Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Poligami Dalam Pandangan Islam

Poligami Dalam Pandangan Islam

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
Published by Ichijou Miyaru

More info:

Published by: Ichijou Miyaru on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

 
POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
 
BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu bagian yang sampai saat ini masih ramai diperbincangkan dalam ilmu fiqihyaitu fiqih
munakahah.
Di dalam fiqih
munakahah
yang sangat marak menjadi bahan diskusidi kalangan kita adalah soal poligami. Poligami merupakan persoalan yang pelik yangdihadapi oleh kaum perempuan khususnya dan Islam pada umumnya.Menurut pakar psikologi maupun seksiologi, seorang laki-laki yang memasuki usia30
 – 
40 an mempunyai gairah seks yang meledak-ledak. Umumnya disebut masa puber ke-2dan punya fasilitas, ia cenderung banyak tingkah. Meskipun tidak semuanya, tetapikebanyakan mereka yang tergolong sukses, mencoba bermain-main dengan apa yang disebutWIL (wanita idaman lain). Sedangkan bagi yang jujur biasanya merengek - rengek kepadaistrinya agar diperbolehkan kawin lagi.Sebenarnya keinginan untuk berselingkuh dengan WIL atau terang-terangan inginkawin lagi bukan semata-mata karena dorongan kebutuhan seksual saja. Tetapi jugadipengaruhi oleh suatu kecenderungan agar ia dianggap hebat. Bagi laki-
laki “tukang kawin”
akan merasa bangga jika dirinya dianggap berhasil dalam menghidupi beberapa istrinya yangrukun-rukun saja.Berpoligami tidak dilarang dalam Islam. Boleh saja seorang lelaki mempunyai duaatau tiga bahkan empat orang istri. Tetapi ada syarat-syarat yang harusdipenuhi, terutama bersikap adil kepada istri-istrinya. Bersikap adil yang dimaksudkan dalam berpoligami adalah adil dalam segala-galanya. Tak sedikit laki-
laki “berlindung” pada alasan
 bahwa keinginannya berpoligami itu meniru cara Nabi Muhammad. Di mana, saat itu Nabimempunyai istri lebih dari satu. Lalu ketika niatnya menggebu-gebu ia berjanji pada istri pertama bahwa ia akan berlaku seadil-adilnya kepada istrinya yang kedua atau ketiga.Terlepas dari pendapat pro dan kontra tentang poligami, yang pasti poligami mjenjadimasalah yang menarik untuk diperbincangkan. Praktik poligami semakin lama semakinmenjamur ditengah
 – 
tengah masyarakat kita. Dalam praktiknya, masih banyak diantara para pelaku poligmi belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan, baik secara hukum negaramaupun hukum agama.
 
BAB IIPEMBAHASANA.
 
Pengertian
 Secara etimologis kata poligami berasal dari bahasa yunani, yaitu gabungan dari duakata
 poli
atau
 polus
yang berarti banyak dan
 gamein
atau
 gamos
yang berarti perkawinan.Dengan demikian poligami berarti perkawinan yang banyak ( Nasution, 1996: 84 ).Sedangkan secara terminologis poligami berarti sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan (KBBI, 2001: 885 ).Jika seorang yang memiliki pasangan lebih dari satu orang adalah seorang suami,maka perkawinan itu disebut poligini, sedangkan jika yang memiliki pasangan lebih dari satuadalah seorang istri, maka perkawinannya disebut poliandri. Namun dalam kehidupan sehari
 – 
hari istilah poligami-lah yang lebih populer dan sering menjadi bahan perbincangan.
B.
 
Poligami Dalam Sejarah
 Fenomen poligami sebenarnya sudah ada sebelum Islam datang. Dulunya orang
 – 
 orang berpoligami dengan banyak istri, karena memang belum ada aturan dan pembatasan jumlah istri dalam berpoligami. Sebelum akhirnya datanglah agama Islam yang dibawa olehRasulullah SAW, yang membatasi poligami hanya dengan empat orang istri saja.Sebenarnya sebelum Islam dan Rasulullah datang pun sudah banyak kaum yangmelakukan poligami termasuk diantaranya nabi-nabi sebelum Rasulullah SAW. Nabi-nabi itudiantaranya adalah Nabi Daud a.s., dan Nabi Sulaiman a.s.Menurut sejarahnya, poligami diperbolehkan setelah turunnya ayat Q.S.
 Annisa‟ 
 
: 3,dan asbabun nuzul ayat ini adalah pasca perang uhud, ketika itu pejuang Islam banyak yanggugur di medan peperangan dan mengakibatkan banyak anak yatim, janda-janda. Karenauntuk memenuhi sebuah tanggung jawab ketika banyaknya para janda, istri para syuhadayang gugur dalam peperangan membela Islam, sehingga tidak mungkin mereka dapatterlindungi. Dan sesuai dengan keadaan ini, yakni kekhawatiran tidak terwujudnya keadilan pada anak-anak yatim sesuai dengan yang dimaksud, maka Allah berfirman dalam QS.An- Nisa ayat 3:Artinya :
“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap hak 
-hak perempuan yatim ( bilamana kamu mengawininya ), maka kawinlah wanita-wanita ( lain ) yang kamu senangi. Dua, tiga, dan empat. Kemudian jika kamu takut berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak 
berbuat aniaya.”
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->