Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH USHUL FIQH

MAKALAH USHUL FIQH

Ratings: (0)|Views: 216|Likes:
Published by Ega Ceniezz

More info:

Published by: Ega Ceniezz on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/01/2013

pdf

text

original

 
BAB IIPEMBAHASAN
A.
TAQLID
1.
Pengertian Taqlid
Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam ilmu fiqh dan ilmu ushul fiqh,taqlid juga berasal dari bahasa Arab. Kata kerja (fi’il)-nya ialah: “qallada”,“yuqallidu”, “taqlidin”. Yang mempunyai arti bermacam-macam, seperti:“mengalungi”, “meniru”, “mengikuti”.
1
Para ulama ushul memberikan defenisi taqlid dengan “ mengikuti pendapatseseorang mujtahid atau ulama tertentu tanpa mengetahui sumber dan cara pengambilan pendapat tersebut”. Sedangkan orang yang bertaqlid disebut mukallid.Adapun definisi lain yang mengartikan bahwa taqlid yaitu menerima suatu ucapanorang lain serta mempergunakannya tanpa mengetahui dalil atau alasan yangdipergunakan. Adapun contohnya yaitu:
2
“ Si Abdul mengikuti pendapat suatu imam mazhab yang menanyakan bahwamembaca bismillah pada Al-fatiha ketika melaksanakan shalatharus di jabarkan, tanpamengetahui alasan atau dalil yang dipergunakan oleh imam mazhab tersebut benar atau bagaimana”.Dari defenisi di atas terdapat dua unsur yang perlu diperhatikan dalam pembicaraan taqlid,
3
yaitu:
1.
Menerima atau mengikuti suatu perkataan seseorang.
2.
Perkataan terserbut tidak di ketahui dasarnya, apakah ada dalam Al-Qurandan Hadist tersebut.Pendapat ahli Fiqh ini hampir sama dengan pendapat Al-ghazali, AsySyaukani, dan Ash shan’ani yang mengatakan bahwa taqlid itu ialah menerima atau
1 H. Alaiddin koto,M.A. 2009.
Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh.
Pekanbaru: PTRAJAGRAFINDO PERSADA, Hlm. 1322 DR. H. Nazar Bakry. 2003.
Fiqh dan Ushul Fiqh.
Jakarta: PT RAJAGRAFINDOPERSADA, Hlm.2473 H. Alaiddin koto,M.A. Op. Cit. Hlm. 132
USHUL FIQH (TAQLID dan ITTIBA’)
 
1
 
mangamalkan pendapat orang lain yang tidak disertai atau tidak diketahui alasan(dasar hujjahnya) yang berasal dari Al-Quran dan Hadist.Muhammad Rasyid Ridha menetapkan definisi taqlid denganmenghubungkannya dengan kenyataan-kenyataan yang ada dalam masyarakat kaummuslimin. Menurut beliau taqlid ialah mengikuti pendapat orang yang dianggapterhormat dalam masyarakat serta dipercaya tentang suatu hukum agama islam tanpamemperhatikan benar atau salahnya, baik atau buruknya, manfaat atau mudharathukum itu.
2.
Hukum Taqlid
Ada tiga macam hukum-hukum taqlid yaitu:
Pertama : Taqlid yang Haram
Para ulama sepakat bahwa haram melakukan taqlid yang semacam ini. Taqlidini terdiri atas tiga macam pula, yaitu :
4
a.
Taqlid semata mata mengikuti adat kebiasaan atau pendapat nenek moyangatau orang-orang dahulu kala, yang bertentangan dengan Al-Quran danHadist. Contohnya ialah menurut adat kebiasaan dan perkataan orang-orang dahulu jika seorang melakukan tirakatan selama tujuh malam dimakan A, ia akan memperoleh apa yang diinginkannya. Adat kebiasaandan perkataan ini diikuti orang, sedang tidak terdapat dasarnya dalam Al-Quran dan Hadist. Bahkan Allah menyatakan dalam firmanNya:
 
Artinya: dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkanAllah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kamidapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga),
4 H.A. Mu’in. Dkk. 1986.
Ushul Fiqh (Metode Panggalian Hukum Islam).
 Jakarta:Institut Agama Islam Negeri. Hlm. 148
USHUL FIQH (TAQLID dan ITTIBA’)
 
1
 
walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".
(Q.S.2:170)Dan firman Allah SWT:
 
Artinya: apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allahdan mengikuti Rasul". mereka menjawab: "Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
(Q.S. 5:104)Perbuatan mengikuti adat kebiasaan dan perkataan nenek moyangsemacam itu termasuk perbuatan yang dilaknati Allah SWT, tidak akanmendapat pertolongan-Nya di dunia dan di akhirat nanti, sebagaimanafirman-Nya:
 
Artinya: Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir danmenyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), merekakekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorangpelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. pada hari ketika
USHUL FIQH (TAQLID dan ITTIBA’)
 
1

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->