“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yangmementingkan diri sendiri”“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan,kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda beradadalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yangmengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat andaberikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karenaseorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”Abu Ja’far bin Babawaith As Sijistani berkata: “Seorang raja pernahmenyurati raja negeri lain, ‘Bagaimana engkau mengatur kerajaanmu danmemerintah rakyatmu? Raja negeri itu menjawab, ‘Dengan delapan cara:Tidak bercanda ketika memerintah dan melarang, tidak melanggar satupun janji dan ancaman, menghukum berdasarkan kesalahan bukan berdasarkedengkian, mengangkat pejabat berdasarkan kecakapan bukanberdasarkan keinginan, membujuk hati rakyat dan tidak memaksa,mempermudah perijinan bukan karena kelemahan, menyediakan bahanmakanan dengan merata dan menghindari hal-hal yang berlebihan’Plato berkata, “Seseorang tidak boleh datang ke sebuah kota sebelum diamengetahui tiga hal tentang kota itu: rajanya adil, menterinya ahli danhakimnya suciIskandar ditanya: ‘Mengapa engkau tidak menyimpan kekayaan seperti yang dilakukan oleh para raja? Dia menjawab, “Sahabat-sahabat danprajurit-prajuritku adalah harta kekayaanku. Aku menyimpan harta didalam diri mereka, bukan di dalam tanah yang jauh dari mereka. Harta yang menjagaku lebih baik dari harta yang aku jaga. Tanah tidak dapatmenolongku, prajuritlah yang dapat menolongku”Iskandar bertanya kepada filosof India: ‘Mengapa peraturan dan undang-undang di negeri kalian sangat sedikit? Mereka menjelaskan, “Karena kamimemenuhi kewajiban atas dasar kesadaran kami sendiri, dan karenakeadilan raja kami kepada kami”Diogenes berkata, “Seorang nakhoda yang bijaksana tidak akan bergunakalau para kelasinya tidak ahli. Seorang pemimpin yang baik tidak akanberguna kalau menteri menterinya tidak baik”