Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Referat Obgyn

Referat Obgyn

Ratings: (0)|Views: 20 |Likes:
bebas
bebas

More info:

Published by: Nanang Bondet Prakoso on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

 
Perdarahan pada trimester pertamaDefinisi abortus sendiri terbatas pada terminasi kehamilan sebelum umur 20 minggu, didasarkan padatanggal hari pertama haid terakhir definisi lain yang sering digunakan adalah pelahiran janin atauneonates yang beratnya kurang dari 500gram. Lebih dari 80% abortus terjadi dalam 12 minggupertama. Anomaly kromosom menyebabkan paling sedikit separuh dari abortus dini ini. Resiko abortusspontan meningkat seiring dengan paritas serta usia ibu dan ayah. Insiden abortus meningkat padawanita yang hamil dalam 3 bulan setelah melahirkan aterm. Dampak abortus pada kehamilanselanjutnya untuk kesuburan tidak akan berubah oleh abortus. Satu pengecualian yang mungkin terjadiadalah resiko kecil akibat infeksi panggul. Aspirasi vakum tidak menyebabkan peningkatan insidenabortus spontan pada midtrimester, persalinan premature, atau bayi berat badan lahir rendah padakehamilan berikutnya. Akan tetapi kuretase dan dilatasi pada primigravida menyebabkan peningkatanresiko kehamilan ektopik, abortus midtrimester, dan bayi berat badan lahir rendah.Komplikasi serius pada abortus paling sering berkaitan dengan abortus criminal. Hemoragi hebat, sepsis,syok bakteri, dan gagal ginjal akut. Hasil akhirnya adalah metritis , tetapi parametritis, peritonitis,endokarditis, dan septicemia juga dapat terjadi. Pemulihan ovulasi mungkin dapat pulih dalam 2 minggusetelah abortus. Oleh karena itu, segera setelah abortus menggunakan kontrasepsi yang efektif adalahtindakan yang penting dilakukan.Aspek klinis abortus dibagi menjadi tujuh subkelompok : mengancam (threatened), tidak terelakkan(inevitable), inklompet, missed, rekuren, terapetik, dan elektif. Lima subkelompok pertama adalahabortus spontan. Abortus yang diinduksi secara legal merupakan prosedur yang relative aman terutama jika dilakukan dalam 2 bulan pertama kehamilan.
Abortus mengancam (threatened)
Diagnosis klinis abortus mengancam ditegakkan jika muncul rabas vaginayang bersemu darah atauperdarahan selama paruh pertama kehamilan. Perdarahan biasanya terjadi terlebih dahulu, kemudiantimbul nyeri kram perut beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Diagnosis banding pada wanitadengan perdarahan semacam itu adalah perdarahan fisiologispada waktu haid, lesi di serviks, polipsrviks, servisitis dan rekasi desidua pada serviks. Kehamilan ektopik harus selalu dipertimbangkan dalamdiagnosis banding abortus mengancam. Terapi abortus mengancam adalah tirah baring dirumah dengananalgesia untuk membantu mengurangi nyeri. Jika perdarahan menjadi serius maka wanita yangbersangkutan perlu diperiksa ulang dan dilakukan pemeriksaan hematokrit. Jika kehilangan darah cukupmembuat anemia atau hipovolemia maka diindikasikan evakuasi kehamilan.
Abortus tidak terelakkan
Abortus tidak terelakkan sering ditandai oleh robekan luas membrane disertai pembukaan serviks. Padakeadaan ini abortus hampir pasti terjadi. Kontraksi uterus biasanya segera timbul, atau jika tidakmungkin terdapat infeksi. Jika membrane jelas terlihat robek atau terjadi pembukaan serviks yangsignifikan maka kemungkinan untuk menyelamatkan kehamilan hampir tidak ada. Jika tidak timbulperdarahan atau nyeri maka wanita yang bersangkutan dapat ditirah baringkan dan diamati untuk
 
melihat kebocoran lebih lanjut cairan , perdarahan, nyeri kram, atau demam. Jika setelah dua kali 24 jam tanda tanda ini tidak muncul maka pasien dapat kembali menjalankan aktivitas sehari harinyakecuali segala bentuk tindakan penetrasi vagina. Akan tetapi jika pengeluaran cairan dibarengi ataudiikuti oleh perdarahan dan nyeri, atau timbul demam maka abortus harus dianggap tidak terelakkandan uterus dikosongkan.
Abortus inkomplet
Abortus inkomplet didiagnosis jika plasenta, seluruhnya arau sebagian, tertahan diuterus tetapi janintelah keluar. Abortus inkomplet biasanya disertai oleh perdarahan dan mungkin cukup signifikan padakehamilan tahap lebih lanjut. Mudigah janin dan plasenta kemungkinan besar akan dikeluarkan bersamasamapada abortus yang terjadi sebelum 10 minggu gestasi.
Missed abortion
Missed abortion didefinisikan sebagai retensi produk konsepsi yang telah meninggal dalam uterusselama beberapa minggu. Setelah kematian janin, dapat terjadi perdarahan vagina atau gejala lain.Ukuran uterus mungkin tidak berubah dan perubahan payudara biasanya berkurang. Sebbagian besarmissed abortion berakhir secara spontan, namun, retensi berkepanjangan janin yang meninggal dapatmenyebabkan gangguan koagulasi. Pathogenesis dan terapi defek koagulasi dan perdarahan yangmenyertainya pada kasus kasus retensi berkepanjangan janin meninggal.
Abortus rekuren
Definisi abortus rekuren adalah tiga atau lebih abortus spontan yang terjadi secara beurutan. Padasebagian besar kasus, abortus spontan yang berulang lebih merupakan suatu kebetulan. Wanita dengantiga atau lebih abortus dianggap berisiko mengalami anomaly kromosom, gangguan endokrin, ataukelainan sistem imun. Wanita ini juga akan mengalami resiko persalinan premature, plasenta previa,presentasi bokong, dan malformasi janin pada kehamilan berikutnya.
Abortus terapeutik
Abortus terapeutik adalah terminasi kehamilan secara medis atau bedah sebelum janin mampu hidupuntuk mencegah cedera tubuh yang serius atau permanen pada ibu.
 American college of obstetriciansand gynecologists
(1987) menyusun pedoman untuk abortus terapeutik :
 
Jika berlanjutnya kehamilan dapat mengancam nyawa atau menimbulkan gangguankesehatan yang serius bagi wanita yang bersangkutan.
 
Jika kehamilan terjadi akibat perkosaan atau inses.
 
Jika berlanjutnya kehamilan kemungkinan besar akan menghasilkan anak dengandeformitas fisik atau retardasi mental yang parah.
Abortus elektif 
 
Abortus elektif adalah penghentian kehamilan sebelum viabilitas atas permintaan wanita yangbersangkutan tetapi bukan karena alas an gangguan kesehatan ibu atau penyakit pada janin. DiIndonesia kasus abortus seperti ini tidak dibenarkan.Terdapat beragam etiologi janin dan ibu yang menyebabkan abortus spontan diantaranya :
Aneuploidi
Temuan morfologis tersering pada abortus spontan dini adalah kelainan perkembangan zigot, mudigah, janin dini, atau kadang kadang plasenta, dan sering terdapat kelainan kromosom. Trisomi autosommerupakan kelainan kromosom tersering ditemukan pada abortus trimester pertama. Misalnya, trisomi13, 16, 18, 21, dan 22 merupakan yang paling sering menyebabkan abortus. Monosomi X (45, X)merupakan kelainan tersering berikutnya dan memugkinkan kehidupan pada janin perempuan (misalnyasindrom turnenr).
Infeksi
Herpes simplex dilaporkan menyebabkan peningkatan abortus setelah infeksi genital pada awalkehamilan. Aborsi spontan juga secara independent berkaitan dengan HIV-1 pada ibu, seroreaktivitassifilis pada ibu, dan kolonisasi vagina oleh streptococcus grup B. selain itu juga terdapat bukti yangmendukung peran
myoplasma hominis
dan
Ureaplasma urealyticum
dalam abortus.
kelainan endokrin
wanita dengan hipotiroidisme subklinis dan dengan otoantibodi tiroid mungkin memperlihatkanpeningkatan resiko. Abortus spontan dan malformasi congenital mayor meningkat pada wanita diabetestergantung insulin, dan resiko ini berkaitan dengan derajat pengendalian metabolic. Sekresiprogesterone yang kurang memadai oleh korpus luteum atau plasenta dilaporkan berkaitan denganpeningkatan insiden abortus.
Pemakaian obat
Merokok berkaitan dengan peningkatan abortus euploidi. Sering minum alcohol selama 8 minggukehamilan dapat menyebabkan abortus spontan dan malformasi janin. Angka abortus meningkat padawanita yang minum alcohol dua kali seminggu dan meningkat tiga kali pada wanita yang minum alcoholtiap hari. Alat kontrasepsi dalam rahim berkaitan dengan peningkatan insidensi abortus septic setelahkegagalan kontrasepsi.
Kelainan imunologik
Dua model patofisiologis utama untuk menerangkan abortus spontan terkait imunitas adalah teoriotoimun dan teori aloimun. Penyakit otoimun yang telah dipastikan berkaitan dengan abortus adalahsyndrome antibody antifosfolipid. Mekanisme terhentinya kehamilan pada para wanita ini diperkirakan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->