Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
EKTOPARASIT IKAN TAWES

EKTOPARASIT IKAN TAWES

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Ichue Ranma
deskripsi
deskripsi

More info:

Published by: Ichue Ranma on May 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

 
Vol.13.No.2.Th.2006 Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih Ikan Tawes (Puntius javanicus)
Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih Ikan Tawes
(Puntius Javanicus)
Di Balai Benih Ikan Sidabowa Kabupaten Banyumas dan Balai Benih IkanKutasari Kabupaten Purbalingga
Cahyono PM*, Dini Siswani Mulia** dan Eni Rochmaawati****, **, *** Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
The Identification of Ectoparasites Protozoa on
 Puntius Javanicus
Hatchery in Local Fish Seed SidabowaBanyumas and Local Fish Seed Kutasari PurbalinggaABSTRACTBackground
: The ectoparasites attack at hatcheries of 
 Punctius javanicus
was a serious problem because it could resultas a endemic for growth out. Infestation of parasites caused the mortality, decreasing in production, and financial loses.Local Fish Seed (Balai Benih Ikan = BBI) provided the production of quality improvement seed and its health. Theresearch aim to know the type of ectoparasites and their prevalence both in BBI Sidabowa and Kutasari
Methods
: The research method used survey and the location sites was determined with purposive sampling method.The samples were taken randomly (Random sampling) from two different locations which were from BBI Sideboardand BBI Kalahari, with total amount of 80 fishes of each location. The data were analyzed descriptively.
Result
: The type of ectoparasites and their prevalence that found at BBI Sidabowa showed both on the body surfaceand the gills were
Trichordina sp.
(75,0% and 12,5%),
 Ichthyophthrius multifiliis
(35,0% and 5,0%),
 Myxobolos sp.
(5,0% and 2,5%),
 Epistyilis sp.
(5,0% and 0,0%),
Chilodonella sp.
(30,0% and 5,0%), and
Vorticella sp.
(12,5% and0,0%). While at BBI Kutasari composed with
 
Trichordina sp.
(87,0% and 65,0%),
 Ichthyophthrius multifiliis
(85,0%and 17,5%),
 Epistyilis sp.
(10,0% and 0,0%),
Chilodonella sp.
(37,5% and 20,0%),
Vorticella sp.
(5,0% and 0,0%), and
 Apisoma sp.
(2,5% and 0,0%).
Key words:
protozoan ectoparasites, grass carp, typy of prasites, prevalency
ABSTRAK Latar Belakang
: Serangan ektoparasit pada pembenihan ikan tawes merupakan masalah serius karena dapatmengakibatkan ancaman laten pada saat fase pembesaran. Kerugian akibat ektoparasit dapat berupa mortalitas yangtinggi, menurunnya produksi ikan, serta rendahnya nilai jual. Balai Benih Ikan (BBI) diharapakan dapat memproduksi benih yang berkualitas dan bebas dari penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit protozoa yang menyerang benih ikan tawes serta tingkat infeksinya di BBI Sidabowa Kabupaten Banyumasdibandingkan dengan BBI Kutasari Kabupaten Purbalingga.
Metode
: Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey serta lokasi tempat penelitian ditentukan dengan
metode purposive sampling 
. Sampel diambil secara acak 
(Random Sampling)
dari dua lokasi, yaitu BBI Sidabowa danBBI Kutasari dengan jumlah total sampel ikan 80 ekor dengan rincian masing-masing BBI sebanyak 40 ekor. Data jenisdan tingkat infeksi yang ditemukan dianalisis secara deskriptif.
Kesimpulan
: Jenis ektoparasit dan tingkat infeksi pada benih ikan tawes di BBI Sidabowa yang ditemukan pada permukaan tubuh dan insang adalah
Trichordina sp.
(75,0% dan 12,5%),
 Ichthyophthrius multifiliis
(35,0% dan 5,0%),
 Myxobolos sp.
(5,0% dan 2,5%),
 Epistyilis sp.
(5,0% dan 0,0%),
Chilodonella sp.
(30,0% dan 5,0%), serta
Vorticella sp.
(12,5% dan 0,0%). Sedangkan di BBI Kutasari ditemukan beberapa parasit baik pada permukaan tubuh maupuningsangnya, yang meliputi
Trichordina sp.
(87,0% dan 65,0%),
 Ichthyophthrius multifiliis
(85,0% dan 17,5%),
 Epistyilis sp.
(10,0% dan 0,0%),
Chilodonella sp.
(37,5% dan 20,0%),
Vorticella sp.
(5,0% dan 0,0%), serta
 Apisoma sp.
(2,5% dan 0,0%).
Kata kunci:
ektoparasit protozoa, ikan tawes, jenis, tingkat infeksi
PENDAHULUAN
Ikan tawes merupakan salah satu jenisikan budidaya yang penting khususnya diIndonesia, bahkan menduduki nomor duasebagai ikan konsumsi di negara-negara AsiaTenggara.Beberapa kelebihan ikan tawes yaitumudah dipelihara di berbagai jenis media dantidak membutuhkan lahan yang terlaluistimewa, tidak memerlukan modal yang banyak, serta mudah didapat dandikembangbiakkan. Budidaya ikan tawes dan perikanan pada umumnya tidak terlepas dariresiko biologis terutama yang disebabkan olehadanya gangguan penyakit.Kabupaten Banyumas dan Purbalinggamerupakan wilayah pengembangan perikananair tawar, untuk itu didirikan Balai Benih Ikandi kedua kabupaten tersebut. Balai Benih Ikan(BBI) adalah sarana pemerintah untumenghasilkan benih dan untuk membinausaha budidaya ikan rakyat yang tersebar di
181
 
Cahyono dkk, Jurnal Protein
wilayah tersebut dalam rangka peningkatan produksi perikanan. Penyediaan benih ikanyang cukup dan berkualitas merupakan salahsatu faktor penting bagi keberhasilan bidang budidaya ikan. Tugas dan fungsi BBIdimaksudkan untuk menetapkan penerapanteknologi pembenihan ikan yang lebih baik,menurunkan mortalitas terutama pada stadialarva dan pendederan.Dalam budidaya perikanan,kewaspadaan terhadap penyakit perlu sekalimendapat perhatian utama. Ikan yangterserang dapat mengakibatkan penurunan produksi budidaya, bahkan dapatmenimbulkan kematian ikan. Penyakit padaikan dapat disebabkan oleh agen infeksiseperti parasit, bakteri, dan virus, agen noninfeksi seperti kualitas pakan yang jelek,maupun kondisi lingkungan yang kurangmenunjang bagi kehidupan ikan. Timbulnyaserangan penyakit merupakan hasil interaksiyang tidak serasi antara ikan, kondisilingkungan, dan organisme atau agen penyebab penyakit (
Afrianto, E & Liviawaty,E., 1992)
. Interaksi yang tidak serasi inimenyebabkan stress pada ikan, sehinggamekanisme pertahanan diri yang dimilikinyamenjadi lemah, akhirnya agen penyakitmudah masuk kedalam tubuh danmenimbulkan penyakit.Pada umumnya antara bulan Aprilsampai Mei setiap tahunnya, hampir 75% benih ikan tawes terkena serangan penyakit,tetapi belum diketahui penyebab maupun jenis penyakitnya. Hasil penelitian mengenaiserangan ektoparasit pada benih ikan tawes diBBI Sidabowa dilaporkan oleh Purwoko(2004), yaitu dengan ditemukannya beberapa jenis ektoparasit serta tingkat infeksinya pada permukaan tubuh dan insang seperti
 Ichthyophthirius multifiliis
(36,66% dan16,66%),
Trichodina sp.
(60,00% dan13,33%),
 Ichthyopoda sp.
(33,33%),
Gyrodactilus sp.
(46% dan 1,33%), dan
 Dactylogyrus sp.
(66,66%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit dari golongan protozoa yangmenginfeksi pada benih ikan tawes
(P. javanicus)
 baik di BBI Sidabowa dan BBI Kutasari,.
 
Keduauntuk mengetahui tingkat infeksi dari masing-masing jenis ektoparasit protozoa tersebut yangmenyerang benih ikan tawes baik di BBISidabowa maupun BBI Kutasari.
MATERI DAN METODE PENELITIANMateri
Materi penelitian ini adalah ikan tawesukuran 5-7 cm yang diambil dari BBI SidabowaKabupaten Banyumas dan BBI KutasariKabupaten Purbalingga. Bahan-bahan yangdigunakan meliputi MnSO
3
, KOH-KI, H
2
SO
4
, Na
2
SO
3
, indikator amilum, dan
 phenol pthalein
.Alat-alat yang digunakan terdiri dari akuarium,cover glass, kaca objek, gunting, pipet, pinset,mikroskop, pisau, termometer, kertas lakmus, botol winkler, labu Erlenmeyer dan tissue.Parameter utama yang diamati adalah jenisektoparasit protozoa yang menyerang ikan tawes beserta tingkat infeksi yang ditimbulkannya.Sedangkan data pendukungnya adalah parameter kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan CO
2.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah survai untuk identifikasi penyakit ikandengan cara mengambil sampel ikan tanpamenunggu adanya laporan atau informasi terlebihdahulu dari petani (Cameron, A., 2002). Lokasitempat pengambilan sampel benih ikan ditentukandengan sengaja atau dengan metode purposivesampling. Sampel ikan diambil dari BBISidabowa yang mewakili BBI di KabupatenBanyumas dan BBI Kutasari yang mewakili BBIdi Kabupaten Purbalingga.Ikan sampel diambil secara acak (
 RandomSampling 
) dari kolam sampling. Benih ikan tawesdiambil dari dua kolam sampling, masing-masing1 kolam di BBI Sidaboa dan BBI Kutasari.Jumlah total ikan sampel sebanyak 80 ekor dengan masing-masing pengambilan sampel tiapBBI sebanyak 40 ekor yang merupakan 5% dari jumlah populasi ikan di kolam tersebut.Pengambilan sampel di tiap kolam dilakukan duakali untuk setiap lokasi.
Pengamatan
Sampel ikan yang terkena penyakitkemudian dibawa ke laboratorium Parasitologidan Entimologi Fakultas Biologi UniversitasJenderal Sudirman (UNSOED) untuk diisolasi dandiidentifikasi jenis parasitnya. Identifikasidilakukan dengan mengamati morfologi dan182
 
Vol.13.No.2.Th.2006 Identifikasi Ektoparasit Protozoa Pada Benih Ikan Tawes (Puntius javanicus)
 bentuk fisik dari parasit tersebut
(
Afrianto, E &Liviawaty, E., 1992)
.
 Adapun langkah-langkah yang dilakukandalam penelitian ini adalah:1.Membuat preparat rentang dengan caramengorek bagian-bagian tertentu dari kulitterutama di sekitar sirip punggung, sirip dada,dan sirip perut. Masing-masing hasil korekanini dioleskan pada kaca preparat, kemudianditutup dengan kaca objek. Selanjutnyadiamati dibawah mikroskop pada pembesaran10 x 40 untuk memastikan jenis ektoparasityang ada.2.Pemeriksaan tubuh bagian luar dilanjutkan pada sirip ikan dengan cara memotong bagiansirip yang diduga terserang penyakit, dibuat preparat rentang dan kemudian diamati.3.Pemeriksaan dilanjutkan ke insang dengancara memperhatikan perubahan warna atau bentuknya, kemudian dibuat preparat rentangdan selanjutnya diamati.
7
 Untuk menghitung tingkat infeksi,
3
adalahsebagai berikut :Tingkat infeksi ==
 x100%diperiksa yang ikan Jumlah terserang  yang ikan Jumlah
Pengukuran Kualitas Air
Sebagai parameter pendukung dilakukan pengukuran terhadap kualitas air pada masing-masing perairan kolam antara lain berupa: suhu, pH, Oksigen terlarut (DO) dan CO
2
.
HASIL DAN PEMBAHASAN1.Jenis-jenis Ektoparasit
Berdasarkan hasil pengamatan secaramikroskopis pada benih ikan tawes dari BBISidabowa dan BBI Kutasari, ditemukan beberapa jenis ektoparasit yang menginfeksi benih ikan tawes. Data selengkapnya padaTabel 1.
Tabel 1. Jenis Ektoparasit protozoa yang menginfeksi Benih Ikan Tawes di BBI SidabowaKabupaten Banyumas dan BBI Kutasari Kabupaten PurbalinggaNo.Jenis EktoparasitSampel Ikan Tawes diBBI SidabowaSampel Ikan Tawes diBBI Kutasari
1.
Trichodina sp.
ΔΔ2.
 Ichthyophthrius multifiliis
ΔΔ3.
 Myxobolus sp.
Δ4.
 Epistyilis sp.
ΔΔ5.
Chilodonella sp.
ΔΔ6.
Vorticella sp.
ΔΔ7.
 Apiosoma sp.
Δ
Jumlah40 ekor40 ekor
Keterangan: ■: tidak terinfeksiΔ: terinfeksi
Tabel 1 menunjukkan jenis ektoparasityang menyerang benih ikan tawes di BBISidabowa, terdiri organisme parasit yangtermasuk golongan protozoa berupa
Trichodina sp., I. multifiliis
,
.
,
 Myxobolos sp.
,
 Epistyilis sp.
,
Chilodonella sp.
, dan
Vorticella sp.
Sedangkan jenis ektoparasit yangmenyerang benih ikan tawes di BBI Kutasaridari golongan protozoa berupa
Trichodina sp., I. multifiliis
,
.
,
 Epistyilis sp.
,
Chilodonella sp.
,
Vorticella sp. dan Apiosoma sp.
. Jenisektoparasit yang sama ditemukan pada keduaBBI meliputi
 I. multifiliis
,
Trichodina sp.
,
 Epistyilis sp.
,
Chilodonella sp.
, dan
Vorticella sp
. Ektoparasit
Apiosoma sp.
hanyaditemukan di BBI Kutasari. Sedangkan
 Myxobolos sp.
hanya ditemukan di BBISidabowa.Hasil pengamatan di lapanganmenunjukkan, penyerangan
 Myxobolos sp.
diduga karena tinginya pH yang terukur dikolam, sehingga akan memudahkan bagi perkembangan siklus hidup dan penyebaran jenis ektoparasit ini. Hasil penelitianditemukan 3 jenis ektoparasit protozoa dan 2 jenis dari golongan cacing yang menginfeksiikan tawes di BBI Sidabowa yaitu
Trichordina sp., I. multifiliis
,
 Ichthyopoda
,183

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->