• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Sugeng Abdullah (2007), O & P IPAL, Hlm - 1
OPERASI DAN PEMELIHARAAN IPAL
Oleh : Sugeng Abdullah
1.
 
Pendahuluan
IPAL (= Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang ada pada umumnya merupakangabungan dari proses pengolahan air limbah secara fisik-mekanik, kimia dan biologi.Pengolahan air limbah secara fisik- mekanik dan kimia pada dasarnya sama dengan pengolahan air bersih sebagaimana telah disampaikan pada kuliah terdahulu (Semester III).Pengolahan air limbah secara biologi yang banyak dijumpai adalah proses lumpur aktif.Proses lumpur aktif adalah merupakan salah satu bentuk pengolahan air limbahsecara biologi. Sekitar tahun 1880, telah dikenal bahwa air limbah yang diaerasi dapatmereduksi bau dan menurunkan kadar polusi serta menghasilkan lumpur ( Veenstra S &Polpraset C, 1995). Lumpur yang dihasilkan dirangsang agar dapat menguraikan air limbahsecara biologis. Lumpur inilah yang kemudian dikenal dengan lumpur aktif.Fenomena lumpur yang dapat menguraikan air limbah menjadi bersih ini,kemudian dikembangkan menjadi metode pengolahan air limbah dengan proses prosesumpur aktif. Proses lumpur aktif modern pertama kali dikembangkan di Inggris padatahun 1914, oleh Ardern dan Lockett (Metcalf & Eddy, 1979)Pengolahan dengan proses lumpur aktif adalah sistem pengolahan air limbahdengan menggunakan bakteri aerobik yang dibiakkan dalam tangki aerasi. Tujuannya adalahuntuk menurunkan karbon atau organik nitrogen. Dalam hal menurunkan organik karbon, bakteri yang berperan adalah bakteri heterotrophic. Sumber energi berasal dari oksidasisenyawa organik dan sumber karbon adalah dari organik karbon. Organik karbon biasanyadiukur dengan besarnya BOD dan COD. Selanjutnya BOD dan COD ini, dalam lingkup pengolahan biologis disebut sebagai substrat.Reaksi oksidasi dan sintesis sel adalah sebagai berikutCHONS + O
2
+ Nutrien
CO
2
+ NH
3
+ C
5
H
7
 NO
2
+ hasil akhir (Zat organik) (sel baru)Sintesis / respirasi : bakteriC
5
H
7
 NO
2
+ 5O
2
---
5CO
2
+
2
H
2
O + NH
3
+ Energi113 1601
 
1,42Bahan organik dalam air buangan akan diuraikan oleh jasad renik /mikroorganisme menjadi karbon dioksida, amonia dan sel baru serta hasil lain berupalumpur (sludge). Bakteri juga perlu respirasi dan melakukan sintesa untuk kelangsunganhidupnya. Pada reaksi respirasi terlihat bahwa ultimate BOD untuk sel sebesar 1,42 kalikonsentrasi sel. Dengan kata lain 1 unit biomassa yang dioksidasi membutuhkan 1,42 unitO
2
(Benefild L.D. & Randal CW, 1980).Bakteri atau jasad renik yang ada dalam lumpur aktif adalah termasuk gram negatipdari berbagai genus (Metcalf & Eddy, 1979) yaitu antara lain :
 Pseudomonas, Zoagloea, Achromobacter, Flvobacterium, Nocardia, Bdellovibrio, Mycobacterium
dan dua bakterinitrifikasi yakni
 Nitrosomonas
dan
 Nitrobacter 
. Terdapat pula beberapa organismafilamentous antara lain
 seperti Sphaerotilus, Beggiatoa, Thiothrix, Lecicathrix ,Geotrichum, Lyngbya
dan lain-lain.Pada daerah dekat effluent terdapat beberapa jenis protozoa yang berfungsi sebagai pembersih (polisher). Protozoa makan bakteri yang tak menggumpal dan tersebar dalam
 
Sugeng Abdullah (2007), O & P IPAL, Hlm - 2
air, sedangkan rotifera makan flok biologis berukuran kecil yang tidak mengendap.Disamping berfungsi sebagai polisher, protozoa juga dapat berfungsi sebagai indikator dalam proses lumpur aktif.Didalam bak aerasi terdapat berbagai organisma, salah satu diantaranya adalah protozoa. Menurut K. Mudrack & S. Kunst (1981), beberapa protozoa yang terdapat pada bak aerasi dapat digunakan sebagai indikator proses lumpur aktif, antara lain adalah :
 Zooflagellates, Amoebae, Cilliates ( 
antara lain
: Colpidium campylum, parameciumcaudatum, Apisdisca costata, Euplotes affinis, Vorticella spp, carchesium polypinum,Opercularia coarctata)
, dan
Suctoria
. Disamping protozoa, dalam lumpur aktif sering juga terdapat jasad multiseluler antara lain
 Rotifera
, larva serangga,
 Nematoda
dan bangsaudang (
Crustacean
).
 Zooflagellates
dari klas Mastiophorae, terutama
 Bodo spp
. dan
Trigonomonas
,apabila hadir dalam bak aerasi dalam jumlah yang mendominasi, hal tersebut menunjukansuatu kondisi anaerobik. Dengan demikian juga menunjukan bahwa sistem aerasi berjalantidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
Amoebae
biasanya hadir pada fase star upatau pada kondisi beban yang berat (over loading). Sebaliknya spesies
Testate amoebae
 selalu hadir pada kondisi beban organik yang sangat kecil.Keberadaan
Cilliates
dapat menunjukan kondisi sock loading karena adanya unsur toksik, atau kondisi over loading atau defisiensi oksigen. Pada kondisi optimal jumlah
Cilliates
 berkisar antara 2000 – 100.000 sel /ml. Bila kondisi mendadak menurun secaradrastis, menunjukan adanya unsur toksik dalam air limbah. Berbagai spesies
Cilliates
dapatmerupakan indikator spesifik terhadap kondisi sistem aerasi pada suatu bak aerasi.
Colpidium campylum
jika hadir dalam jumlah yang besar menunjukan kondisisuplai oksigen tidak baik atau kondisi over loading.
Paramecium caudatum
menunjukan bahwa pada proses lumpur aktif terjadi kondisi pembebanan dibawah normal (under normalloading).
Asidisca costata,
apabila tiba–tiba menghilang, menunjukan bahwa kandunganoksigen terlarut < 2 mg/L. Sebaliknya bila keberadaanya tetap, hal tersebut menunjukankondisi aerasi cukup baik. Demikian juga
 Euplotes affinis,
kehadiranya menunjukan suplaioksigen yang bagus.Keberadaan
Vorticella spp,
khususnya
Vorticella microstoma
menunjukan kondisimiskin oksigen atau kondisi pembebanan berat. Sedangkan
Vorticella convallaria
dan
 Vorticella campanula,
kehadirannya menunjukan pembebanan normal dan ini menunjukan juga bahwa suplai oksigen dalam kondisi baik.
Carchesium polypinum
keberadaanyaselalulu berhungan dengan
Vorticella. Opercularia coarctata
 juga merupakan ciliata yangmerupakan indikator suplai oksigen yang baik bila terdapat dalam bak aerasi. Sedangkan
Suctoria
dapat merupakan indikator pembebanan sangat ringan (lightly loading).Dari uraian diatas, keberadaan protozoa dalam proses lumpur aktif, dapatdikemukakan sebagai berikut :-
 
Pembebanan berat (Highly loaded plants). Biasanya terdapat flagelata atau amoeba.-
 
Pembebanan normal (Normal loaded plants). Biasanya terdapat spesies ciliata antaralain :
: Vorticella convallaria, Opercularia coarctata, , Euplotes affinis
dan
Apisdiscacostata.
-
 
Pembebanan ringan ( lightly loaded / under loaded plants). Biasanya terdapat
rotifera
dan sedikit
protozoa.
Proses lumpur aktif intinya terdiri dari dua tangki, yakni bak aerasi dan bak  pengendap (clarifier). Pada bak aerasi terjadi penguraian zat organik secara biokimia oleh jasad renik aerob dengan suplai oksigen yang cukup. Bak pengendap berfungsi untuk memisahkan lumpur aktif (biomassa) yang berasal dari bak aerasi. Lumpur aktif yangmengendap sebagian dikembalikan lagi ke bak aerasi dan sebagian yang lain di buang.Modifikasi pada proses lumpur aktif, terutama dilakukan dengan merubahkonfigurasi sistem inlet, merubah konfigurasi sistem aerator, merubah parameter F/M,
 
Sugeng Abdullah (2007), O & P IPAL, Hlm - 3
umur lumpur, merubah suplai udara dengan oksigen murni. Proses lumpur aktif yang telahdimodifikasi antara lain : Step aerasi; Tapered aeration; Contact stabilisasi; Pure oxygen;Oxydation ditch; Hight rate aeration dan extended aeration.Pada prakteknya proses lumpur aktif adalah merupakan suatu pengolahan air limbah, dimana air limbah bersama lumpur aktif masuk dalam bak aerasi, kemudiandiaerasi terus menerus. Air limbah (zat organik) akan dioksidasi oleh jasad renik menjadigas karbon dioksida dan sel baru. Banyaknya gas dan sel baru yang terbentuk mengikuti persamaan reaksi oksidasi dan sintesis sel seperti diuraikan diatas. Jumlah sel baru dalamtangki aerasi akan terus bertambah. Disisi lain sel-sel yang tua akan mati, namun demikian jumlah sel baru yang terbentuk harus jauh lebih besar dari sel yang mati. Hal ini untuk memungkinkan terjadinya positivenet growth ( sel terus bertambah)Dalam siklus hidupnya , sel mikrorganisme mengalami 4 fase yaitu :- Fase Lag : yakni merupakan fase adaptasi bagi mikroorganisme untuk menyesuaikan diridengan lingkungan yang baru. Biasanya fase ini terjadi pada tangki buffer / tangki penyelaras.- Fase pertumbuhan : dalam fase ini mikroorganisme tumbuh dan berkembang secaraekponensial apabila fase lag dapat dilalui dengan berhasil. Fase pertumbuhan ini terjadi pada tangki aerasi / reaktor.- Fase stasioner : pada fase ini mikrorganisme tidak mengalami perkembang biakan karena persediaan nutrien sudah hampir habis digunakan pada fase pertumbuhan. Fase initerjadi pada tangki aerasi.- Fase kematian : setelah nutrien benar-benar habis, mikroorganisme akan mengoksidasidiri sendiri dan tidak menghasilkan sel baru dan akhirnya akan mati. Fase ini terjadi pada bak clarifier.Prinsip pengolahan biologis adalah memanfaatkan aktivitas mokroorganisme padafase pertumbuhan seperti dimaksud diatas. Nutrien yang berupa bahan-bahan organik dapattereduksi dengan cepat untuk keperluan pertumbuhan sel yang bersifat ekponensial.Akibatnya nutrien (bahan organik) akat cepat habis, dan selanjutnya sel akan mengalamikematian.Agar dapat berlangsung dengan sukses pada fase pertumbuhan (dalam pengolahanair limbah), perlu optimalisasi fase lag. Optimalisasi fase lag adalah dengan menciptakankondisi luar yang mendukung kehidupan mikroorganisme, misalnya : pengendalian pH,temperatur dan suplai oksigen yang mencukupi. Oleh karena itu pemantauan pH, temperatur dan DO pada tangki aerasi sangat penting untuk dilakukan (Muslimin, LW, 1995).2.
 
Parameter Penting Dalam Proses Lumpur Aktif Pada dasarnya pengawasan (dan evaluasi) terhadap proses lumpur aktif, intinyaadalah agar kinerja proses lumpur aktif tersebut dapat berjalan sesuai dengan kriteriayang direncanakan. Dengan evaluasi ini diharapkan dapat diketahui parameter-parameter tertentu yang tidak sesuai, untuk kemudian diadakan tindakan korektip. Garis besar  pengawasan kinerja dimaksud prinsipnya adalah : melakukan pemeriksaan dan menjagakonsentrasi oksigen terlarut air limbah pada bak aerasi, serta pengaturan jumlah lumpur yang diresirkulasi atau jumlah lumpur yang dibuang.Disamping itu, sering juga dipakai parameter lain untuk pengawasan kinerjatersebut, yaitu dengan kriteria pembebanan (loading criteria). Kriteria pembebanan ituadalah F/M ratio dan umur lumpur (
θ
c). MLSS (Mixed Liquor Suspended Solid) jugadigunakan sebagai parameter kontrol terhadap proses lumpur aktif. Pada beberapa instalasiIPAL dengan proses lumpur aktif, kadang juga dipakai parameter oxygen uptake rate (OUR)untuk pemantauan dan pengawasannya.Beberapa parameter penting untuk keperluan pengawasan / evaluasi dimaksudadalah sebagai berikut :
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...