Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Ikan Yang Baik (Good Handling Practices) GHdP

Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Ikan Yang Baik (Good Handling Practices) GHdP

Ratings: (0)|Views: 498 |Likes:
Published by ErienYanKoto

More info:

Published by: ErienYanKoto on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
1
BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Hasil perikanan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalampembangunan perikanan nasional terutama dalam meningkatkan penyerapan tenagakerja, penerimaan devisa negara atau pendapatan asli daerah, peningkatanpendapatan dan kesejahteraan bangsa pada umumnya, nelayan dan pelaku usaha dibidang perikanan dengan tetap memelihara lingkungan, ketersediaan dan kelestariansumber daya ikan. Untuk mewujudkan peranan tersebut, hasil perikanan Indonesiaharus dapat memenuhi persyaratan yang dapat menjamin mutu dan keamanan yangdiinginkan oleh konsumen sehingga dapat bersaing baik di pasar nasional maupuninternasional yang akhirnya akan menjaga kestabilan dan peningkatan produksi sertapemasaran hasil perikanan.Pada dasarnya perikanan merupakan sebuah sistem yang terdiri dari tigakomponen, yaitu produksi, penanganan dan pengolahan (
handling and processing)
 serta pemasaran. Pada subsistem produksi kita dapat menghasilkan produk perikananprimer melalui dua cara yaitu penangkapan dan pembudidayaan. Pada subsistempemasaran, perlu diperhatikan agar bagaimana masyarakat indonesia dan dunia maumengkonsumsi, menggunakan dan membeli ikan dan produk perikanan sebanyakmungkin dengan harga yang menguntungkan produsen. Selanjutnya pada subsistempenanganan dan pengolahan (pasca panen) adalah untuk menjamin, bahwa kualitas,keamanan (
safety
), rasa (
taste
), bentuk sajian, dan kemasan (
packaging 
) ikan danproduk perikanan memenuhi segenap persyaratan dan selera konsumen (pasar).Pada subsistem inilah, proses peningkatan nilai tambah terhadap ikan dan produkperikanan berlangsungTahap akhir dari kegiatan perikanan adalah penanganan. Ikan hasilpenangkapan atau pemanenan harus segera ditangani untuk menghambatpenurunan kualitas. Tahapan awal penanganan hasil perikanan dilakukan di atas kapalperikanan pada saat proses penangkapan dan selanjutnya dilakukan pembongkaranhasil tangkapan di pelabuhan perikanan dan pelelangan di tempat pelelangan ikan.Tahapan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan titik kritis awal yang harus diperhatikan sebaik mungkin untuk menjamin sebanyak mungkin produk perikanan yangakan didistribusikan agar tetap mempunyai mutu yang baik. Namun disatu sisi pelakuusaha terutama nelayan belum memikirkan apakah upaya yang dilakukan sudah benar,baik secara teknis maupun ekonomis.Sebagai penjabaran dari Undang-undang No. 31 tahun 2004 sebagai manatelah dirubah menjadi Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan,telah ditetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP.01/ MEN/2007 yang menetapkan tentang persyaratan-persyaratan jaminan mutu dankeamanan hasil perikanan pada proses produksi, pengolahan dan distribusi. Sebagaiimplementasi dari pelaksanaan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor:KEP.01/MEN/2007, terutama dalam bidang perikanan tangkap, diperlukan adanyapedoman mengenai tata cara penanganan ikan yang baik di atas kapal perikanan dandi pelabuhan perikanan serta tempat pendaratan ikan lainnya.
1.2 Tujuan
 
2
Maksud dibuatnya buku pedoman penanganan ikan yang baik di atas kapalperikanan, di pelabuhan perikanan dan tempat pendaratan ikan ini adalah untukmemberikan pedoman mengenai tata cara penanganan ikan yang baik. Selain itubuku ini dapat dijadikan panduan bagi pengawas mutu hasil perikanan di pelabuhanperikanan dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari, dalam rangkamengimplementasikan kegiatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasilperikanan di pelabuhan perikanan.
 
3
BAB 2. KUALITAS IKAN2.1 Ikan Berkualitas Baik
Setiap pelaku perikanan termasuk konsumen mempunyai cara-cara yang berbeda-bedauntuk menilai kualitas ikan, namun terdapat beberapa indikator dasar yang dapatdigunakan untuk melihat apakah ikan mempunyai kualitas baik atau tidak baik, yaitumelalui penilaian sensorik menggunakan indera manusia yang sering disebut sebagaipengujian organoleptik. Penilaian sensorik (uji organoleptik) ini didasarkan padapenampilan ikan, aroma dan tekstur seperti yang terangkum pada tabel 1 dibawah ini :Tabel 1 . Indikator sensorik kualitas ikan
KRITERIA KARAKTERISTIK IKANBERKUALITAS BAIKKARAKTERISTIK IKANBERKUALITAS TIDAK BAIKMata
Jernih, cembung, pipil hitam,korne transparanPudar, cekung. Kusam
Insang
Merah cerah, lendir jernih,berbau segar Cokelat pucat, lendir berwarnapudar, bau tidak sedap
Daging
Keras, badan keras, bekastekanan jari tidak adaLunak/benyek
Dinding perut
Utuh Rusak, isi perut biasanyakeluar, lembek
Bau
Segar Bau tidak sedap/busuk
Penampakansecara umum
Cerah, mengkilap, warnacemerlangPucat/kusam, warnacenderung pudar Pada Gambar 1. Merupakan ilustrasi lebih lanjut mengenai ciri-ciri ikan yang berkualitasbaik dan burukGambar 1. Ciri-ciri ikan yang berkualitas baik dan buruk
2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Ikan

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->