Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pers Release Kegiatan PJK 2013 Ok 1

Pers Release Kegiatan PJK 2013 Ok 1

Ratings: (0)|Views: 2|Likes:
Published by ardyandi

More info:

Published by: ardyandi on May 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
1
BERITA RESMI (
PERS RELEASE 
) DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN ACEHBanda Aceh, Januari 2013
STRATEGI DAN GERAKAN PENINGKATAN PRODUKSI PADI, JAGUNGDAN KEDELE ACEH 2013
 
PERKEMBANGAN DAN SASARAN KOMODITI PANGAN ACEH
 
Selama kurun waktu 10 tahun terakhir produksi padi di Aceh (ATAP 2011) mencapaihasil tertinggi yaitu 1,77 Juta Ton GKG, produktivitas sebesar 4,6 Ton/Ha dan luaspanen 380.286 Ha. Hal yang menggembirakan, padi Aceh dapat memberikan kontribusisebesar 2,64% dan masuk dalam peringkat 12 nasional sehingga Aceh ditetapkansebagai salah satu daerah lumbung pangan Indonesia.
 
Demikian pula halnya jagung Aceh dengan produksi mencapai 168.860 Ton pipilankering (peringkat ke-13 produksi nasional) menempatkan Aceh Tenggara sebagaidaerah sentra, namun dalam dua tahun ini Aceh Selatan juga sudah menjadi wilayahpengembangan komoditi ini serta masih terbukanya peluang untuk pengembangan diseluruh wilayah Aceh.
 
Komoditas pangan lain yang membanggakan daerah ini adalah kedelai. Kedelai Acehyang pernah mendominasi pada era 90-an juga sudah mulai bangkit dengan produksimencapai 50.007 Ton biji kering dan memberikan kontribusi nasional saat ini sebesar5,88% sehingga produksi kedelai Aceh berada pada urutan ke-5 nasional.
 
Berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) II 2012 produksi padi Aceh sebesar 1.793.323 TonGKG dengan proyeksi jumlah penduduk Aceh 2012 + 4,6 juta jiwa dan perkiraankonsumsi 139 kg/tahun/kapita menunjukkan Aceh mampu memenuhi kebutuhan berasuntuk wilayahnya (swasembada) bahkan berhasil mencapai surplus sebesar 360.222Ton beras.
 
Dinas Pertanian Tanaman Pangan sudah menetapkan sasaran/skenario 2013 yangmengupayakan tercapainya produksi padi sebesar 1.996.717 Ton GKG dengan luaspanen 415.808 Ha dan produktivitas 4,8 Ton/Ha, produksi kedelai sebanyak 95.950 Ton,dengan luas panen 67.986 dan produktivitas 1,4 Ton/ Ha serta produksi jagung sebesar156.243 Ton dengan luas panen 40.906 dan produktivitas 3,8 Ton/Ha.
 
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh optimis dalam menjalankan skenario 2013karena adanya dukungan infrastruktur pertanian yang telah dipersiapkan dan dibenahiselama 5 tahun terakhir (2006-2011) serta masih berjalannya penambahan volume dankegiatan di 2012 ini. Infrastruktur yang dimaksud seperti perluasan sawah mencapai +24.000 Ha, konservasi lahan 1.470 Ha, optimasi lahan mencapai 5.960 Ha, pembenahan jaringan irigasi (jaringan irigasi desa dan jaringan tingkat usahatani) sepanjang +897.550 m, peningkatan jalan usahatani sepanjang + 389.060 m, yang kegiatannyatersebar merata di seluruh kab./kota di provinsi ini.
 
2
PERMASALAHAN DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI
 
Terjadinya perubahan iklim global dan alih fungsi lahan. Kondisi iklim ini menerpa seluruhdunia dan berdampak pada kegagalan tanam dan panen, serangan OPT, sehinggaberdampak pada semakin menipisnya persediaan pangan dunia. Demikian pula halnyalahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang karena beralih fungsi menjadiperumahan, pusat niaga/bisnis dan peruntukan lainnya.
 
Masih rendahnya kualitas SDM dan produktivitas petugas serta petani. Hal inidiindikasikan masih lambannya adopsi teknologi sehingga berdampak masih rendahnyaangka produktivitas Aceh dibanding nasional (padi 4,6 Ton/Ha,nasional 5,1 Ton/Ha; jagung 3,8 Ton/Ha, nasional 4,4 Ton/Ha). Selain itu berdasarkan pengamatan tenagakerja, kegiatan pertanian ini umumnya tidak diminati oleh kaum muda yang
notabene
 adalah
 
tenaga produktif dan dinamis.
 
Terbatasnya akses petani terhadap lahan (0,25
 –
0,60 Ha/KK), saprodi, alsintan,permodalan dan pasar. Hal ini juga menimbulkan
cost 
produksi yang lebih tinggi sehinggatidak efisien dan efektif dan berakibat pada minimnya keuntungan bertani. Demikian jugamasih banyak keterbatasan petani terhadap akses saprodi, pemanfaatan alat mesinpertanian, minimnya modal serta rantai pemasaran yang cukup panjang sehinggamarjin/keuntungan yang diperoleh petani pun kecil.
 
Masih terbatasnya ketersediaan infrastruktur pertanian, terutama untuk irigasi teknisyang < dari 50%. Umumnya petani memanfaatkan irigasi semi teknis, sederhana bahkanmasih banyak tadah hujan sehingga hal ini juga berpengaruh pada rendahnya IP (IndeksPenanaman) di Aceh yang masih kurang dari 1,5 per tahun.
 
Masih lemahnya kelembagaan petani dalam menunjang pembangunan pertanian.
 
Tidak adanya jaminan harga yang menguntungkan petani terutama pada saat panenraya/
over 
produksi. Jaminan pasar hanya ada untuk komoditi padi yaitu adanya HPP dariBulog dan kebijakan yang sama belum berlaku untuk komoditi lain.
 
Bidang usaha pertanian masih dianggap beresiko tinggi dan kurang menguntungkansehingga investor kurang berminat dalam bisnis ini.
STRATEGI YANG AKAN DITEMPUH
Menghadapi permasalahan dan tantangan tersebut di atas, Dinas Pertanian TanamanPangan Aceh sudah menyiapkan strategi dengan 4 (empat) skala prioritas sbb :
 
Prioritas 1
fokus pada Peningkatan Produksi dan Produktivitas Pertanian melaluikegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi. Kegiatan ekstensifikasi meliputi perluasan arealtanam melalui cetak sawah baru, pemanfaatan lahan potensial terlantar yangdiperkirakan mencapai + 54.000 Ha, lahan kering sekitar + 139 000 Ha dan areal belumtermanfaatkan mencapai + 200.000 Ha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->