Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Paper Kecerdasan Natural

Paper Kecerdasan Natural

Ratings: (0)|Views: 3,863|Likes:
Published by Yusri Zulkifli

More info:

Published by: Yusri Zulkifli on Apr 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/02/2013

pdf

text

original

 
I.
Pengertian Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis Memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan, (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka,(c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang, (d)menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam, (e) sukamembawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya, (f) berprestasidalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan hidup.Salah satunya adalah kecerdasan naturalis atau kecerdasan alam.Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan yang dimiliki oleh individu terhadaptumbuhan, hewan dan lingkungan alam sekitarnya. Individu yang memilikikecerdasan naturalis yang tinggi akan mempunyai minat dan kecintaan yangtinggi terhadap tumbuhan, binatang dan alam semesta. Ia tidak akan sembaranganmenebang pohon. Ia tidak akan sembarangan membunuh dan menyiksa binatang.Dan ia juga akan cenderung menjaga lingkungan dimana ia berada. Ia akanmenyayangi tumbuhan, binatang dan lingkungan sebagaimana ia menyayangidirinya sendiri. Inilah kecerdasan naturalis yang tinggi. Nah, orang-orang yang bersusah payah menanam kembali pohon di area yang gundul tanpamengharapkan imbalan yang memadai itulah orang-orang yang mempunyaikecerdasan naturalis yang tinggi. Sebaliknya, orang-orang yang dengan mudahnyamerusak lingkungan, menyiksa dan membunuh binatang serta menebangtumbuhan secara sembarangan itulah orang-orang yang mempunyai kecerdasannaturalis yang rendah.Kecerdasan naturalis perlu diajarkan dan ditanamkan sejak anak usia dini,yaitu antara 0-6 tahun sesuai dengan teori perkembangan otak. Pada saat iniefektifitasnya sangat tinggi, artinya pada saat usia ini internalisasi nilai-nilainaturalis akan sangat efektif diserap dan diterapkan oleh anak-anak. Diatas usiaini efektifitasnya diprediksi berkurang dan semakin kurang efektif sejalan dengan bertambahnya usia anak tersebut.Jika melihat usia 0-6 tahun, maka yang banyak berperan dalammenanamkan nilai-nilai naturalis adalah kedua orangtua alias keluarga. Jika pada
 
usia ini mereka juga telah dimasukkan ke PAUD, maka keluarga dan PAUD-lahyang mempunyai peranan dalam menanamkan nilai-nilai naturalis. Untuk itu,setiap orang tua dan guru PAUD harus mempunyai pengetahuan yang cukuptentang nilai-nilai naturalis agar mereka dapat memberi pengetahuan teori dancontoh nyata kepada anak-anak tersebut. Amat penting artinya untuk memasukkanke dalam kurikulum PAUD nilai-nilai naturalis, sehingga sejak dini anak-anak sudah mendapat pengetahuan tentang lingkungan dan bagaimana melestarikanlingkungan. Praktek dan contoh nyata amat penting bagi anak-anak usia dini ini.Apa yang dapat diajarkan dan dicontohkan oleh keluarga (orang tua) danguru PAUD? Mereka dapat memberi pelajaran dan praktek memelihara tanaman(menanam, menyiram, menyiangi, memupuk dll.), memelihara dan menyayangi binatang, membersihkan lingkungan sekitar, membuang sampah pada tempatnya,membiasakan mereka untuk tidak mencabut tumbuhan secara serampangan dll.Kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan sejak dini ini akan berurat akar, sehinggamereka akan secara konsisten mempraktekkan nilai-nilai naturalis. Muatannaturalis juga harus terus diberikan dan ditanamkan secara berkesinambungan dariPAUD hingga perguruan tinggi. Dengan cara ini, diharapkan mereka mempunyaikecerdasan naturalis yang tinggi.Internalisasi nilai-nilai naturalis ini harus dibarengi dengan aturan-aturan yangdilaksanakan secara konsekuen. Aturan-aturan itu dapat dibuat oleh pemerintah pusat ataupun oleh pemerintah daerah. Pelaksanaan aturan (Perda) yang tidak konsisten akan berdampak kepada tidak patuhnya masyarakat terhadap aturan itu.Oleh sebab itu, sekali aturan itu dibuat harus dilaksanakan dengan penuhtanggung jawab. Tentu saja, aturan itu sebelumnya harus disosialisasikan kemasyarakat.
 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fany Rizka Utami liked this
Neni Handayani liked this
jebatn9 liked this
abizizan41 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->