Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KOLELITIASIS

KOLELITIASIS

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by Agus Ismail

More info:

Published by: Agus Ismail on May 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
BAB IKONSEP DASAR MEDIS1.1.Anatomi FisiologiEmpedu merupakan sebuah kantong berbentuk terong dan merupakanmembran berotot, letaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawahhati sampai pinggir depannya, panjangnya 8-12 cm, berkapasitas 60 cm
3
.Lapisan empedu terdiri dari lapisan luar serosa (parietal), lapisan otot bergaris, lapisan dalam mukosa (visceral/membrane mukosa).Fungsi Empedu :-
 
Empedu membantu dalam emulsi dan saponifikasi lemak di dalam usushalus oleh sifat alakalinya. Dengan cara ini area permukaan dan kerjaenzim di tingkatkan-
 
Empedu merangsang peristaltis usus, sehingga empedu bekerja sebagailaktasif alamiah-
 
Empedu adalah saluran untuk ekskresi pigmen dan substansi toksik darialiran darah, seperti alkhohol dan obat lain-
 
Empedu berfungsi sebagai deodorant untuk feses, mengurangi bau yangmenyengant. Hal ini semata-mata dihubungkan dengan kenyataan bahwakekurangan empedu berarti pencernaan lemak buruk, sehingga lemak didalam usus tetap berlebihan, melapisi makanan lain dan mencegah penceranaan dan absorpsi. Akibatnya protein yang tidak dicerna diserangoleh bakteri dan mengalami dekomposisi yang menghasilkan kelebihanhydrogen yang disulfultrasi, yaitu gas yang menyebabkan bau fesesabnormal, drainase yang menyegat, dan berbau telur busuk.(Watson.2002: 351)Bagian-bagian dari kandung empedu:a.
 
Fundus vesika felea, merupakan bagian kandung empedu yang palingakhir setelah korpus vesika felea b.
 
Korpus velea, bagian dari kandung empedu yang di dalamnya berisigetah empeduc.
 
Leher kandung kemih, merupakan leher dari kandung empedu yaitusaluran pertama masuknya getah empedu ke kandung empedud.
 
Duktus sistikus, panjananya ± 3½ cm berjalan dari leher kandungempedu dan bersambung dengan duktus hepatikus, membentuk saluran empedu ke duodenum.e.
 
Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher f.
 
Duktus koledoktus saluran yang membawa empedu ke duodenum(Syariffudin,2006: 95).
 
1.2. DefinisiKolelitiasis terbentuknya unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu.(Suzanne. 2001: 1205)Pembentukan batu pada empedu (Price, 2005: 502)1.3. KlasifikasiAda dua tipe utama batu empedu:a.
 
Batu yang terutama tersusun dari pigmen, merupkan invasi bakteri di saluranempedu dan dapat mengakibatkan pembentukan batu empedu terbentuk bila pigmen yang tak terkonyugasi dalam empedu mengadakan presipitasi(pengendapan).Batu pigmen ada 2 macam :1)
 
Batu kalsium bilirubinat (Pigmen coklat)Berwarna coklat atau coklat tua, lunak, mudah dihancurkan dan mengandungkalsium bilirubinat sebagai komponen utama. Batu ini bentuknya lebih besar, berlapis-lapis, ditemukan di sepanjang saluran empedu, disertai bendungandan infeksi.2)
 
Batu pigmen hitamBerwarna hitam atau hitam kecoklatan, tidak berbentuk, seperti bubuk dankaya akan sisa zat hitam yang tidak terekstraksi. Batu ini terbentuk di dalamkandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi. b.
 
Batu yang terutama tersusun dari kolesterol, kolesterol merupakan unsur normal pembentuk empedu bersifat tidak larut dalam air karena angguan padasirkulasi enterohepatitis. (Suzanne, 2001: 1205-1206).1.4. EtiologiEtiologinya Belum diketahuiFaktor predisposisi:a.
 
gangguan metabolisme yang disebabkan oleh perubahan susunanempedu, perubahan komposisi empedu kemungkinan merupakanfactor terpenpenting dalam pembentukan batu empedu karena hati penderita batu empedu kolesterol mengekskresi empedu yang sangat jenuh dengan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan ini mengendapdalam kandung empedu untuk membentuk batu empedu. b.
 
statis empedu, statis empedu dalam kandung empedu dapatmengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan komposisi kimiadan pengendapan unsure-unsur tersebut. Gangguan kontraksi
 
kandung empedu atau spasme sphingter oddi atu keduanya dapatmenyebabkan statis.c.
 
infeksi kandung empedu, infeksi bakteri dalam saluran empedu dapat berperan dalm pembentukan batu. Mukus meningkatkan vikositasempedu dan unsur sel atu bakteri dapat berperan sebagai pusat presipitasi/pengendapan. Infeksi lebih timbul akibat datiterbentuknya batu dibandingkan penyebab terbentuknya batu.Danada juga yang menyatakan bahwa batu empedu banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah usia lanjut (meningkat padausia diatas 40 tahun), kegemukan (obesitas), diet tinggi lemak danketurunan dan adanya riwayat kolesistitis akut sebelumnya. (Price,1994: 453)1.5. Pathofisiologia.
 
Batu pigmenPigmen (bilirubin) pada kondisi normal akan terkonjugasi dalam empedu.Bilirubin terkonjugasi karna adanya enzim glokuronil tranferase bila bilirubintak terkonjugasi diakibatkan karena kurang atau tidak adanya enzimglokuronil tranferase tersebut yang akan mengakibatkan presipitasi/pengendapan dari bilirubin tersebut. Ini disebabkan karena bilirubin tak terkonjugasi tidak larut dalam air tapi larut dalam lemak,sehingga lama kelamaan terjadi pengendapan bilirubin tak terkonjugasi yang bisa menyebabkan batu empedu tapi ini jarang terjadi. b.
 
Batu kolestrolBatu ini berbentuk multifocal, oval atau mulberry dan mengandung lebih dari70% kolesterol. Batu ini terjadi karena kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Kolesterol merupakan unsur normal pembentukan empedu dan berpengaruh dalam pembentukan empedu.Kolesterol bersifat tidak larut dalam air, kelarutan kolesterol sangattergantung dari asam empedu dan lesitin (fosfolipid) dalam empedu. Padaklien yang cenderung menderita batu empedu akan terjadi penurunan sintesisasam empedu dan peningkatan sintesis kolesterol di dalam hati, keadaan inimengakibatkan supersaturasi getah empedu oleh kolesterol yang kemudiankeluar dari getah empedu, mengendap dan membentuk batu. Getah empeduyang jenuh oleh kolesterol merupakan predisposisi untuk timbulnya batuempedu.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->