Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Format Jurnal

Contoh Format Jurnal

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by Fata Den

More info:

Published by: Fata Den on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SISIPAN HUMOR DALAMMATA PELAJARAN MATEMATIKA Darmansyah(Universitas Negeri Padang)
 Abstract:
Applying a pleasant instructional strategy is important to touch students’ learning enthusiasm. The main purpose of this research was to find out students’ Mathematics learning outcomes of those who were taught through the insertion of humor than those who were taught using a conventional instructional strategy. The population of the research was the Senior HighSchool (SMA) and Islamic Senior High School (MA) students in Padang. The samples of theresearch were 83 students in the experimental group and 83 students in the control group who wererandomly selected. The data were collected by using Mathematics test and questionnaire. Thevalidity and reliability of the instruments had been ensured before they were administered to the students. The questionnaire data were analyzed qualitatively and the Mathematics test data werequantitatively analyzed by using covariance and multiple regression statistical formula. The finding of the study showed that the students’ who were taught by using the insertion of humor had higher  Mathematics learning outcomes than those who were taught using a conventional instructional  strategy. It is, therefore, suggested that teachers are urged to insert humor to their instructional  strategies in an effort to improve students’ Mathematics learning outcomes.
Kata kunci:
 pembelajaran, sisipan humor, matematika, SMA, MA
PENDAHULUAN
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesiadipengaruhi oleh banyak faktor. Berbagaikomponen yang terkait dengan pendidikan berperan penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Jika dikaji lebihmendalam, permasalahan pendidikansebenarnya bermula dari kurang efektifnya proses pembelajaran. Oleh karena itu, upayaapapun yang dilakukan untuk meningkatkanmutu pendidikan harus diawali dan difokuskan pada usaha memperbaiki kualitas proses pembelajaran dengan mengoptimalkan semuakomponen yang terkait di dalamnya.Inefektifitas pembelajaran dapat dilihatdari beberapa indikasi, baik dari prosesmaupun capaian hasil belajarnya. Dari segi proses pembelajaran dapat dilihat, misalnya bagaimana siswa dapat menikmati pembelajaran sebagai suatu kegiatan yangmenyenangkan. Artinya, jika suatu pembelajaran tidak berhasil membangkitkanminat dan motivasi siswa untuk belajar, maka pembelajaran itu tidak dapat efektif.Hasil belajar merupakan salah satuindikator kualitas pembelajaran. Apabila hasil belajar yang dicapai rata-rata siswa dalam bentuk UN atau NEM baik, maka kualitas pembelajaran dapat dikatakan baik dan kinerjasekolah juga baik. Sebaliknya, jika hasil belajar yang didapatkan rata-rata siswa kurang optimal,dapat diduga karena mutu pembelajarannyakurang berkualitas. Dengan demikian, dapatdinyatakan, bahwa rendahnya kualitas pendidikan, sesungguhnya berawal darirendahnya kualitas proses pembelajaran danrendahnya hasil belajar yang dapat dicapaisiswa.Karakteristik siswa dengan perilaku belajar dan hasil belajar yang tidak memuaskantersebut, tentu disebabkan oleh banyak faktor. Namun, menurut Dryden dan Vos (2000:317),guru merupakan faktor yang paling dominan,karena peran guru sebagai aktivator, fasilitator, pelatih, motivator, dan ”orkestrator” akansangat menentukan tingkat keberhasilan belajar seorang siswa.Karakteristik mata pelajaran yang abstrak seperti Matematika dan sarat dengan muatankognitif, mengharuskan siswa bekerja kerasdengan menggunakan strategi khusus untuk mempelajarinya. Karakteristik tersebut seringmenyulitkan siswa dalam belajar Matematika.Kesulitan inilah yang dapat memunculkankejenuhan dalam belajar Matematika, yang juga berdampak terhadap hasil belajarnya. Namun, Matematika yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas manusiadengan karakteristiknya berbentuk angka-angka yang memiliki abstraksi tinggi dan sulit
 Darmansyah, Pembelajaran Menggunakan Sisipan Humor…
31
 
 Jurnal Kependidikan, Vol.10 Nomor 1, Juni 2009.
dipelajari. Hal ini dapat dibuat menjadi lebihmenarik bagi siswa, jika guru menggunakanstrategi yang tepat. Salah satu cara terbaik adalah menerapkan strategi pembelajaranmenyenangkan bagi siswa.Meskipun tidak semua guru memilikisifat humoris dan dapat menciptakan suasanamenyenangkan dalam interaksinya dengansiswa, namun hambatan tersebut dapat diatasidengan menggunakan berbagai sumber yangmemungkinkan terciptanya pembelajaranmenyenangkan. Salah satu interaksi yangmenyenangkan adalah dengan menggunakankarikatur dan anekdot/cerita singkat yangmengandung humor. Karikatur dananekdot/cerita singkat humor ini memilikikemampuan menggelitik tawa siswa yang tidak  jauh berbeda dengan sifat dan humoris guru jika dipilih dan digunakan secara tepat. Artinya, penggunaan karikatur dan anekdot/ ceritasingkat humor dapat menggugah siswa secaraemosional, menciptakan suasanamenyenangkan, dan mampu menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa.Pembelajaran yang menarik dan menyenangkandapat meningkatkan pemahaman, mempertinggidaya ingat, dan memberi peluang kepada siswauntuk memfungsikan otak memori dan ota berpikirnya secara optimal.Menurut Dryden dan Vos (2000:351),emosi berperan penting dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut ia menjelaskan,dalam banyak hal kecerdasan emosional adalahkunci bagi sistem memori otak. Muatan emosidari presentasi dapat berpengaruh besar dalammemudahkan peserta didik untuk menyerapinformasi dan ide. Oleh karena itu, muatanemosi yang (sejak tahun 1995) menjadi perbincangan banyak kalangan dengan topik kecerdasan emosional (EI), perlu mendapat perhatian guru dalam pembelajaran.Keberhasilan siswa dalam belajar menurutGoleman (1995:18) juga ditentukan olehkecerdasan emosional tersebut.Hasil belajar juga ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran yang telahdipelajari sebelumnya. Informasi yang menjadisatuan dasar untuk memahami informasi berikutnya disebut pengetahuan awal.Pengetahuan awal merupakan skema yangsangat berguna untuk mempresentasikan pengetahuan. Maryunis (1989:40) menyatakan bahwa hasil belajar ditentukan oleh perpaduanantara penyerapan informasi baru yang sedangdihadapi siswa dengan skema yang telah dipilihsebelumnya dan dipanggil kembali ketikadiperlukan.Teori pemrosesan informasimenggambarkan bagaimana informasi dapatdiproses, disimpan dan dipanggil kembali.Gagne (1986) mengemukakan teori pemrosesan informasi yang mempostulatkansejumlah struktur internal dalam otak manusia.Informasi diterima dan diproses melaluisederetan memori yang diawali dari memoriikonik, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang.Kurfiss (1981) mengemukakan bahwa para ahli psikologi sependapat bahwa stimuluseksternal itu dapat menjadi motivator yangaktif, apabila stimulus itu bermakna bagi siswa,dengan jalan membentuk hubungan dengankeadaan internal siswa. Hal ini berarti bahwakeadaan internal siswa dipengaruhi olehstimulus eksternal siswa. Stimulus yangdiberikan dari lingkungannya erat kaitannyadengan tiga jenis otak yang diuraikan secararinci oleh Shapiro (1997) yakni berfungsisebagai pemroses informasi yaitu (1) otak neo-cortex, (2) otak mamalia, dan (3) otak reptil.
Otak Neo-Cortex
akan memproses informasi(secara normal dan kreatif) yang diterimamelalui stimulus dari lingkungan yang sangatmenyenangkan. Bekerjanya otak Neo-Cortexinilah yang memberikan banyak kontribusiterhadap keberhasilan dan keefektifan belajar.Menurut Gardner (1985 di sinilah beradanya berbagai kecerdasan yang dimilikimanusia yakni linguistik, matematika,visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal,interpersonal, intrapersonal, dan intuisi.
Otak  Mamalia
(yang berfungsi sebagai selektor),menerima dan meneruskan stimulus yangdiberikan ke ota
neo-cortex
atau otak reptilsesuai dengan kondisi stimulus yangditerimanya.Enam jalur utama menuju otak terutama
otak neo-cortex
, ketika belajar menurut Dryden& Vos (2000:23) adalah melalui apa yang kitalihat, apa yang kita dengar, apa yang kitarasakan, apa yang kita sentuh, apa yang kita baui, apa yang kita lakukan. Keenam jalur utama ini tidak akan berfungsi dengan baiapabila stimulus yang diterima tidamenyenangkan. Penciptaan suasana belajayang menyenangkan menurut DePorter,
32
 
 Darmansyah, Pembelajaran Menggunakan Sisipan Humor…
Reardon dan Singer (1999:15) adalah konteksmenata panggung belajar yang mencakupsuasana kelas, bahasa yang dipilih, caramenjalin rasa simpati dengan siswa, dan sikapterhadap sekolah serta belajar, karena suasanayang penuh kegembiraan cenderung membawakegembiraan pula dalam belajar.Guru terbaik adalah guru yangmendahulukan interaksi dalam lingkungan belajar, memperhatikan kualitas interaksiantarpelajar, antara pelajar dan guru, sertaantara pelajar dan kurikulum. Cara terbaiuntuk berinteraksi dengan peserta didik adalahmemahami impian siswa terhadap guru idealyang menurutnya mampu memberikandorongan terbesar dalam belajar.Berkaitan dengan hal di atas Prayitno(2002:67), menggambarkan profil guru yangdiharapkan siswa adalah (1) periang, (2) suka berteman, (3) beremosi matang, (4) jujur danikhlas, (5) dapat dipercaya, (6) sehat mental, (7)dapat menyesuaikan diri, (8) kepribadian yangkuat. Selanjutnya Prayitno menyatakan bahwafigur guru yang diharapkan siswa adalah (1)menegakkan aturan, (2) aktif dalam tugas, (3)dapat menjelaskan dengan baik, (4) menaridan tidak membosankan, (5) adil, taat asas,tidak pilih kasih, (6) enak diajak berteman.Seluruh komponen dari profil guru di atas harusdimiliki oleh guru.Strategi tersebut dapat diciptakan melalui(1) penciptaan lingkungan kelas yang dapatmempengaruhi kemampuan siswa untu berfokus dan menyerap informasi, (2) peningkatan pemahaman melalui gambar  poster ikon yang dapat menampilkan isi pelajaran secara visual, (3) penggunaan poster afirmasi lucu dan mengandung humor yangdapat menguatkan dialog internal siswa, (4) penggunakan alat bantu belajar dalam berbagai bentuk seperti kartun dan karikatur yang dapatmenghidupkan gagasan abstrak danmengikutsertakan pelajar kinestetik, (5) perancangan waktu jeda strategis danmengisinya dengan kegiatan yangmenyenangkan seperti membuat kuis, pertanyaan lucu, humor, penjelasan tentangtransisi menggunakan berbagai sumber yangdapat menjamin siswa menjadi tertarik dan berminat pada setiap pelajaran. Dalam penelitian ini strategi pembelajaranmenyenangkan adalah sisipan humor pada jeda strategis menggunakan karikatur dananekdot/cerita singkat humor.Pengetahuan merupakan satuan dasar untuk mempresentasikan pengetahuan. Eysenck (1984) menyatakan bahwa objek individual, peristiwa, atau ide-ide abstrak dipresentasikan pada memori dalam bentuk skema. Dengandemikian, skema merupakan bangunan pengertian mental yang mewakili pengetahuanseseorang tentang apa-apa yang pernahdialaminya. Ausubel (1985) menyatakan bahwa pengetahuan awal ini disebut jugasebagai skema atau struktur kognitif yangtersimpan dalam memori jangka panjangsebagai landas data. Dalam pembelajaranMatematika yang bersifat hierarkhis, pengetahun awal siswa menjadi penting artinyaterutama dalam setiap tahap pembelajaran berikutnya. Hal ini karena memori tidak hanyadipengaruhi oleh informasi yang disajikantetapi juga oleh pengetahuan awal yang relevan(Eysenck,1984:125). Dengan demikian,memori ditentukan oleh informasi yangdisajikan dan oleh pengetahuan awal yangkeduanya saling mempengaruhi.Kualitas-kualitas yang menunjukkankecerdasan emosional menurut Shapiro (1997)yang tampaknya penting bagi keberhasilanhidup antara lain adalah (1) empati, (2)mengungkapkan dan memahami perasaan, (3)mengendalikan amarah, (4) kemandirian, (5)kemampuan menyesuaikan diri, (6) disukai, (7)kemampuan memecahkan masalah antarpribadi,(8) ketekunan, (9) kesetiakawanan, (10)keramahan dan sikap hormat. Semuakecerdasan tersebut sangat diperlukan dalamkehidupan siswa. Kecerdasan emosionalmenurut Golemen (2000) memiliki lima aspek yaitu (1) kemampuan mengenali diri, (2)kemampuan mengelola emosi, (3) kemampuanmemotivasi diri, (4) kemampuan mengenaliemosi orang lain, (5) kemampuan membinahubungan dengan orang lain.Kecerdasan emosional menjadi semakin penting artinya dalam belajar mengingatketerkaitannya dengan otak dan pemprosesaninformasi. Shapiro (1997) mengungkapkan bahwa para ilmuwan sering membicarakan bagian otak yang digunakan untuk berpikir yaitu
cortex
(kadang-kadang disebut
neocortex
), sebagai bagian yang berbeda dari bagian otak yang mengurusi emosi yaitu sistemlimbik, tetapi sesungguhnya hubungan antara
33

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->