Sugeng Abdullah (2006), "Teknologi Inderajakes Bidang Sanitasi",
Hal : 3 dari 10 benda / objek atau fenomena, dilakukan pada hasil rekamannya dan bukan pada bendaaslinya. Menurut Lilesand dan Keifer (Suharyadi, 2004) inderaja didefinisikansebagai ilmu dan ketrampilan untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek,daerah atau fenomena melalui anlisis citra yang diperoleh dengan suatu alat tanpakontak langsung dengan obyek, daerah atau fenomena yang dikaji.Dalam inderaja terdapat dua sub sistem utama yaitu (1) subsistem perolehandata dan (2) subsistem analisis dan sintesis. Dalam hal perolehan data, perludiperhatikan tentang tenaga/energi, objek/benda, proses dan output yang dikehendaki.Energi yang banyak digunakan dalam inderaja adalah energi elektromagnetik dengan pola gelombang sinusoidal yang harmonis. Oleh karena itu diperlukan pengetahuantentang teori dan sifat-sifat dari berbagai macam gelombang. Energi pada tiapgelombang berbeda-beda, sehingga secara praktis untuk keperluan ini lazimdigunakan unit ukuran panjang gelombang (
λ
) dan frekwensi (f).Objek / benda dalam inderaja dapat berupa benda atau fenomena. Benda bisa berupa bangunan, tanah, air, udara, tumbuhan, dll. Fenomena bisa dalam bentuk suhuudara, aliran air, kecepatan angin, distribusi permukinan, distribusi vektor penyakit,dll. Benda dapat langsung dikenali melalui hasil rekaman inderaja, tetapi untuk fenomena dapat dikenali melalui benda lain yang ada disekitarnya. Contohnya fotoudara yang menunjukan rumah penduduk yang berhimpitan dapat ditafsirkan :terdapat banyak orang, resting places nyamuk Aedes sp.Di dalam Proses perolehan data, hal penting yang harus diketahui adalah bagaimana interakasi antara energi yang digunakan dalam inderaja dengan atmosfer.Juga interaksi antara energi inderaja dengan objek/benda yang direkam. Apakahterjadi penyerapan energi atau terjadi pantulan energi atau keduanya. Juga pentingdiperhatikan adalah tentang perekaman. Perekaman suatu benda atau fenomenauntuk inderaja saat ini banyak digunakan cakram magnetik, atau cakram fotonik.Perekaman harus memperhatikan ciri spektral (rona-kecerahan), ciri spasial (bentuk, pola, ukuran, tekstur, situs dan asosiasi), ciri temporal (waktu, periode). Ketiga ciri inimerupakan kunci dalam inderaja.Output inderaja berupa hasil perekaman yang merupakan data penginderaan jauh. Sesuai dengan cara perekammanya maka data inderaja dapat berupa data digitalatau data analog. Data digital direkam dalam informasi tingkat kecerahan yangditunjukkan dalam angka nilai pixel (picture elemen). Nilai pixel dapat dibuat berkisar 0 – 255. Data analog adalah hasil perekaman dalam bentuk gambar / visual.Data visual ini bisa digunakan satu dimensi berupa grafik atau garis, bisa jugadigunakan dua dimensi berupa image / citra.Lebih lanjut citra dapat dibedakan menjadi citra foto dan citra non foto. Citrafoto dapat dirinci sebagai berikut : (a) berdasarkan wahana (platform) yaitu fotoudara dan foto satelit, (b) berdasarkan sumbu kamera yaitu foto tegak, agak condongdan sangat condong, (c) berdasarkan gelombang yang digunakan yaitu fotoultraviolet, pankromatik, inframerah dan multispektral, (d) berdasarkan ukuran yaitufoto format standar dan format kecil. Citra non foto berdasarkan gelombang yangdigunakan yaitu citra spektrum tampak, citra inframerah termal, citra gelombangmikro/radar. Panjang gelombang yang digunakan pada berbagai satelit yang
Leave a Comment