3
“Nah
Ibnu,
beginilah
kira
kira
bentuknya
mereka
yang
berdimensi
empat.
Dalam
kehidupannya.
Mereka
menyadari
ada
empat
pihak:
Aku,
Kelian,
Mereka,
dan
DIA.
Kalau
dilihat
dari
arah
atas,
maka
gambarnya
seperti
yang
ada
pada
pojok
kanan
atas.”
Ibnu
membayangkan
kembali
gambar
yang
ada
pada
pojok
kanan
atas
sebagai
berikut:
”Ibnu,
seperti
kamu
lihat,
bagi
orang
berdimensi
empat,
ada
satu
pihak
lain
disamping
tiga
pihak,
Aku,
Kelian,
Mereka.
Yaitu
.
Dengan
demikian,
dalam
berinteraksi
dengan
sesamanya
dalam
kehidupan
sehari
‐
hari,
acuan
mereka
yang
berdimensi
empat
adalah
Untung
/
Rugi,
Kebaikan,
dan
satu
lagi
yaitu
Ridho
Allah
.
Mereka
tidak
mau
hanya
untung
sekadar
untung,
atau
kebaikan
sekadar
kebaikan.
Tetapi
semuanya
itu
harus
memperoleh
ridho
Allah.
Bahkan
mereka
siap
untuk
rugi
asalkan
itu
mendatangkan
ridho
Allah.
Bagi
mereka
kebaikan
pun
seakan
tidak
ada
makna
tanpa
disertai
ridho
Allah.”
Ibnu
berdiam
diri.
Dia
menyimak
baik
baik
penjelasan
gurunya.
Pelan
‐
pelan
kini
mulai
semakin
jelas
apa
yang
dimaksud
gurunya
dengan
manusia
berdimensi
empat.
Mereka
adalah
orang
orang
yang
dalam
berinteraksi
dengan
sesama
selalu
menjadikan
Allah
sebagai
acuan
utama.
Orientasi
mereka
adalah
ridho
Allah.
* U / R * Kebaikan * Ridho Allah
Aku Kelian Mereka 28 : 77
Leave a Comment