Bahan Kuliah MK. LAPANGAN TERBANG (HSKB – 723)
24
•
Persyaratan FAA
untuk
Cross Wind
untuk semua Lapangan Terbangkecuali
utility
, landasan harus mengarah sehingga pesawat dapatmendarat pada
95% dari waktu dengan
komponen
Cross Wind
tidakmelebihi 13 knots (15 mph)
, sedangkan untuk
Lapangan Terbang
Utility
,
komponen
Cross Wind
diperkecil menjadi 10 knots (11,5mph)
.
•
Persyaratan ICAO
, pesawat dapat mendarat atau lepas landas, padasebuah Lapangan Terbang
pada 95% dari waktu dengan komponen
Cross Wind
tidak melebihi
:-
37 Km/jam (20 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length
(
ARFL
) 1.500 M atau lebih
, kecuali bila landasan mempunyai dayapengereman yang jelek yaitu, dari pengalaman berkali-kalimendapatkan koefisien gesek memanjang tidak cukup baik.-
24 Km/jam (13 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length
(
AR F L
) antara 1.200 - 1.499 M
dan,-
19 Km/jam (10 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length
(
ARFL
) kurang dari 1.200 M
.
(Annex 14 edisi ke VIII Maret 1983)
•
Sesudah dipilih
komponen
Cross Wind Maximum
yang diizinkan
;arah landasan yang paling memenuhi syarat bisa ditentukan denganmengadakan penghitungan dari karakter angin dari kondisi-kondisi dibawah ini :a. Seluruh liputan angin tanpa mengindahkan pengaruh jarakpandangan atau tingginya awan (
Cloud Ceiling
).b. Kondisi angin ketika tinggi awan antara 200 feet dan 1000 feet danatau jarak penglihatan antara 1 sampai 3 mil.
•
Walaupun
95%
dari persyaratan yang dikeluarkan oleh
FAA
dan
ICAO
bisa mengatasi semua kondisi cuara, namun perlu diadakan penelitiandata secara mendetail.
Data-data cuaca
,
angin
bisa didapat dari
Badan Meteorologi dan Geofisika
. Badan ini mencatat
Data Cuaca
yang ada hubungannya dengan Dunia Penerbangan di StasiunPelabuhan Udara.