Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Penggerak Pneumatik Dan Hidrolik.docx1

Sistem Penggerak Pneumatik Dan Hidrolik.docx1

Ratings: (0)|Views: 176 |Likes:
Published by Rahman Sonowijoyo
Sistem Penggerak Pneumatik Dan Hidrolik.docx1
Sistem Penggerak Pneumatik Dan Hidrolik.docx1

More info:

Published by: Rahman Sonowijoyo on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2013

pdf

text

original

 
SISTEM PENGGERAK PNEUMATIK DAN HIDROLIK 1.
 
Solenoid Valve Pneumatic17APR 
 Gambar 1. Solenoid Valve Pneumatic
“Solenoid adalah salah satu jenis kumparan terbuat dari kabel panjang yang dililitkan
secara rapat dan dapat diasumsikan bahwa panjangnya jauh lebih besar daripada diameternya.Dalam kasus solenoid ideal, panjang kumparan adalah tak hingga dan dibangun dengan kabelyang saling berhimpit dalam lilitannya, dan medan magnet di dalamnya adalah seragam dan paralel terhadap sumbu solenoid.Solenoid valve pneumatic adalah katup yang digerakan oleh energi listrik,mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan plunger yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid valve pneumatic atau katup (valve)solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust, lubangmasukan, berfungsi sebagai terminal / tempat udara bertekanan masuk atau supply (serviceunit), lalu lubang keluaran, berfungsi sebagai terminal atau tempat tekanan angin keluar yangdihubungkan ke pneumatic, sedangkan lubang exhaust, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan udara bertekanan yang terjebak saat plunger bergerak atau pindah posisi ketikasolenoid valve pneumatic bekerja.Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yangmempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan makakoil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan plunger pada bagian dalamnya ketika plunger berpindah posisi maka pada lubang keluaran dari solenoidvalve pneumatic akan keluar udara bertekanan yang berasal dari supply (service unit), padaumumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.
 
 Gambar 2. Bagian Selenoid Valve PneumaticBerikut keterangan gambar Solenoid Valve Pneumatic:1. Valve Body2. Terminal masukan (Inlet Port)3. Terminal keluaran (Outlet Port)4. Terminal slot power suplai tegangan5. Kumparan gulungan (koil)6. Spring7. Plunger 8. Lubang / exhaustGambar 3. Prinsip Kerja Solenoid Valve PnuematicKompressor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak mula umumnya motor listrik. Udara akan disedot oleh kompresor kemudian ditekan ke dalam tangki udara hinggamencapai tekanan beberapa bar. Untuk menyalurkan udara bertekanan ke seluruh sistem(sirkuit pneumatik) diperlukan unit pelayanan atau service unit yang terdiri dari penyaring(filter), katup kran (shut off valve) dan pengatur tekanan (regulator).Service unit ini diperlukan karena udara bertekanan yang diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan operasional pada umumnya hanyalah sekitar 6 bar. Selanjutnya udara bertekanan disalurkan dengan bekerjanya solenoid valve pneumatic
 
ketika mendapat tegangan input pada kumparan dan menarik plunger sehingga udara bertekanan keluar dari outlet port melalui selang elastis menuju katup pneumatik (katup pengarah/inlet port pneumatic). Udara bertekanan yang masuk akan mengisi tabung pneumatik (silinder pneumatik kerja tunggal) dan membuat piston bergerak maju dan udara bertekanan tersebut terus mendorong piston dan akan berhenti di lubang outlet port pneumatic atau batas dorong piston.
2.
 
Kompresor Sederhana
Kompresor adalah alat pengkompresi udara dengan kata lain kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebihtinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1 atm). Dalam keseharian, kitasering memanfaatkan udara mampat baik secara langsung atau tidak langsung. Sebagaicontoh, udara manpat yang digunakan untuk mengisi ban mobil atau sepeda montor, udaramampat untuk membersihkan bagian-bagian mesin yang kotor di bengkel-bengkel danmanfaat lain yang sering dijumpai sehari-hari.Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai penghasil udaramampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor banyak dipakai untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan mesin yaitu turbin gas, mesin pendingin dan lainnya.Dengan mengambil contoh kompresor sederhana, yaitu pompa ban sepeda ataumobil, prinsip kerja kompresor dapat dijelaskan sebagai berikut. Jika torak pompa ditarik keatas, tekanan di bawah silinder akan turun sampai di bawah tekanan atmosfer sehinggaudara akan masuk melalui celah katup hisap yang kendur. Katup terbuat dari kulit lentur,dapat mengencang dan mengendur dan dipasang pada torak. Setelah udara masuk pompakemudian torak turun kebawah dan menekan udara, sehingga volumenya menjadi kecil.Gambar 4Tekanan menjadi naik terus sampai melebihi tekanan di dalam ban, sehingga udaramampat dapat masuk ban melalui katup (pentil). Karena diisi udara mampat terusmenerus,tekanan di dalam ban menjadi naik. Jadi jelas dari contoh tersebut, proses pemampatan terjadikarena perubahan volume pada udara yaitu menjadi lebih kecil dari kondisi awal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->