Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SE - 17 PJ 2013

SE - 17 PJ 2013

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by Nanik Nurjayanti

More info:

Published by: Nanik Nurjayanti on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2013

pdf

text

original

 
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK  NOMOR : SE - 17/PJ/2013TENTANGPENYAMPAIAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR  PER-11/PJ/2013  TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-44/PJ/2010 TENTANG BENTUK, ISI, DAN TATA CARA PENGISIAN SERTAPENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK PERTAMBAHAN NILAI(SPT MASA PPN)DIREKTUR JENDERAL PAJAK,A. UMUMSehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-11/PJ/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-44/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi, dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN), perlu disusunSurat Edaran Direktur Jenderal Pajak sebagai acuan dalam pelaksanaan Peraturan Direktur Jenderal Pajak dimaksud.B. MAKSUD DAN TUJUAN1. MaksudSurat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan dalam pelaksanaan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-11/PJ/2013 terkait dengan pelaporan SPT Masa PPN. 2. TujuanSurat Edaran ini bertujuan agar pelaporan SPT Masa PPN dapat dilaksanakan dengan baik sesuai denganketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-11/PJ/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-44/PJ/2010tentang Bentuk, Isi, dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).C. RUANG LINGKUPRuang lingkup Surat Edaran ini meliputi kewajiban penggunaan e-SPT dalam pelaporan SPT Masa PPN, tats cara penggantian Faktur Pajak, keterangan yang harus dilaporkan dalam Formulir 1111B3, dan penjelasan terkait pelaporan SSP Lembar ke-3 yang diterima dari Pemungut PPN.D. DASAR 1.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. 2.
 
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-44/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi, dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).3.
 
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, danTata Cara Pembatalan Faktur Pajak.E. MATERII. Kewajiban Penggunaan e-SPT1. Setiap Pengusaha Kena Pajak badan wajib menyampaikan SPT Masa PPN 1111 dalam bentuk data elektronik.2. Pengusaha Kena Pajak orang pribadi yang:a.
 
melaporkan lebih dari 25 (dua puluh lima) dokumen (Faktur Pajak/dokumen tertentu yang
 
kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak dan/atau Nota Retur/Nota Pembatalan) pada salah satu Lampiran SPT dalam 1 (satu) Masa Pajak; atau b.
 
 jumlah seluruh penyerahan barang dan jasanya dalam 1 (satu) Masa Pajak Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) atau lebih,wajib menyampaikan SPT Masa PPN 1111 dalam bentuk data elektronik.3. Pengusaha Kena Pajak orang pribadi yang:a.
 
melaporkan tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) dokumen (Faktur Pajak/dokumen tertentuyang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak dan/atau Nota Retur/NotaPembatalan) pada setiap Lampiran SPT dalam 1 (satu) Masa Pajak; dan b.
 
 jumlah seluruh penyerahan barang dan jasanya dalam 1 (satu) Masa Pajak kurang dariRp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah),dapat memilih menyampaikan SPT Masa PPN 1111 dalam bentuk formulir kertas (hard copy) ataudalam bentuk data elektronik.4. Dalam hal SPT Masa PPN 1111 disampaikan dalam bentuk data elektronik, PKP harusmenggunakan aplikasi e-SPT yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Induk SPTMasa PPN 1111 tetap disampaikan dalam bentuk formulir kertas (hard copy).II. Tata Cara Pembetulan SPT Masa PPN Terkait Dengan Penggantian Faktur Pajak 1. Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-24/PJ/2012 diatur bahwa dalam hal terdapat penggantian Faktur Pajak, maka:a.
 
Faktur Pajak Pengganti tetap menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti, sedangkan tanggal Faktur Pajak Pengganti diisidengan tanggal pada saat Faktur Pajak Pengganti dibuat. b.
 
Faktur Pajak Pengganti dilaporkan dalam SPT Masa PPN pada Masa Pajak yang samadengan Masa Pajak dilaporkannya Faktur Pajak yang dilakukan penggantian denganmencantumkan nilai dan/atau keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya setelah penggantian.c.
 
Pelaporan Faktur Pajak Pengganti pada SPT Masa PPN harus mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti pada kolom yang telah ditentukan.2. Tata cara penggantian Faktur Pajak dan pembetulan SPT Masa PPN sebagaimana diatur dalam butir 1 di atas berlaku juga untuk penggantian Faktur Pajak yang dilakukan setelah berlakunyaPeraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-24/PJ/2012 atas Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-24/PJ/2012.  3. Contoh Penggantian Faktur Pajak:Tanggal Uraian28 April 2013 PT Cerdik (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak kepada PT Pandai(PKP Pembeli) dengan Kode dan Nomor Seri 010.900-13.00000050, DPPsebesar Rp280.000.000,00. dan PPN sebesar Rp28.000.000,00.31 Mei 2013 Faktur Pajak tersebut dilaporkan oleh PT Cerdik pada SPT Masa PPNMasa Pajak April 201311 Juli 2013 PT Cerdik menyadari telah salah membuat Faktur Pajak, harga jualsebenarnya adalah sebesar Rp230.000.000,0015 Juli 2013 PT Cerdik menerbitkan Faktur Pajak Pengganti kepada PT Pandai denganKode dan Nomor Seri yang sama yaitu 011.900-13.00000050, DPP sebesar Rp230.000.000,00. dan PPN sebesar Rp23.000.000,00
 
Sebagai konsekuensi dari penerbitan Faktur Pajak Pengganti tersebut, maka:a. PT Cerdik harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak April 2013 sebagai berikut:1) melaporkan Faktur Pajak Pengganti (Kode dan Nomor Seri 011.900-13.00000050) pada Formulir 1111 A2 dengan cara:- Kolom Kode dan Nomor Seri diisi 011.900-13.00000050- Kolom Tanggal diisi 15-07-2013- Kolom DPP (Rupiah) diisi 230.000.000- Kolom PPN (Rupiah) diisi 23.000.000- Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak YangDiganti/Diretur diisi 010.900-13.000000502) Faktur Pajak yang diganti (Kode dan Nomor Seri 010.900-13.00000050) tidak  perlu dilaporkan lagi. b. Faktur Pajak Pengganti (Kode dan Nomor Seri 011.900-13.00000050) tidak perludilaporkan dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Juli 2013.III. Keterangan yang Harus Dilaporkan dalam Formulir 1111B31. Faktur Pajak yang menurut ketentuan dapat dikreditkan sebagai Pajak Masukan namun tidak dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak, harus dilaporkan dalam Formulir 1111B3.2. Dengan demikian Formulir 1111 B3 berisi daftar:a.
 
Pajak Masukan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan tidak dapat dikreditkan; b.
 
Pajak Masukan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dapat dikreditkan namun tidak dikreditkan oleh PKP; dan/atauc.
 
Pajak Masukan yang mendapat fasilitas PPN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.IV. SSP Lembar ke-3 yang diterima dari Pemungut PPN atas penyerahan BKP dan/atau JKP kepada PemungutPPN1.
 
PKP yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP kepada Pemungut PPN wajib melampirkanSSP Lembar ke-3 yang diterima dari Pemungut PPN dalam hal SSP telah diterima oleh PKP.2.
 
SSP Lembar ke-3 tersebut bukan merupakan syarat kelengkapan SPT Masa PPN yang disampaikanoleh PKP yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP kepada Pemungut PPN.F. PENUTUPSehubungan dengan ketentuan tersebut di atas, dengan ini diminta kepada:a.
 
KPP atau KP2KP agar melaksanakan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak NomoPER-11/PJ/2013 serta menyampaikan dan mensosialisasikan ketentuan tersebut kepada Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar dalam unit kerja Saudara. b.
 
Kantor Wilayah DJP agar memantau pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing KPP terkait pelaksanaan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  PER-11/PJ/2013.  Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->