Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Bahan Kuliah MK. LAPANGAN TERBANG (HSKB – 723)
22
ORIENTASI RUNWAY (R/W)
R/W 
Selalu berorientasi terhadap
arah angin (
Prevailing Wind 
 
)
.
Pesawat sewaktu
take off 
dan
landing 
harus bebas dari komponenangin yang arahnya tegak lurus arah pesawat seminimal mungkin(
cross wind 
kecil).
Head Wind 
merupakan arah lawan pada saat pesawat mendarat(
landing 
) dan tinggal landas (
take off 
).
Keuntungan
Head Wind 
 adalah, memberikan daya angkat yang besar pada saat
take off 
danpada saat
landing 
memberikan
breaking effect 
bagi pesawat(memperpendek operasi pendaratan).
PENOMORAN R/W
R/W 
dengan
azimuth 
:
54 0557 06
Dua angka merupakan angka persepuluhan terdekat dengan Utaramagnetis, dipandang dari arah
approach 
ketika pesawat akanmendarat.
Nomor ini ditempatkan berlawanan dengan
azimuth 
-nya.
270° 90°333°220°153°40°180°
BTSU
 
Bahan Kuliah MK. LAPANGAN TERBANG (HSKB – 723)
23
Pada
azimuth 
: 153
«
dan 333
«
 
Penomoran ujung
15 33
ANALISA ANGIN
Analisa angin adalah dasar bagi perencanaan Lapangan Terbang dansebagai pedoman pokok, landasan pada sebuah lapangan terbangarahnya harus sedemikian hingga searah dengan "
Prevailling Wind 
"
(arah angin dominan
 
)
.
Persyaratan
 
ICAO
, pesawat
landing 
atau
take off 
pada sebuahBandara dengan
95%
 
dari waktu dengan
 
komponen
cross wind 
 tidak melebihi
 
20 knots
.
Arah
R/W 
dihitung berdasarkan
Data Angin
 yang dibuat dalam
Diagram
WIND ROSE 
.
Diagram
 
WIND ROSE 
 
menggambarkan :
- Arah angin- Kecepatan Angin- Intensitas Angin
Ketika mengadakan pendaratan dan lepas landas, pesawat dapatmengadakan manuver sejauh komponen angin samping (
Cross Wind 
)tidak berlebihan.
Maximum Cross Wind 
yang diizinkan tergantungbukan saja kepada ukuran pesawat, tetapi juga kepada konfigurasisayap dan kondisi perkerasan landasan.
Pesawat transport dapat membuat manuver pada
Cross Wind 
secepat30 knots, tetapi tentu sangat sukar melakukannya bila betul-betul
Cross Wind 
30 knots
, maka
harga yang
 
paling rendah
dipakai untukmerancang Lapangan Terbang.
 
Bahan Kuliah MK. LAPANGAN TERBANG (HSKB – 723)
24
Persyaratan FAA
untuk
Cross Wind 
untuk semua Lapangan Terbangkecuali
utility 
, landasan harus mengarah sehingga pesawat dapatmendarat pada
95% dari waktu dengan
 
komponen
Cross Wind 
tidakmelebihi 13 knots (15 mph)
, sedangkan untuk
Lapangan Terbang
Utility 
,
komponen
Cross Wind 
diperkecil menjadi 10 knots (11,5mph)
.
Persyaratan ICAO
, pesawat dapat mendarat atau lepas landas, padasebuah Lapangan Terbang
pada 95% dari waktu dengan komponen
Cross Wind 
tidak melebihi
:-
37 Km/jam (20 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length 
 (
ARFL
) 1.500 M atau lebih
, kecuali bila landasan mempunyai dayapengereman yang jelek yaitu, dari pengalaman berkali-kalimendapatkan koefisien gesek memanjang tidak cukup baik.-
24 Km/jam (13 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length 
(
AR F L
) antara 1.200 - 1.499 M
dan,-
19 Km/jam (10 knots)
dengan
Aeroplane Reference Field Length 
 (
ARFL
) kurang dari 1.200 M
.
(Annex 14 edisi ke VIII Maret 1983)
Sesudah dipilih
komponen
Cross Wind Maximum 
yang diizinkan
;arah landasan yang paling memenuhi syarat bisa ditentukan denganmengadakan penghitungan dari karakter angin dari kondisi-kondisi dibawah ini :a. Seluruh liputan angin tanpa mengindahkan pengaruh jarakpandangan atau tingginya awan (
Cloud Ceiling 
).b. Kondisi angin ketika tinggi awan antara 200 feet dan 1000 feet danatau jarak penglihatan antara 1 sampai 3 mil.
Walaupun
95%
dari persyaratan yang dikeluarkan oleh
FAA
dan
ICAO
 bisa mengatasi semua kondisi cuara, namun perlu diadakan penelitiandata secara mendetail.
Data-data cuaca
,
angin
bisa didapat dari
Badan Meteorologi dan Geofisika
. Badan ini mencatat
Data Cuaca
 yang ada hubungannya dengan Dunia Penerbangan di StasiunPelabuhan Udara.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more