Wisnu (Dewa Pemelihara) dan Syiwa (Dewa Perusak).Dengan demikian konsep awalnya adalah monotheisme kemudian berubah menjadi polytheisme.Selain adanya Tuhan Trimurti tersebut, dalam agama Hindu juga dikenal Dewa-dewa perantara,seperti Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Angin, dan lain sebagainya. Kitab suci agama Hinduadalah Weda. Weda berasal dari kata vid artinyamengetahui dari veda yang berarti pengetahuan yang suci/tinggi, kebijaksanaan tertinggi, pengetahuan spiritual sejati tentang kebenaran abadi. Weda merupakan wahyu atau sabda Tuhanyang disebut sruti, yang artinya didengar. Weda sebagai himpunan wahyu yang berasal dariapurusya ( a = tidak, purusya = manusia) Kitab Weda terdiri dari Regweda, Samaweda,Yayurweda dan Athawaweda. Kitab ini menggunakan bahasa Sansekerta tinggi, dan tidak semua penganut agama Hinduiperbolehkan membaca/mempelejari kita ini. Mengenai masalah ini,
 
Gotama Risyi pernah berkata : “Apabila seorang sudra kebetulan mendengarkan kitab Weda
 dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor dengan cor-coran timah ke dalamkupingnya, dan apabila orang sudra membaca mantera-mantera Weda, maka raja harusmemotong lidahnya, dan apabila ia berusaha membaca Weda maka raja harus memotong badannya (Gotama Smarti : 12) Yang dipercaya sebagai penerima wahyu Tuhan dalam agamaHindu ini adalah orang-orang suci yang disebut Rsi, Rsi menerima wahyu Tuhan dengan caramemandang dan melihat. Rsi tidak hanya seorang tetapi jumlahnya ada tujuh orang Rsi, yaitu RsiRrtsamada berhubungan dengan turunnya Rg veda Mandala II; Visvamitra berhubungan denganturunnya Rg veda Mandala III; Vamadeva berhubungan dengan Mandala IV Rg veda; Atridikaitkan dengan turunnya Mandala V Rg Veda; Bhradvaja berhubungan dengan turunnyaMandala VI; Vasistha berhubungan dengan turunnya Mandala VII; dan Kanva berhubungandengan Mandala VIII Rg veda. Pokok ajaran : tujuan agama Hindu adalah tujuan beragama ataudarma, yaitu mencapai pelepasan, kebebasan atau kesempurnaan roh (moksa) dan kesejahteraanummat manusia, kedamaian, kelestarian dunia (jagaddhita). Pengertian moksa adalah kebebasanroh dari kehidupan duniawi atau pelepasan, bebas dari dosa. Sebelum mencapai moksa, setiaporang akan mengalami reinkarnasi (kehidupan kembali setelah kematian dalam wujud lainnya).reinkarnasi ini sangat ditentukan oleh kehidupan sebelumnya. Jika baik kehidupannya akanmengalami Reinkarnasi menjadi lebih baik dan sebaliknya jika buruk kehidupan sebelumnya,maka akan mengalami reinkarnasi menjadi lebih buruk. Manusia yang berbuat jahat ataumaksiat, akan terkena karma di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. Proses kehidupan yangtiada akhir ini dalam ajaran Hindu disebut Samsara. Jika seseorang telah mampu memperbaikidiri menjadi manusia sempurna, maka akan mencapai Moksa (Pelepasan Roh) dan menyatunya jiwa atman dengan Brahman. Analisis: Konsep ketuhanan dalam agama Hindu dikenal denganTuhan Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Siwa dan adanya Dewa-dewa Perantaraseperti Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Angin, dan lain sebagainya. Dilihat dari konsepketuhanan yang demikian telah jelas tidak sesuai dengan criteria absolute. Tuhan terpersonifikasidalam Dewa yang banyak (polytheisme) maka tidak distinc dan karenanya tidak unique. KitabSuci Weda berdasarkan tinjauan diatas, maka tak dapat dipercaya sebagai Wahyu dari Tuhan, juga dengan turunnya wahyu tersebut melalui banyak orang suci yang dipertanyakankemurniannya, karena mereka tak bisa secara jujur mengatakan yang sebenarnya. Ajarannyamengenai reinkarnasi, secara akal sehat tak bisa dipercaya, karena bertentangnya dengan realitassebenarnya. Dengan demikian agama Hindu tak bisa kita percaya sebagai agama yang benar danharus ditinggalkan.
B. Agama Budha
 Asal usul agama Budha bersumber dari seorang laki-laki yang dikenal dengan nama SiddhartaGautama, anak seorang raja atau pimpinan dari Suku Sakya dari sebuah Negara kecil di bagianUtara India. Suddhodana, ayah Siddharta, memberikan kesempatan kepada putranya untuk  belajar dan berkembang, mengajarkan semua keahlian yang harus dimiliki seorang pangeran.Sang ayah membawa guru terbaik dari setiap bidang, yang mengajari Siddharta pelajaran HinduKlasik. Untuk membahagiakan anaknya, Suddhodana memanjakan Siddharta denganmemberikan segalanya yang dapat ia berikan, termasuk istana indah dan hidangan lezat. Ia jugamengatur pernikahan putranya dengan Yosadhara, putri yang paling cantik di kerajaan. Harta benda dan kemewahan yang diberikan ayahnya ternyata tak bias membahagiakan Siddharta.Pikirannya juga terus bergejolak memikirkan penderitaan manusia, tatkala suatu hari ia keluar dari Istana dan mendapati seorang lelaki yang kurus
 
kering karena sakit meminta-minta dan melihat seorang lelaki lain tua yang bungkuk, gemetaran bersandar pada tiang di pinggir jalan. Dia menyadari bahwa kebahagiaan kehidupannya hanyalahsementara. Akhirnya pada usia 29 tahun, Sidharta meninggalkan istana, meninggalkan istri danseorang anak yang dicintainya. Ia bergabung dengan kelompok pertapa yang telah meninggalkankehidupan duniawi untuk mencari kebenaran tertinggi dengan menjadi penganut Hindu. Dariguru yang satu ke guru yang lain tak mendapatkan cara untuk menghapus penderitaan, akhirnyaSiddharta memutuskan untuk berkelana seorang diri, menjalani meditasi, melakukan pertapaan dihutan belantara, menyiksa diri dan akhirnya duduk mematung hingga burung pun hinggap danmematuki bahunya dan seekor tupai meloncat di lututnya. Menjalani pengembaraan dan pertapaan selama tujuh tahun, Siddharta tak menemukan kebenaran yang dicarinya. Tiba-tiba diamenyudahi pertapaan itu dengan meminum segelas susu dan makan nasi yang diberikan seorangwanita yang baik hati
ketika melihatnya. Ia kemudian duduk di bawah pohon Bodhi yang dikenal sebagai “ficusreligiosos” (pohon kebijaksanaan), berni
at untuk tidak meninggalkan pohon tersebut sampai diamendapatkan jawaban untuk mengatasi penderitaan. Saat matahari terbit, Siddharta diterangidengan cahaya kebijaksanaan yang berasal dari tubuhnya sendiri. Seluruh pertanyaannyaterjawab dengan jelas. Ia mengalami realisasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, penghentian dari pendeitaan, pemahaman intuisi terhadap kehidupan dan kematian. Ia bangkitdengan pancaran sinar dan kuat, penerangan sempurna. Sejak itu, Siddharta Gautama dikenalsebagai Buddha. Dari uraian dan penjelasan histories munculnya agama Budha, menunjukkan bahwa konsep ketuhanan agama Budha tidaklah jelas, karena sang Buddha dalam agama ini telahmenjadi guru sekaligus Tuhan sesembahan bagi penganut Buddha. Kitab suci agama Buddha bernama Tripitaka, yang mana kitab ini terhimpun dari pidato Buddha, yaitu Windyapittaka(peraturan hidup), Sutrantapittaka (wejangan/pelajaran Buddha) Abbidharmapittaka (soalkeagamaan). Ajaran Agama Budha adalah dua hal, yaitu Aryasatyani (kebenaran yang utama)dan Paratyasamutpada (rantai lingkaran sebab akibat).Menurut Buddha, hidup ini adalah penderitaan, penderitaan akibat hawa nafsu, penderitaan dapatdibuang dengan jalan membuang hawa nafsu, dan hawa nafsu ini dapat dibuang dengan delapancara (astaweda), yaitu kepercayaan yang kuat dan benar, niat dan pikiran yang benar, perkataanyang benar, kelakuan yang benar, penghidupan yang benar, tindakan yang benar, perhatian yang benar (tidak boleh terkena pengaruh sedih/senang) Semedi (pemusatan pikiran) yang benar.Dalam Aryasatyani juga diterangkan, bahwa hidup adalah penderitaan, akibat dari nafsu, makanafsu harus ditindas. Tetapi nafsu ini timbul karena kebodohan, sehingga kebodohanlah yangharus ditindas terlebih dahulu. Dengan demikian terhentilah hidup yang terjalin karena penderitaan, tinggal hidup yang abadi. Orang-orang yang yang telah mencapai hidup yang abadiini tidak akan menitis kembali di atas bumi karena telah masuk nirwana.Apabila dicermati, sebenarnya ajaran ini bukanlah merupakan suatu agama, karena kitab suciyang seharusnya memberikan informasi dari TuhanNya mengenai konsep ketuhanan, mengenaiutusanNya telah gugur bila diukur dengan kaidah-kaidah kebenaran. Apalagi dengan kitabnya.Analisis: Konsep ketuhanan dalam agama Budha tidaklah jelas, karena sang Buddha dalamagama ini telah menjadi guru sekaligus Tuhan sesembahan bagi penganut Buddha. Dalam agamaini juga dikenal banyak Dewa disamping Sang Budha, sehingga termasuk dalam agama polytheisme. Dengan demikian Tuhan dalam agama Buddha tidak distinc dan karenanya tidak unique. Kitab Suci Tripittaka merupakan kumpulan pidato dan konsep-konsep kebijakan dariSidharta Gautama setelah dianggap mencapai penerangan yang sempurna (Buddha), bukanmerupakan wahyu yang datangnya dari Tuhan yang absolute, distinc dan unique. Tidak 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->