BAB IMA’RIFATULLAH DALAM PENGOBATAN
Hai jiwa yang tenang (
an-nafsu al-muthmainnah
). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagidiridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.(QS. Al-Fajr:27-30)Dari ayat di atas terdapat 3 pijakan bagi seorang pembekam sebagai dasar moral dalam melaksanakan bekam,yakni:
a.
Memiliki jiwa yang tenang (
an-nafsu al-muthmainnah
)Pembekam hendaklah memiliki jiwa yang tenang, karena hanya kepada jiwa yang tenang Allahmemanggilnya untuk kembali kepada jalan-Nya yang lurus. Nafsu al-muthmainnah ini mampumengalirkan energi tersembunyi yang dapat melakukan penyeimbang kepada ruh manusia yang sakit,dan dampak dari penyeimbang kepada ruh inilah yang menimbulkan kesan kesembuhan bagi penyakit-penyakit jasmani.Orang yang melihat seruan Allah ini akan membuka mata
bashirah
nya (mata batinnya) sehingga iadapat melihat hakekat yang sebenarnya bahwa sesungguhnya penyakit itu sebenarnya hadir akibat dariruh yang kotor.
b.
RidhaSeorang pembekam hendaknya menyadari betul bahwa apapun yang dalam kehidupan ini adalah ataskehendak (
iradah
) Allah semata. Dan Allah tidak mungkin menciptakan semua itu tanpa makna, tidaklahAllah menciptakan segala sesuati dengan sia-sia.Oleh karena semua kejadian tidak lepas dari kehendak Allah, maka seyogyanya pembekam ridha akansetiap ketentuan Allah, dan disamping itu pembekam hendaknya mampu menyakinkan pasien akanmemiliki sifat ridha yang meyakini bahwa tidaklah Allah menimpakan suatu penyakit kepada seseorangmelainkan pasti ada makna besar dibalik penyakit tersebut, dan Allah pulalah yang menciptakanobatnya.
c.
Menggambakan diri hanya kepada Allahmasuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Maksudnya seorang pembekam mesti memposisikandirinya sebagai hamba, dan sesungguhnya itulah hakekat kedudukan manusia di hadapan
rabb
nya.Dengan demikian ketika pembekam mengobati pasien maka sesungguhnya hal tersebut bukan karenadorongan profesi/keuangan/kebendaan semata melainkan sebagai bentuk penghambaan diri kepadaAllah.Apa balasan yang dijanjikan Allah? Seorang yang mampu melewati ketiga pijakan dasar tersebut Allahmemberikan suatu penghargaan kepada hamba-Nya berupa al-jannah (syurga)… masuklah ke dalam syurga-Ku.Syurga merupakan balasan kasih saying Allah atas hamba-Nya. Ciri syurga adalah ketenangan dankesenangan (kenikmatan). Orang-orang yang telah memiliki nafsu
al-muthmainnah
(jiwa yang tenang)ridha serta menghambakan diri hanya kepada Allah akan mendapatkan syurga yang tidak hanya diakherat tetapi bahkan ketika masih ada di dunia. Mereka akan merasa diliputi rasa tenang dan senangdalam hidupnya, sekalipun diuji dengan ujian yang macam-macam.
2
Leave a Comment