QS.79:24
‘(seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi"’
merupakan ucapandari Firaun yang menunjukkan kesombongan seorang anak manusia, yang bahkan iblis pun tidak berani sombong sejauh itu (yakni dengan mengaku sebagai tuhan).Kesombongan manusia bisa terjadi akibat semasa anak-anak dididik terlalu Percaya Diri.Semua berorientasi pada diri sendiri, kehebatan diri sendiri. Percaya diri boleh, tapiingatlah dan sandarkanlah semua kejadian kepada Allah.QS.9:40
“…sesungguhnya Allah bersama kita…”
merupakan ucapan RasuluLlah kepadaAbu Bakar saat bersembunyi di Gua Tsur (peristiwa hijrah). Abu Bakar khawatir akandiketahui oleh kafir Quraiys.Ucapan RasuluLlah mengajarkan suatu konsep dengan orientasi kepada Allah, dalamsetiap keseharian kita. Dalam mendidik anak, sertakan Allah.
“sesungguhnya Allahbersama kita”.
Dalam berumah tangga, sertakan Allah.
“sesungguhnya Allah bersamakita”.
Dalam perluasan makna begitu juga dalam jamaah, karena islam adalah jamaah bukan individu. Terapkan konsep yang menyertakan Allah.
“Sesungguhnya Allahbersama kita”.
Hal diatas tidak berarti melarang kita menyebutkan keunggulan kita atau prestasi kita(dengan maksud tawadhuk), sepanjang keunggulan dan prestasi itu tetap disandarkankepada Kehendak Allah. Kita meraih prestasi atas kehendak dan ijin Allah.II.Bukti bersyukur : menggunakan nikmatBersyukur tidak cukup dengan hanya dengan kegiatan lisan. Tidak cukup hanya menyebutAlhamduliLlah. Salah satu bentuk rasa syukur, kita harus memanfaatkan nikmat sesuai peruntukannya. Gunakan potensi kita secara optimal. Misalnya nikmat OTAK. Kita diberiotak yang sangat sebenarnya berkemampuan luar biasa. Jadi kalau kita tidak memanfaatkan otak kita untuk belajar dan berkarya secara maksimal, maka kita termasuk orang yang tidak bersyukur.Budaya menonton juga mengakibatkan kemampuan otak tidak berkembang. Anak yangterlalu sering menonton TV akan menjadi malas mata dan malas otak yang kemudianakan mengarah ke kebodohan, karena sifat tontonan TV ada pasif (duduk diam di depanTV dan hanya hiburan relatif tanpa ada unsur berpikir). Stop budaya menonton, tingkatkat budaya membaca. Dengan membaca maka ilmu akan semakin banyak. Rakus yangdiperbolehkan adalah rakus ilmu. Cari ilmu dimana aja.
Leave a Comment