indonesia menggunakan KUHPer jaman kolonial, sementaranegara ini sudah merdeka ?
. Padahal KUHPer merupakan suatuaspek Yuridis, bukan Politis, jadi KUHPer tetap dapat berlaku.
•
Aspek (Lembaga) Yudikatif dan Legislatif SEMA dibuat oleh lembaga Yudikatif (MA) sedangkan seharusnyasuatu perundang-undangan merupakan produk Legislatif (termasuk KUHPer). Maka SEMA bukan suatu ketentuan yangtermasuk dalam Hirarki Per-UU-an dan tidak dapat menghentikanberlakunya KUHPer.Dalam KUHPer berlaku sistem DUALISME, yaitu menjalankan 2 Hukumyang berlaku di dalam masyarakat :
•
Hukum Adat
•
Hukum Perdata Murni (Positif).
HUKUM PERDATA
Sistimatika Hukum Perdata dibagi menjadi beberapa bagian, dalambeberapa bagian Buku, yaitu ;1.Buku 1, Tentang Orang2.Buku 2, Tentang Benda3.Buku 3, Tentang Perikatan4.Buku 4, Tentang Pembuktian dan Daluwarsa.Menurut beberapa ahli hukum sistimatika ini salah, karena masih banyakelemahan didalamnya. Kelemahan sistimatika hukum perdata ini adalah ;
1.
Pada Buku 2, ternyata mengatur (juga) tentang hukum waris
.Menurut penyusun KUHPer, hukum waris dimasukkan KUHPer karena
waris merupakan cara memperoleh hak milik
. Ini menimbulkan
Tindakan Kepemilikan : Segala tindakan atas sesuatu karena adanyahak milik (Menggunakan, Membuang, Menjual, Menyimpan,Sewakan, dll)
.2.Pada Buku 4, tentang Pembuktian dan Daluwarsa, KUHPer (juga)mengatur tentang Hukum Formil. Mestinya KUHPer merupakanHukum Materiil, sedangkan Hk. Formil nya adalah Hukum AcaraPerdata.