Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Citra

Pengertian Citra

Ratings: (0)|Views: 207|Likes:
Published by ifa_weqz

More info:

Published by: ifa_weqz on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Citra adalah kesan yang diperoleh melalui pengetahuan dan pengalamanseseorang tentang suatu hal. Bagi perusahaan, citra diartikan sebagai persepsimasyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi masyarakat terhadap perusahaandidasari pada apa yang mereka ketahui atau mereka kira tentang perusahaan yang bersangkutan. Citra perusahaan yang baik dimaksudkan agar perusahaan dapat tetaphidup dan meningkatkan kreativitasnya bahkan memberikan manfaat lebih bagi oranglain.Citra merupakan tujuan dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yanghendak dicapai. Walaupun citra merupakan sesuatu yang abstrak dan tidak dapat diukur secara sistematis, namun wujudnya dapat dirasakan dari hasil penelitian baik dan buruk yang datang dari khalayak atau masyarakat luas. Penilaian atau tanggapan tersebut dapat berkaitan dengan timbulnya rasa hormat
(respect),
kesan-kesan yang baik yang berakar  pada nilai-nilai kepercayaan. Keberhasilan perusahaan membangun citra dipengaruhioleh berbagai macam faktor.Keinginan sebuah organisasi untuk mempunyai citra yang baik pada publik sasaran berawal dari pengertian yang tepat mengenai citra sebagai stimulus adanya pengelolaan upaya yang perlu dilaksanakan. Ketepatan pengertian citra agar organisasidapat menetapkan upaya dalam mewujudkannya pada obyek dan mendorong prioritas
Universitas Sumatera Utara
 
 pelaksanaan. Citra menampilkan kesan suatu obyek terhadap obyek yang lain yangterbentuk dengan memproses informasi setiap waktu dari berbagai sumber terpercaya.Pentingnya citra sebuah perusahaan dikarenakan citra positif dapat memberikankemudahan bagi perusahaan untuk berkomunikasi dan mencapai tujuan secara efektif,sedangkan citra negatif sebaliknya. Citra positif dapat digunakan sebagai pelindungterhadap kesalahan kecil, kualitas teknis atau fungsional sedangkan citra negatif dapatmemperbesar kesalahan tersebut. Citra menggambarkan pengalaman dan harapankonsumen atas kualitas pelayanan perusahaan dan citra mempunyai pengaruh pentingterhadap manajemen atau dampak internal, dimana citra perusahaan yang kurang jelasdan nyata dapat mempengaruhi sikap karyawan (Sutojo, 2004: 60).
 
Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah sebuah instansi BUMN yangmengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Tata nilai organisasi yangdianut oleh PLN adalah integritas, peduli, pembelajar dan saling percaya. PLNsenantiasa membangun citra positif perusahaan di mata masyarakat. Usaha yangdilakukan oleh PLN dalam menciptakan citra positif di mata masyarakat adalah denganmeningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya dengan melakukan kegiatan
Coorporate Social Responsibility (CSR)
, dsb.Berbagai upaya yang dilakukan oleh PLN dalam membangun citra positif  perusahaan di mata masyarakat juga tak jarang menemukan kesulitan. Kesulitan yangdialami perusahaan dapat menimbulkan opini di masyarakat yang berdampak pada citra perusahaan, dimana perusahaan mendapat citra negatif. Citra negatif itu terlihat dari hal
Universitas Sumatera Utara
 
yang paling umum terjadi di lingkungan masyarakat akhir-akhir ini, yakni opinimengenai pemadaman bergilir yang sering terjadi.Citra perusahaan dapat diukur melalui riset atau survey yang dilakukan untuk mengetahui opini publik, baik dari pihak internal perusahaan maupun eksternal. Hal ini juga yang terjadi di PLN dalam mengukur citra perusahaan. Pengukuran citra perusahaan dilakukan oleh
Public Relations.
Berkaitan dengan pemadaman bergilir yang terjadi dan dirasakan sangat merugikan masyarakat, citra perusahaan PLN dapat bergeser ke arah yang tidak diharapkan. Citra negatif inilah yang menjadi perhatiankhusus perusahaan dalam menindaklanjutinya demi eksistensi perusahaan.
 
Pemadaman bergilir akhir-akhir ini sering terjadi di beberapa wilayah diSumatera Utara, yakni kawasan Menteng, Johor, Helvetia, Delitua, Namorambe,Amplas dan sejumlah kawasan lainnya (sumber : Koran Sumut Pos edisi Juli 2011).Kecamatan Helvetia Medan merupakan salah satu kawasan yang sering mendapat‘giliran’ pemadaman oleh PLN. Masyarakat Kecamatan Helvetia Medan khususnyaKelurahan Helvetia Tengah turut merasakan dampak dari pemadaman bergilir ini.Aktivitas masyarakat banyak yang terhenti akibat dilakukannya pemadaman bergilir yang terasa sangat merugikan, khususnya bagi masyarakat yang membuka duniausaha sendiri. Masyarakat Kecamatan Helvetia Kelurahan Helvetia Tengah Medan,khususnya masyarakat lingkungan III adalah masyarakat yang tergolong banyak membuka dunia usaha sendiri, misalnya dengan membuka warung/kedai makanan,grosir, toko kelontong, warung internet, dsb. Oleh karena itu, masyarakat Lingkungan
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->