Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sinar X.doc

sinar X.doc

Ratings: (0)|Views: 49 |Likes:
Published by Weka Bathari

More info:

Published by: Weka Bathari on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar BelakangPada awal ketika sinar X ditemukan bahayanya sendiri belum diketahui,hanya para ahli menemukan bahwa sinar X ini sangat berguna karena memilikisifat yang unik terutama memiliki daya tembus yang besar yang dapatdimanfaatkan. Juga belum ditemukannya detektor yang dapat mengetahui besarnya dosis radiasi yang dihasilkan sehingga banyak orang yang mendapatresiko dan penyakit akibat radiasi. Dalam sejarah radiologi disebutkan bahwa banyak ahli radiologi, pioneer peneliti, dan pemakai sinar X menjadi korbanradiasi sinar X itu sendiri. Pada tahun 1985, W.C. Roentgen menemukan sinar X dan semua sifat-sifatnya kecuali sifat biologi. Sifat biologi atau efek  biologinya baru diketahui setelah beberapa tahun kemudian.Perkembangan teknologi pesawat sinar X juga begitu pesat namun hanyamempertimbangkan bagaimana menghasilkan citra yang baik sehingga para praktisi dengan mudah mendiagnosa penyakit atau mendapatkan informasi daritubuh manusia. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembanganteknologi ini secara tidak langsung terlintas adanya keselamatan pasien sebabdengan waktu penyinaran yang singkat misalnya kegagalan penyinaran dapatdihindari sehingga pasien tidak perlu diberikan radiasi secara berulang.Demikian juga halnya dengan perkembangan teknologi pembuatan film dengan bahan tertentu akan dapat menghasilkan citra yang sangat memuaskan.Efek radiasi pada manusia merupakan hasil dari rangkaian proses fisik dankimia yang terjadi segera setelah terpapar (10-15 detik), kemudian diikutidengan proses biologic dalam tubuh. Proses biologic meliputi rangkaian perubahan pada tingkat molekuler, seluler, jaringan dan tubuh. Konsekuensiyang timbul dapat berupa kematian sel atau perubahan pada sel. Bergantung pada dosis radiasi yang diterima tubuh. Pada paparan akut dosis relative tinggi,
 
efek yang timbul merupakan hasil kematian dari sel yang dapat menyebabkangangguan fungsi jaringan dan organ tubuh, bahkan kematian. Efek seperti inidisebut efek deterministic yang umumnya segera dapat teramati secara klinissetelah tubuh terppar radiasi dengan dosis diatas dosis ambang. Selain itu,radiasi dapat tidak mematikan sel tetapi menyebabkan perubahan atautransformasi sel sehingga terbentuk sel baru yang abnormal. Perubahan initerutama karena rusaknya materi inti sel, kususnya DNA dan kromosom.Perubahan ini berpotensi menyebabkan terbentuknya kanker pada sebagianindividu terpapar atau penyakit herediter meningkat dengan bertambahnyadosis, tetapi tidak halnya dengan keparahannya. Efek ini disebut efek stokastik yang terjadi akibat paparan radiasi tanpa ada dosis ambang.1.2Rumusan Masalaha.Apa saja sifat-sifat sinar X ? b.Bagaimana proses terbentuknya sinar X ?c.Apa fungsi sinar X dalam kedokteran gigi ?d.Apa saja efek dari radiasi sinar X pada tubuh ?e.Bagaimana dosis untuk melakukan paparan radiasi sinar X ?f.Apa saja proteksi yang perlu dilakukan saat pemaparan radiasi sinar X ?1.3Tujuan dan ManfaatAgar pembaca mampu memahami dan menjelaskan :a.Sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi dari sinar X. b.Proses terbentuknya sinar X pada dental X-ray Unit.c.Fungsi sinar X dalam kedokteran gigi.d.Efek dan manfaat dari terapi atau paparan sinar X pada tubuh.e.Dosis paparan sinar X yang dianjurkan sesuai kebutuhan.f.Proteksi yang perlu dilakukan untuk melindungi dan mengurangi efek paparansinar X.
 
1.4SkenarioDalam sejarah radiologi disebutkan banyak ahli radiologi dan pionir  peneliti dan pemakai sinar X pada saat itu menjadi korban dari sinar X itusendiri. WC Roentgen pada tahun1985 meemukan sinar X dan semua sifat-sifatsinar X (sifat kimia dan sifat fisika) kecuali sifat biologinya. Sifat biologi atauefek biologi (baik efek langsung maupun tidak langsung) ini baru diketahui beberapa tahun kemudian. Sejak (berdasarkan) itu, maka semua pemakaianradiasi pengion termasuk sinar X berapapun dosis radiasinya baik untuk radioterapi maupun radiodiagnostik harus melakukan pengendalian atau proteksi radiasi yang mendasarkan pada prinsip ALARA. Hal ini untuk menghindari efek samping paparan radiasi seperti efek somatic maupun efek genetic yang dapat terjadi melalui efek stokastik dan efek deterministic.1.5Mapping

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->