Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal

jurnal

Ratings: (0)|Views: 99|Likes:
Published by Cyntia Anggraeni

More info:

Published by: Cyntia Anggraeni on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Geliga Sains
3 (2), 34-41, 2009
©
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas RiauISSN 1978-502X
 
*)
Komunikasi Penulis
HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MELALUIPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSINGDI KELAS X
4
MAN 1 PEKANBARU
M. Rahmad
*)
, Denok Norhamidah, dan Fakhruddin 
 Laboratorium Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau, Pekanbaru 28293
 Abstract 
This study aims to describe the results of student learning through the application of cognitive learning models problem posing in learning basic physics to materials and Vector Magnitude. The subject of thisresearch is the students at class X 
4
 MAN 1 Pekanbaru, amounting to 35 people. Data collection instrument of this research is to study the cognitive test results. Research data collection at the end of the process of learning by doing tests of cognitive learning outcomes. Data were analyzed using descriptive analysistechniques including absorption power, the effectiveness of learning, student learning capacity and thecompleteness of completeness objectives of learning in a vector of the amount of material. The results of dataanalysis shows that the average absorption power was 80.6% of students in good categories, and theeffectiveness of learning with the media effectively enough, the completeness of classical learning of studentsis 80% with this category is not complete and the completeness of classical learning goal with 78.6% Thiscategory is not complete. So, the problem of learning models posing for raw materials is a vector quantityapplied to X 
4
MAN I Pekanbaru students cash terms of cognitive learning outcomes.
 Keywords:
cognitive learning, learning model problems posing, vector quantities.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan usaha sadar yangsistematis dan bertitik tolak dari sejumlahlandasan dengan menggunakan azas-azastertentu (Tirtarahardja, 2002). Upayamemanusiakan manusia merupakan salah satutujuan pendidikan sehingga dapatmeningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang nantinyamampu menghasilkan teknologi baru, maka peranan fisika sangat penting bahkandapatdikatakan teknologi tidak akan ada tanpafisika. Oleh karena itu penguasaan materifisika sangat penting dalam mendukung haltersebut.Fisika merupakan salah satu cabang IPAyang mendasari perkembangan teknologi majudan konsep hidup harmonis dengan alam.Perkembangan pesat di bidang teknologiinformasi dan komunikasi dewasa ini dipicuoleh temuan di bidang fisika material (
material  sciene
) melalui penemuan pirantimikroelektronika yang mampu membuat banyak informasi dengan ukuran sangat kecil(Wakhidah, 2007).Mata pelajaran fisika di SMA/MAdikembangkan dengan mengacu pada pengembangan fisika yang ditujukan untuk mendidik siswa agar mampu mengembangkanobservasi dan eksperimentasi serta berpikir taat azas. Hal ini didasari oleh tujuan fisikayakni mengamati, memahami danmemanfaatkan gejala–gejala alam yangmelibatkan zat (materi) dan energi.Kemampuan observasi dan eksperimentasi inilebih ditekankan pada melatih kemampuan berpikir eksperimental yang mencakup tatalaksana percobaan dengan mengenal peralatanyang digunakan dalam pengukuran baik didalam laboratorium maupun di alam sekitar kehidupan siswa. Selanjutnya, dengankemampuan matematis yang dimiliki lewat pelajaran matematika, siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir yangtaat azas. Kemampuan berpikir ini dilatihmelalui pengelolaan data yang kebenarannyatidak diragukan lagi, selanjutnya denganmenggunakan perangkat matematis
 
 M. Rahmad, Denok Nurhamidah dan Fakhruddin; Hasil Belajar Fisika Siswa Melalui
....
35
 
dibangunlah konsep, prinsip, hukum dan teori(Depdiknas, 2003).Untuk mencapai tujuan pendidikan guruharus manguasai materi pelajaran, mempunyaistrategi dan model pembelajaran yang tepatterutama dalam berkomunikasi dengan anak didik. Guru sebagai pengajar yangmemberikan pengetahuan dan keterampilan pada siswa. Selain itu juga mempunyai peranan sebagai fasilisator, motivator dansebagai pembimbing dalam mencapaikemajuan dalam belajar (Slameto, 2003).Merujuk pada informasi yang diperolehdari guru bidang studi fisika, ternyata hasil belajar kognitif siswa kelas X pada tahunsebelumnya masih relatif rendah dimana nilairata-rata klasikalnya 68. Nilai tersebut masihrendah dibanding dengan KKM yangdiharapkanb yakni 70. Rendahnya hasil belajar kognitif ini disebabkan karena dalam proses belajar mengajar guru masih menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru.Syam(2008) mengemukakan bahwa“dalam belajar fisika hendaknya fakta konsepdan prinsip-prinsip fakta tidak diterima secara prosedural tanpa pemahaman dan penalaran.Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitusaja dari otak seorang (guru) ke kepala oranglain (siswa). Siswa sendirilah yang harusmengartikan apa yang telah diajarkan denganmenyesuaikan terhadap pengalaman- pengalaman mereka. Pengetahuan atau pengertian dibentuk oleh siswa secara aktif, bukan hanya diterima secara pasif dari gurumereka”. Untuk mendukung hal itu, perluditerapkan suatu sistem pembelajaran yanglebih memperhatikan aspek siswa. Salahsatunya adalah pembelajaran dengan model pembelajaran
 problem
 
 posing 
(pengajuan soal)adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada aliran konstruktivis, berbedadengan pembelajaran yang bersifatkonvensional yang lebih menekankan padahapalan yang cenderung mematikan daya nalar dan kreativitas berpikir anak (Hudojo dalamSyam, 2008).Beberapa hasil penelitian telahmenunjukkan manfaat dari model pembelajaran
 problem posing 
, yaitumerupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pembelajaran fisika yang dapat mengaktifkansiswa, mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah sertamenimbulkan sikap positif terhadap fisika.Membiasakan siswa dalam merumuskan,menghadapi dan menyelesaikan soalmerupakan salah satu cara untuk mencapai penguasaan suatu konsep. Hal ini sejalandengan pendapat aliran
behaviorisme
yangmenyatakan bahwa untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dapat dilakukandengan cara mengulang-ulang masalah yangdisampaikan (Hudojo dalam Syam, 2008).Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan hasil belajar kognitif fisika Siswa kelas X
4
MAN 1 Pekanbarumelalui penerapan model pembelajaran
 problem posing 
pada materi besaran vektor.Langkah-langkah dalam model pembelajaran
 problem posing 
adalah adanyakegiatan perumusan soal yang dibuat olehsetiap siswa setelah selesai pembahasan suatumateri. Terlebih dahulu guru memberi contohtentang cara membuat soal dan memberikan beberapa situasi (informasi) yang berkenaandengan materi pembelajaran yang sudahdisajikan. Selanjutnya berdasarkan situasitersebut siswa diminta untuk membuat soalyang berkaitan dengan situasi tersebut dandiminta untuk menyelesaikan soal merekasendiri (Yuhasriati dalam Luwis, 2008).Menurut Alisson Cook dan Sather 
 
(dalam Triyono, 2007)
 problem posing 
 merupakan pembelajaran konseptual sebagai proses belajar antara guru dan siswa denganmencari pengetahuan bersama melalui pertanyaan-pertanyaan yang dihasilkan dalamkonteks yang bermacam-macam.Pelaksanaan model pembelajaran
 problem posing 
didukung oleh beberapa teori belajar. Teori belajar Bruner, menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar informasiyang diberikan kepada dirinya. Bruner dalamteorinya mendasarkan atas dua asumsi yaitu:Pertama, perolehan pengetahuan merupakansuatu proses interaktif, artinya orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannyasecara aktif, perubahan terjadi pada diriindividu dan lingkungannya. Kedua, seseorangmengkonstruksi pengetahuannya denganmenghubungkan informasi yang masuk denganinformasi yang telah dimilikinya (Asikindalam Intan, 2007). TeoriJean Piagetmempelajari bagaimana anak berfikir dan
 
 M. Rahmad, Denok Nurhamidah dan Fakhruddin; Hasil Belajar Fisika Siswa Melalui
....
36
 
Tabel 1. Langkah-langkah
 Problem Posing 
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Dengan tanya jawab, mengingatkan kembali materisebelumnya yangrelevanBerusaha mengingat dan menjawab pertanyaanyang berkaitan denganmateri yang diingatkan guruMenginformasikan tujuan pembelajaran yang sesuaidengan kompetensi dasar dan pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajaranBerusaha memahami tujuan, kompetensi, dan pendekatandalam pembelajaranMenyajikan materi pembelajaran dengan strategiyang sesuai dan ber usaha selalu melibatkan siswadalam kegiatanMengikuti kegiatan dengan antusias,termotivasi, menjalin interaksi dan berusaha berpartisipasi aktif.Dengan Tanya jawab membahas kegiatan denganmenggunakan
 problem posing 
dengan memberikancontoh atau cara membuat soalBerpartisipasi aktif dalam kegiatanMemberi kesempatan padasiswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelasBertanya pada hal-hal yang belum dipahamMelibatkan siswa dalam
 problem posing 
denganmemberi kesempatan siswa membuat soal dari situasiyang diberikan. Kegiatan dapat dilakukan secarakelompok atau individual.Merumuskan soal berdasarkan situasi yangdiketahui secara individual ataukelompok Mempersilahkan siswa untuk menyelesaikan soal yang dibuatnya sendiriMenyelesaikan soal yang dibuatnya sendiriMengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan darimateri yang sudah dipelajarinyaBerusaha untuk dapat menyimpulkan materi yangsudah dipelajarinya.Sumber : Luwis ( 2008)
 proses-proses yang berkaitan denganintelektual. Menurut Piaget (dalam Dimiyati,2002), pengetahuan dibentuk oleh individu,sebab individu melakukan interaksi denganlingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan.Metode belajar aktif  memerlukanketerlibatan dan kerja siswa itu sendiri.Penjelasan dan pemeragaan misalnya denganmemakai alat peraga semata tidak akanmembuahkan hasil belajar yang langgeng,tetapi yang dapat membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif.Ada beberapa hal yang membuat siswamenjadi aktif, pernyataan Silberman (2006)“Agar siswa belajar menjadi aktif, siswa harusmengerjakan banyak sekali tugas, merekaharus berfikir keras, mengkaji gagasan,memecahkan masalah, dan menerapkan apayang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit,menyenangkan, bersemangat, dan penuhgairah”. Konfusius dalam Silberman (2006)menyatakan :Yang saya dengar, saya lupa.Yang saya lihat, saya ingat.Yang saya kerjakan, saya pahami.Pernyataan inilah yang menjadi paham pembelajaran aktif, dimana seluruh komponendiaktifkan. Terlebih lagi dalam pembelajaranfisika, aktivitas fisik maupun mental, jelasdiperlukan karena konsep fisika tidak dapatdipahami dengan membaca ataumendengarkan saja, melainkan harus ditulis,dianalisis dan digunakan dalam penyelesaiansoal/masalah.Belajar dapat didefinisikan sebagaimengubah tingkah laku (Sardiman, 2001).Belajar menurut pandangan B.F Skinner (Sagala, 2005) adalah suatu proses adaptasiatau penyesuaian tingkah laku. Belajar jugadipahami sebagai suatu perubahan prilaku.Pada saat orang belajar maka responnya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->