Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Biogeokimia

Biogeokimia

Ratings: (0)|Views: 436|Likes:
ASAS-ASAS DAN KONSEP MENGENAI DAUR BIOGEOKIMIA
1. Tipe-tipe dan Daur Biogeokimia
Biogeokimia adalah pengkajian dari proses pertukaran atau perubahan yang terus-menerus (silkus) dari komponen-komponen biotik dan abiotik (G.E Hutchinson, 1944-1950). Dari 90% unsur-unsur di dalam yang telah diketahui, 30-40% nya merupakan unsur yang digunakan oleh organisme untuk melangsungkan hidupnya. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar antara lain karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
a. Daur Nitrogen
Jumlah nitrogen terbanyak ada di udara (sekitar 80%). Nitrogen (N2) yang bebas di alam tidak dapat dikomsumsi langsung oleh organisme. Namun ada beberapa oraganisme yang bisa langsung mengkonsumsi N2 antara lain :
1. Bacteri hidup bebas : Anotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik)
2. Bakteri bintil-bintil : Sinbiotik pada tumbuhan lagume Rizhobium.
3. Algae biru-hijau : Anabaena, Nostoc
(Fogg and Stewart, 1966)
Nitrogen yang terkandung pada protoplasma yang berupa organik diuraikan menjadi anorganik oleh bakteri pengurai (dekomposer). Nitrogen yang paling siap dikomsumsi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk nitrat. Tahap-tahap dari protein turun ke nitrat memberikan energi untuk organisme-organisme yang melakukan penguraian, namun untuk mengembalikannya memerlukan energi dari luar (contohnya energi sinar matahari). Misalnya bakteri khemosintesis, Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobakter yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Sedangkan denitriying bakteri dan bakteri pengikat nitrogen memerlukan energi dari sumber lain untuk melakukan perubahannya. Kebutuhan karbohidrat untuk mengikat nitrogen telah dari model ekosistem kacang kedelai. Unsur molybdenum juga diperlukan sebagai bagian sistem enzim pengikat N.
2
Gambar 1. A) Daur Nitrogen yang terjadi di alam secara global dan B) adalah proses dari daur nitrogen yang memerlukan energi dari luar dan memberikan energi pada organisme penguarai
Pada Gambar 1. A ditunjukkan bagaimana proses daur nitrogen yang terjadi di alam. Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, asimilasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.
Daur nitrogen dimulai dari proses fiksasi nitrogen, dimana nitrogen bebas di udara di ubah secara biologis oleh mikroorganisme diazotrof menjadi ammonia (NH3), dengan bantuan enzim nitrogenaze. Reaksi fiksasi nitrogen biologis, sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
3
Selain itu, fiksasi nitrogen juga terjadi secara non-biologis, yaitu pada proses pembakaran bahan bakar fosil, mesin mobil dan pembangkit listrik termal, melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). Dan proses lainnya yaitu pada proses Haber Bosh yang memfiksasi N2 dan H2 menghasilkan ammonia (NH3) yang digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak.
ASAS-ASAS DAN KONSEP MENGENAI DAUR BIOGEOKIMIA
1. Tipe-tipe dan Daur Biogeokimia
Biogeokimia adalah pengkajian dari proses pertukaran atau perubahan yang terus-menerus (silkus) dari komponen-komponen biotik dan abiotik (G.E Hutchinson, 1944-1950). Dari 90% unsur-unsur di dalam yang telah diketahui, 30-40% nya merupakan unsur yang digunakan oleh organisme untuk melangsungkan hidupnya. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar antara lain karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
a. Daur Nitrogen
Jumlah nitrogen terbanyak ada di udara (sekitar 80%). Nitrogen (N2) yang bebas di alam tidak dapat dikomsumsi langsung oleh organisme. Namun ada beberapa oraganisme yang bisa langsung mengkonsumsi N2 antara lain :
1. Bacteri hidup bebas : Anotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik)
2. Bakteri bintil-bintil : Sinbiotik pada tumbuhan lagume Rizhobium.
3. Algae biru-hijau : Anabaena, Nostoc
(Fogg and Stewart, 1966)
Nitrogen yang terkandung pada protoplasma yang berupa organik diuraikan menjadi anorganik oleh bakteri pengurai (dekomposer). Nitrogen yang paling siap dikomsumsi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk nitrat. Tahap-tahap dari protein turun ke nitrat memberikan energi untuk organisme-organisme yang melakukan penguraian, namun untuk mengembalikannya memerlukan energi dari luar (contohnya energi sinar matahari). Misalnya bakteri khemosintesis, Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobakter yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Sedangkan denitriying bakteri dan bakteri pengikat nitrogen memerlukan energi dari sumber lain untuk melakukan perubahannya. Kebutuhan karbohidrat untuk mengikat nitrogen telah dari model ekosistem kacang kedelai. Unsur molybdenum juga diperlukan sebagai bagian sistem enzim pengikat N.
2
Gambar 1. A) Daur Nitrogen yang terjadi di alam secara global dan B) adalah proses dari daur nitrogen yang memerlukan energi dari luar dan memberikan energi pada organisme penguarai
Pada Gambar 1. A ditunjukkan bagaimana proses daur nitrogen yang terjadi di alam. Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, asimilasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.
Daur nitrogen dimulai dari proses fiksasi nitrogen, dimana nitrogen bebas di udara di ubah secara biologis oleh mikroorganisme diazotrof menjadi ammonia (NH3), dengan bantuan enzim nitrogenaze. Reaksi fiksasi nitrogen biologis, sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
3
Selain itu, fiksasi nitrogen juga terjadi secara non-biologis, yaitu pada proses pembakaran bahan bakar fosil, mesin mobil dan pembangkit listrik termal, melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). Dan proses lainnya yaitu pada proses Haber Bosh yang memfiksasi N2 dan H2 menghasilkan ammonia (NH3) yang digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak.

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: Dewa Ayu Mery Agustin on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/08/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 3 to 20 are not shown in this preview.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->