• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Majelis Ta’lim Sabtu ShubuhKajian Management Nubuwwah(Pengelolaan Hidup Berbasis Keteladanan Nabi Muhammad SAW)Oleh Ustadz H. Reza M. Syarief, MA, MBAdi Masjid Al-Fauzien Gema Pesona Depok Kajian ke-17 tanggal 04-04-20097 KEBIASAAN PENTING YANG HARUS DIBANGUNDALAM “RUMAH TANGGA SURGAWI”Kebiasaan II : Kebiasaan Bersyukur (base on AlhamduliLlahi Rabbil’alamiin)
Sebelum masuk ke materi Kebiasaan II, penting diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) model /karakter manusia dalam menghadapi masalah :1.Tipe Quitter (lari dari masalah)Tipe ini mencerminkan kualitas kepemimpinan yang paling rendah. Misal, dalamrumah tangga, suami-istri menghadapi masalah atau konflik. Tipe Quitter akanmengambil tindakan :istri pulang ke rumah orang tua, atau suami pergi ke tempathiburan.2.Tipe Champers (Hanya mengamati masalah, tidak mengambil tindakan)3.Tipe Climber (menghadapi / menyelesaikan masalah)Tipe ini akan menghadapi masalah yang muncul. Ada dua kemungkinan, berhasil ataugagal. Jika berhasil akan semakin percaya diri, dan jika gagal akan menjadi pengalaman. 
Kebiasaan Bersyukur (base on AlhamduliLlahi Rabbil’alamiin)
Rasa syukur kepada Allah. syukur terhadap segala yang Allah berikan.I.Menyebut-nyebut ni’mat Allah, minimal dengan mengucapAlhamduliLlahiRabbil’alamiin‘ (QS.93.11
“dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.”
)Bentuk pengamalan paling mudah dan ringan adalah dengan lisan ‘AlhamduliLlahiRabbil’alamiin’. Gantilah orientasi kepada ‘AKU’ menjadi orientasi kepada ‘ALLAH’.Semua kejadian ada berkat ijin dan kehendak Allah, bukan semata karena ‘aku’. Anak-anak terdidik menjadi shaleh. karena Allah yang mengijinkan, bukan semata-mata karena‘aku’. Kita mempunyai rumah yang bagus karena Allah yang mengijinkan, karena Allahmemberikan rizki, dsb. Bukan semata-mata karena ‘aku’.
 
QS.79:24
‘(seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi"’ 
merupakan ucapandari Firaun yang menunjukkan kesombongan seorang anak manusia, yang bahkan iblis pun tidak berani sombong sejauh itu (yakni dengan mengaku sebagai tuhan).Kesombongan manusia bisa terjadi akibat semasa anak-anak dididik terlalu Percaya Diri.Semua berorientasi pada diri sendiri, kehebatan diri sendiri. Percaya diri boleh, tapiingatlah dan sandarkanlah semua kejadian kepada Allah.QS.9:40
“…sesungguhnya Allah bersama kita…”
merupakan ucapan RasuluLlah kepadaAbu Bakar saat bersembunyi di Gua Tsur (peristiwa hijrah). Abu Bakar khawatir akandiketahui oleh kafir Quraiys.Ucapan RasuluLlah mengajarkan suatu konsep dengan orientasi kepada Allah, dalamsetiap keseharian kita. Dalam mendidik anak, sertakan Allah.
“sesungguhnya Allahbersama kita”.
Dalam berumah tangga, sertakan Allah.
“sesungguhnya Allah bersamakita”.
Dalam perluasan makna begitu juga dalam jamaah, karena islam adalah jamaah bukan individu. Terapkan konsep yang menyertakan Allah.
“Sesungguhnya Allahbersama kita”.
Hal diatas tidak berarti melarang kita menyebutkan keunggulan kita atau prestasi kita(dengan maksud tawadhuk), sepanjang keunggulan dan prestasi itu tetap disandarkankepada Kehendak Allah. Kita meraih prestasi atas kehendak dan ijin Allah.II.Bukti bersyukur : menggunakan nikmatBersyukur tidak cukup dengan hanya dengan kegiatan lisan. Tidak cukup hanya menyebutAlhamduliLlah. Salah satu bentuk rasa syukur, kita harus memanfaatkan nikmat sesuai peruntukannya. Gunakan potensi kita secara optimal. Misalnya nikmat OTAK. Kita diberiotak yang sangat sebenarnya berkemampuan luar biasa. Jadi kalau kita tidamemanfaatkan otak kita untuk belajar dan berkarya secara maksimal, maka kita termasuk orang yang tidak bersyukur.Budaya menonton juga mengakibatkan kemampuan otak tidak berkembang. Anak yangterlalu sering menonton TV akan menjadi malas mata dan malas otak yang kemudianakan mengarah ke kebodohan, karena sifat tontonan TV ada pasif (duduk diam di depanTV dan hanya hiburan relatif tanpa ada unsur berpikir). Stop budaya menonton, tingkatkat budaya membaca. Dengan membaca maka ilmu akan semakin banyak. Rakus yangdiperbolehkan adalah rakus ilmu. Cari ilmu dimana aja.
 
III.Distribusi nikmatKapasitas kemampuan manusia dalam mengelola potensinya (mengelola ataumenggunakan nikmat yang ada) sangat bervariasi. Ada yang ruang lingkupnya individu,RT, RW dst. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar peluang untuk mendistribusikannikmat, meskipun ada risiko-risiko terkait dengan keadilan dll.Misi dakwah RasuluLlah adalah universal (rahmatan lilalamin), maka umat islam punharus berupaya agar nikmat yang diperoleh terdistribusi lebih luas.Pada kondisi suami dan istri yang mempunyai kemampuan (ilmu dan amal) yang tinggimaka akan optimal jika berpoligami, karena nikmat yang ada akan terdistribusi lebih luas.--o-o--
Tanya Jawab
:1.
Bapak Nur
Paradigma umat islam masih banyak yang tidak benar. Dalamm konteks politik banyak melakukan kegiatan tidak islami. Bagaimana cara meluruskan paradigma umat islam?
Jawab :a.Pendidikan
Parameternya sistem dan pengajar. Pada saat mencari sekolah untuk anak kita perhatikansistemnya dan kualitas gurunya. Jangan terpaku gedungnya, jangan terjebak denganharga.Secara makro (nasional), otoritas ada ditangan Menteri, kemudian Presiden, kemudianPartai Politik. Maka seharusnya parpol bersatu demi kesatuan islam karena semuanya berawal dari kebijakan politik.
b.Dakwah :
Dakwah di Indonesai masih di level tabligh. masih sedikit yang melakukan taklim,takwin. Kaderisasi sangat dibutuhkan.Kita harus berjuang melakukan perubahan sesuai kapasitas kita. 2.
Pak Tri
Ada yang berpendapat bahwa semua orang berpotensi, perbedaan prestasi adalah karenaada giat berusaha ada yang malas. Bagaimana pendapat Ustad?
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...