• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
 
JEGAL-JEGALAN dan MASA BODO !(Analisis sederhana atas Aktivitas Harian Seorang Guru Goblog)Memasuki periode 2009, fenomena luka hatiku selagi tahun 2006 kembaliterkuak. Ibarat luka nanah, kembali berdarah. Batinku perih, hatiku merana.Daging serasa terkoyak-koyak. Suhu Tubuh naik dan turun tak menentu ~ hampabenar rasanya hidup ini.Ingin bunuh diri takut dosa ! Ingin mati, hah impian konyol nan sia-sia. Inginhidup ? Ya … tapi harus kembali terhormat dan bermartabat.Teringat daku akan kejadian tahun 2006-2007 silam, semua sensor sensitivitas terusdiaktifkan sampai meradang hingga saat ini. Mengingat semua kejadian bagaikenangan yang berulang, memori kelabu kembali diputarkan.Sungguh sebuah ironi, tetapi bagiku itu semua harus dilewati dan dijalani.Klise, itulah sebuah proses … CUIH ! :mad:Tahun itu aku mengalami banyak pertentangan, sudah terhadap dirikusendiri dan juga terhadap orang lain. Seseorang yang dulunya adalah rekan kerjaterdekat, beralih rupa menjadi MEDUSA. Semua orang memandang karenaketokohan dan karena kesepuhannya (keseniorannya), memang dari tahunsebelumnya aku sudah curiga ~ mengapa harus ada doktrin : orang ini bisa bekerja,orang ini tidak bisa bekerja.Karena doktrin itu, aku sempat berperang dingin dengan beberapa teman yangakhirnya menjadi sahabat sejati, teman dalam suka dan duka, berbagi pengalamandan berbagi kesedihan. Sebuah kebenaran yang memilukan, namun disisi lain justrumembebaskanku dari belenggu kebutaan akan kebenaran !Sang bunda yang dulunya tempat ku mengadu, sedikit demi sedikit berubahmenjadi Musuh. Bahkan dengan sengaja memusuhiku. Aku teringat akan tulisankutentang kegoncangan di mayapada … yang berakhir ricuh dan tampak disana bundayang kalem menjadi Medusa yang ganas, liar, berapi-api, mengoya-koyak apa sajayang ada dihadapannya dan hanya dengan menatapnya sang korban menjaditerpaku, diam membisu. Tetapi itu tidak terjadi padaku, maka amarahnya semakinmembahana.Dulu aku digadang-gadang, diberi kehormatan, diberi kewibawaan, diberikekuasaan, otorisasi … tetapi ternyata itu instan dan sebenarnya aku hanyaBONEKA kekuasaan. Atasanku yang dulu sekarang sudah digantikan, beliau akhirnyamencari pengaruh sebagai calon wakil rakyat yang entah bagaimana akhirnyasampai saat ini masih belum jelas hasil kedudukannya. Sementara Bunda Medusaibarat berambut ular, masih terus mencari-cari cara untuk menjegal diriku ~ entahapapun itu.Baik melalui permufakatan, baik melalui proses, baik melalui rapat-rapat rahasiayang tujuannya hanya satu. JANGAN SAMPAI SI INI BERKUASA dan MEMPUNYAIPENGARUH (?) … Aneh ! Apa yang bisa aku kuasai, aku bukan raja ! aku juga bukanpanglima. Seandainya aku berpengaruh dan mempengaruhi pun, bukan demikepentinganku saja, tetapi demi perbaikan akan kualitas bersama dan proses
of 00

Commenting has been disabled.