Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manuskrips Pengaruh Mobilisasi Dini Pada Pasien Stroke Infark

Manuskrips Pengaruh Mobilisasi Dini Pada Pasien Stroke Infark

Ratings: (0)|Views: 82 |Likes:
Published by Ratna Ekawati

More info:

Published by: Ratna Ekawati on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH MOBILISASI DINI PADA PASIEN STROKE INFARK TERHADAP PENINGKATAN PEMULIHAN FUNGSIONAL
YUNI ARTATI* WASISTO UTOMO** JUMAINI***
Abstrak 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini pada pasien stroke infark terhadap peningkatan pemulihan fungsional. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan pendekatan
 pre-post test 
yaitu dengan penerapan intervensi mobilisasi dini pada kelompok eksperimen dan penerapan tanpa intervensi mobilisasi dini pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di ruang Merak IIRSUD Arifin Achmad Pekanbaru terhadap 30 responden yaitu 15 responden untuk kelompok eksperimendan 15 responden untuk kelompok kontrol. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik 
 purposive sampling 
. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi yang baku yaitu
barthel index
. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan ujit independen
 
dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan rata-ratakemampuan fungsional
 pre
dan
 post 
intervensi pada kelompok eksperimen (p
value
=0,001) serta juga adanya perbedaan yang bermakna rata-rata kemampuan fungsional antara
 post 
pada kelompok intervensi dan
 post 
  pada kelompok kontrol (p
value
=0,023). Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian mobilisasidini pada stroke infark terhadap peningkatan pemulihan fungsional. Hasil penelitian ini merekomendasikantenaga perawat memberikan penerapan mobilisasi dini kepada pasien stroke infark yang dirawat di rumahsakit, sehingga kemampuan fungsional pasien meningkat.Kata kunci : Mobilisasi dini, stroke infark, pemulihan fungsional.Daftar pustaka : 36 (2001-2011)
Abstract 
The purpose of this study was to determine the effect of early mobilization in stroke iscemic patients toincreased functional recovery. This research method is by using a quasi-experimental pre-post test that withthe implementation of early mobilization intervention in the experimental group and the implementation of early mobilization without intervention in the control group. The study was conducted in the Merak II hospital Arifin Achmad Pekanbaru on 30 respondents is 15 respondents to the experimental group and 15respondents to the control group. The sampling method using purposive sampling technique. Measuring instrument used was a questionaire and a standardized observation sheet that Barthel index. The analysis isused univariate and bivariate analyzes using t tests independent and dependent. The results showed a significant increase in the average functional capabilities pre and post intervention in the experimental  group (p value=0,001) and also a significant difference in the average functional ability between the post inthe interventional group and post in the control group (p value=0,0023). It is concluded that the effect of early mobilization in stroke patients to increased functional. The result of this study provide nurserecommend applying early mobilizational for stroke patients were admitted to the hospital, so that the funcional abilities of patients improved. Keywords: early mobilization, stroke iscemic, fuctional recovery. Bibliography: 36 (2001-2011)
 
PENDAHULUAN
Stroke merupakan sindrom klinisakibat gangguan pembuluh darah otak,timbul mendadak dan biasanya mengenai penderita usia 45-80 tahun. Umumnyalaki-laki sedikit lebih sering terkena dari pada perempuan. Biasanya tidak adagejala-gejala prodroma atau gejala dini,dan muncul begitu mendadak (Rasyid &Soertidewi, 2007).Penyebab stroke seperti yangdiungkapkan oleh Smeltzer (2002),diakibatkan dari salah satu dari empatkejadian: trombosis, embolisme serebral,iskhemia, dan hemoragi serebral.Penyebab stroke yang lain lebih jarangterjadi seperti cacat bawaan pada dinding pembuluh darah atau kelainan padasistem pembekuan darah (Mulyatsih &Ahmad, 2008).Masalah-masalah yang ditimbulkanoleh stroke menurut Irfan (2010) bagikehidupan manusiapun sangat kompleks.Adanya gangguan-gangguan fungsi vitalotak seperti gangguan koordinasi,gangguan keseimbangan, gangguankontrol postur, gangguan sensasi, dangangguan refleks gerak akan menurunkankemampuan aktivitas fungsional individusehari-hari.Stroke mungkin menampakkangejala, mungkin juga tidak (stroke tanpagejala disebut
 silent stroke
), tergantung pada tempat dan ukuran kerusakan(Feigin, 2006). Sekitar 90% pasien yangterserang stroke tiba-tiba mengalamikelemahan atau kelumpuhan separo badan. Tanda dan gejala lainnya adalahtiba-tiba kehilangan rasa peka, bicaracadel atau pelo, gangguan bicara dan berbahasa, gangguan penglihatan, mulutmencong atau tidak simetris ketikamenyeringai, gangguan daya ingat, nyerikepala hebat, vertigo, kesadaranmenurun, dan beberapa tanda atau gejalalain yang menunjukkan adanya gangguanfungsi otak (Mulyatsih & Ahmad, 2008).Penderita stroke membutuhkan program rehabilitas (Sugiarto, 2004dalam Widodo, 2009). Programrehabilitasi adalah bentuk pelayanankesehatan yang terpadu dengan pendekatan medik, psikososial,
educational-vocational 
yang melibatkanmultidisiplin. Hal ini dikarenakan, terapidan rehabilitasi yang tepat dapat secarasignifikan meningkatkan peluangkelangsungan hidup pasien serta pemulihannya setelah stroke (Misbach,2004 dalam Widodo, 2009).Salah satu bentuk rehabilitasi awal pada penderita stroke adalah denganmemberikan mobilisasi. Mobilisasi yangawal juga mungkin mengurangi semuakomplikasi yang berhubungan dengantempat tidur seperti pneumonia,
 DeepVena Trombosis
(DVT), emboli pulmoner, dekubitus, dan masalahtekanan darah orthostatik. Mobilisasiawal kemungkinan juga memiliki efek  psikologis yang penting. Penelitian yangada menunjukkan bahwa mobilisasi yangsangat awal adalah salah satu faktor kuncidalam perawatan pasien stroke (Gofir,2009).Setiap tahun, kurang lebih 15 jutaorang diseluruh dunia terserang stroke. DiAmerika Serikat sekitar 5 juta orang pernah mengalami stroke. Menurut RisetKesehatan Dasar (2008), prevalensistroke di Indonesia pada tahun 2007sebesar 8,3 per 1000 penduduk dan padatahun 2011 stroke menjadi peringkat penyebab kematian pertama di Indonesia.Berdasarkan data rekam medis tahun2011, penderita stroke di ruang Merak IIRSUD Arifin Achmad Pekanbaru berjumlah 264 orang, dengan kasusstroke infark berjumlah 192 orang danstroke hemoragik berjumlah 72 orang.Dari data tersebut didapatkan bahwa jumlah pasien dengan diagnosa medisstroke infark lebih banyak dirawatdibandingkan dengan pasien strokehemoragik. Dengan demikian disini peneliti akan memfokuskan penelitianterhadap pasien stroke infark saja.
 
Hasil penelitian yang dilakukanoleh Yulinda (2009), untuk mengetahui pengaruh terapi latihan pada perbaikankekuatan otot dan status fungsional penderita stroke iskemik, dilakukan penelitian kohort tanpa kelompok kontrolselama dua bulan. Rerata perbaikankemampuan motorik berdasarkan nilaiindeks Barthel setelah empat mingguditerapi latihan berkisar antara 13,34sampai 23,70 (IK 95%). Analisis uji Tdependen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan berdasarkannilai indeks Barthel di awal dan setelahempat minggu terapi latihan (nilai p<0,005).Berdasarkan fenomena tersebutmaka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tentang pengaruh mobilisasidini pada pasien stroke infark terhadap peningkatan pemulihan f 
ungsional”.
 
METODE
Desain penelitian yang digunakanadalah desain kuasi eksprimen, denganrancangan
non eqiuvalent control groupdesign
. Dimana penelitimengelompokkan anggota sampel padakelompok eksprimen dan kelompok kontrol dan tidak dilakukan randomisasi(Riyanto, 2011). Pada kelompok eksperimen akan diberikan intervensi program mobilisasi, sedangkan padakelompok kontrol tanpa diberikanintervensi program mobilisasi. Melaluidesain penelitian ini akan dilihat bagaimana pengaruh pemberianmobilisasi dini pada pasien stroke infark terhadap peningkatan pemulihanfungsional pasien di ruang Merak IIRSUD Arifin Achmad Pekanbaru.Penelitian ini menggunakan teknik 
 Purposive Sampling 
, yaitu teknik  pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang telah dibuatoleh peneliti, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahuisebelumnya. Peneliti telah mengambilsampel sebanyak 30 orang dengan rincian15 orang sebagai kelompok eksperimendan 15 orang sebagai kelompok kontrol(Burn & Grove, 2005).Analisa ini menggunakan analisaunivariat untuk mendapatkan gambarantentang peningkatan fungsional pasienstroke infark pada kelompok eksperimendan kelompok kontrol, dan analisa bivariat sehingga pada penelitian ini peneliti mendapatkan data dari subjek  penelitian yang berbeda, yaitu darikelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada analisa bivariat ini penelitiakan menggunakan uji beda dua meanindependen (uji t independen) dan uji beda dua mean dependen (uji tdependen).Uji t independen digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan tingkatfungsional pasien sebelum dan sesudahdilakukan mobilisasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Sedangkan uji t dependen digunakanuntuk melihat apakah ada pengaruhsebelum dan sesudah diberikannyamobilisasi dini terhadap peningkatan pemulihan fungsional antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->