Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Riwayat Si Pitung

Riwayat Si Pitung

Ratings: (0)|Views: 109|Likes:
Published by Ananda Sucitrawan

More info:

Published by: Ananda Sucitrawan on May 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/11/2014

pdf

text

original

 
MUTIARA SAFHIRAKELAS II-B
 
RIWAYAT SI PITUNG(PENDEKAR SILAT BETAWI ASLI)
Si Pitung, adalah seorang tokoh pahlawan lokal asli dan sudah melegenda di benak rakyatBetawi. Nama besarnya sudah sangat terkenal di zamannya dan sangat ditakuti lawan dan
disegani kawan. Dia semacam “Robin
-
hood” asli Indonesia. Si Pitung selalu membela rakyat
kecil dari penindasan dan penjajahan kompeni. Bagi VOC , Pitung merupakan potensi ancamanterbesar bagi kelangsungan usaha mereka di Batavia saat itu.Berikut kilasan sejarah Si Pitung yang melegenda tersebut:Pitung merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, pasangan suami-istri Piun dan Pinah.SiPitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi,
„orang yang denger kate‟. Dia juga „terang hati‟, cakep menangkap pelajaran agama yang
diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain belajar agama, denganH Naipin, Pitung
 – 
seperti warga Betawi lainnya
 – 
, juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga gurutarekat dan ahli maen pukulan. Masa mudanya, dihabiskan dengan mempelajari ilmu silat dengan pengawasan gurunya di Rawabelong. Selama mempelajari silat, Pitung juga memperoleh ilmukekebalan.Kehebatan gerak silat Pitung diuji ketika usai menjual kambing di Tanah Abang. Uang hasil penjualan dicopet segerombolan pemuda. Terjadilah perkelahian dengan kawanan pencopet.Dalam beberapa jurus, seluruh copet kampung itu terkapar ditanah. Melihat kehebatankorbannya, kawanan pencopet itu malah meminta agar Pitung menjadi pemimpin mereka.Menjadi pemimpin pencopet, Pitung mulai beraksi. Namun kali ini korbannya bukan warga biasakarena ia pernah berjanji untuk membela warga yang lemah. Selama belajar silat itu, Pitungmerasakan kehidupan orang Betawi dan Belanda (Eropa) sangat kontras. Dibalik penjajah yang
 
MUTIARA SAFHIRAKELAS II-B
 
disebut tuan besar, termasuk tuan-tuan tanah yang hidup mewah, Pitung melihat penderitaanrakyat kecil di sekitarnya.Kondisi inilah yang membuat ia suka melakukan perampokan terhadap orang-orang kaya dantuantuan tanah, yang membelenggu petani dengan berbagai blasting (pajak). Hasil rampokannyaitu dibagi-bagikan kepada masyarakat miskin.Menurut buku Sejarah Kampung Marunda yang diterbitkan Dinas Pariwisata dan PermuseumanDKI Jakarta, beberapa kali Si Pitung ditangkap dan dipenjarakan, tetapi selalu dapat meloloskandiri. Karena itu, ia dijadikan legenda, bisa menghilang dan tidak mempan oleh peluru. Karenaaksi-aksinya yang membuat panik penjajah dan keamanan di Batavia terganggu, Belanda punmenugaskan Scehout (kepala polisi) memimpin operasi penumpasan.Salah satu ilmu kesaktianyang dipelajari Bang Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan jampe- jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya.Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Bang Pitung. Karena itu diadigambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawarontek-nya itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalammenjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.Karena melihat kesaktian Pitung, Scehout(kepala polisi) mencari cara untuk melumpuhkannya.Mulai didekatilah orang-orang yang mengenal Pitung untuk mengetahui kelemahannya. Karenadikhianati salah satu kawannya, Pitung ditembak oleh Scehout Heyne dan pasukannya, dengan peluru emas yang khusus disediakan untuk melawan kesaktiannya. Hal ini dilakukan karena SiPitung tidak mempan ditembak dengan peluru biasa.
Sampai kini, tidak diketahui letak makam „Robin Hood dari Betawi‟ ini. Ada yang menyebutkan,
 penembakan terjadi di Jembatan Haji Ung, Kemayoran. Mayatnya dikuburkan dengan kepaladan badan terpisah. Kepalanya dikubur di dekat pabrik arak dan badannya dikubur di daerahBogor. Sampai akhir hayatnya, Pitung tidak sempat berkeluarga. Versi lain menyatakan,mayatnya dikubur di daerah Pejagalan, Jakarta Barat, dan dijaga militer selama enam bulan.Rumah Si Pitung yang terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, diperkirakan dibangun padaabad ke 19. Si Pitung sendiri lahir di Rawa Belong, Jakarta Barat. Karena keberaniannyamelawan penjajahan Belanda membuat nama si Pitung menjadi buah bibir masyarakat masa ituhingga kini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->