Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Modifikasi Cuaca Untuk Menekan Curah Hujan Pada Daerah Rawan Banjir

Teknik Modifikasi Cuaca Untuk Menekan Curah Hujan Pada Daerah Rawan Banjir

Ratings: (0)|Views: 295|Likes:
Published by Ali Atur Rodiansyah

More info:

Published by: Ali Atur Rodiansyah on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/20/2013

pdf

text

original

 
 
TEKNIK MODIFIKASI CUACA UNTUK MENEKAN CURAH HUJANPADA DAERAH RAWAN BANJIR MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAHBahasa Indonesia KeilmuanYang dibina oleh Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., dan Muyassaroh, S.S., S.Pd.OlehRina Sri Utami120722403875
UNIVERSITAS NEGERI MALANGFAKULTAS ILMU SOSIALJURUSAN GEOGRAFIPROGRAM STUDI S1 GEOGRAFIMei 2013
 
 2
TEKNIK MODIFIKASI CUACA UNTUK MENEKAN CURAH HUJANPADA DAERAH RAWAN BANJIR 1.
 
Pendahuluan1.1. Latar Belakang
Disamping kaya akan sumber daya alam serta keindahan alamnya,Indonesia merupakan daerah rawan akan terjadinya bencana alam. Jenis bencanaalam yang sangat umum terjadi di Indonesia adalah bencana alam geologis dan bencana alam hidrometeorologis. Bencana alam geologis adalah bencana alamyang disebabkan oleh faktor yang bersumber dari dalam bumi, seperti gempa bumi dan tsunami. Teori tektonik lempeng telah mengajarkan bahwa bagian luar  bumi terdiri dari berbagai lempeng kerak benua dan samudera, yang saling bergerak satu terhadap lainnya, dengan kecepatan hingga bisa mencapai20 cm/tahun(PusatInformasi Riset Bencana Alam
,
Kementrian Riset danTeknologi). Sedangkan bencana alam hidrometeorologis merupakan bencana alamyang disebabkan oleh faktor angin dan curah hujan. Banjir merupakan contoh bencana alam hidrometeorlogis.Selama Januari 2013, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)mencatat ada 119 kejadian bencana yang terjadi di Indonesia. Nugroho (2013)menyatakan bahwa 96 % dari 119 kasus bencana alam yang terjadi selama Januari2013 merupakan bencana alam hidrometeorologis dan 36 kasus diantaranyamerupakan bencana banjir (detik.com). Bencana banjir di Indonesia bukan hanyaterjadi pada akhir-akhir ini saja. Data yang dicatat oleh BNPN menyatakan bahwasejak tahun 1815 hingga tahun 2013 telah terjadi 4000 kasus banjir di Indonesia.Angka tersebut menduduki angka tertinggi dari angka-angka bencana alam yangterjadi di Indonesia. Hal tersebut belum kasus-kasus yang pada masa lalu yangtidak dapat dihimpun oleh BNPB karena keterbatasan akses informasi.Banjir terjadi karena adanya faktor alam dan faktor aktivitas manusia.Faktor alam terjadi dengan sendirinya, tanpa ada bantuan dari manusia. Faktor aktivitas manusia merupakan keberadaan manusia dengan segala aktivitasnya.Kedua faktor tersebut bekerja secara sinergis dan saling melengkapi, sehingga
 
 3
 banjir dapat terjadi. Jika dilihat dari fenomena banjir yang akhir-akhir ini terjadikesinergisan antara faktor alam dan faktor manusia tersebut terlihat dari intensitascurah hujan, sedangkan faktor dari aktivitas manusia berupa pendangkalan sungai.Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Pelaksana Harian Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Lakhar Bakornas PB: 2007), yangmengatakan:
Pada umumnya banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas
 
normal, sehingga sistim pengaliran air yang terdiri dari sungai dan
 
anak sungai alamiah serta sistem saluran drainase dan kanal
 
 penampung bajir buatan yang ada tidak mampu menampungakumulasi air hujan tersebut hingga meluap. Kemampuan/dayatampung sistem pengaliran air dimaksud tidak selamanya sama, tetapi berubah akibat adanya sedmentasi, penyempitan sungai akibatfenomena alam dan ulah manusia, tersumbat sampah serta hambatanlainnya.
Perubahana penggunaan lahan pada daerah pegunungan dan hulu sungaimenjadi pemicu utama terjadinya pendangkalan sungai. Idealnya penggunaanlahan di daerah pegunungan dan hulu sungai adalah hutan yang berfungsi sebagaidaerah resapan air hujan. Hujan yang jatuh menuju permukaan bumi tidak secaralangsung jatuh ke tanah. Air hujan tersebut jatuh pada batang-batang pohon danditahan oleh dedaunan sebelum sampai ke permukaan bumi. Ketika sampai pada permukaan bumi air hujan juga masih ditahan oleh daun-daun kering yang telahgugur sehingga sedikit air hujan yang mengalir ke aliran sungai dan megurangiterjadinya erosi.Saat ini banyak daerah pegunungan yang beralihfungsi menjadi vila-vila, permukiman penduduk dan tegalan. Jika air hujan jatuh pada daerah ini, makaresapan (infiltrasi) tidak bisa berjalan secara optimal. Pada daerah dengan penggunaan lahan sebagai tegalan, air hujan yang jatuh tidak mengalamihambatan apapun. Air hujan langsung jatuh pada tanah serta mengalir denganleluasa. Tanah yang tidak memiliki guguran dedaunan mengurangi infiltrasi air.Air menjadi leluasa mengalir dan dalam aliran tersebut air membawa materialtanah. Jika air sudah sampai pada daerah yang datar maka tanah tersebut akandiendapkan. Hal tersebut menjadi penyebab timbulnya pendangkalan daerah aliransungai yang memicu terjadinya banjir. Banjir yang terjadi pada daerah hilir sulituntuk diatasi. Hujan yang terus mengguyur sementara air tidak berkurang karena

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->