Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HAM = HOM

HAM = HOM

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Khairil Miswar
Hak Azasi Manusia
Hak Azasi Manusia

More info:

Published by: Khairil Miswar on May 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

 
 
HAM = HOM
Oleh : Khairil Miswar Bireuen, 23 Mei 2011Banyak orang
 – 
orang yang mengaku tokoh HAM tapi mereka tidak faham bahkan tidak mengenal HAM. Kata
 – 
kata HAM sering didefinisikan sesuai dengan hajat dan selera mereka.Seorang guru yang mencubit muridnya karena bandel juga sering dituding melanggar HAM.Seorang suami yang memarahi istrinya karena rajin selingkuh juga dianggap melanggar HAM.Seorang ayah yang menampar anaknya karena ugal
 – 
ugalan dijalan juga dikatakan melanggar HAM. Sungguh hidup kita telah dikuasai oleh HAM, bacut
 – 
bacut HAM. Anehnya ketika kita
tanyakan kepada mereka apa itu HAM, mereka akan menjawab HŐ
EM. Demikian liarnya pemakaian istilah HAM sehingga terkadang kita kebingungan..Hari ini para guru tidak lagi berani mencubit muridnya karena takut melanggar HAM.Seorang suami terpaksa membiarkan istrinya selingkuh agar tidak terkena HAM. Seorang ayahterpaksa menonton perilaku anaknya tanpa berani menegur karena takut kepada HAM. Demikian
hebatnya “ apa HAM “ sehi
ngga kita menjadi terbelenggu dan tidak bisa bergerak sama sekali.Hidup kita menjadi serba HAM. Sedikit
 – 
sedikit HAM.
Hukum Cambuk Melanggar HAM ?
Beberapa hari lalu organisasi Amnesty Internasional kembali berfatwa tentang HAM.Pihak Amnesty Internasional menuduh pelaksanaan hukum cambuk di Aceh melanggar HAM.Pihak Amnesty Internasional meminta pemerintah pusat untuk mengkaji semua hukum dan peraturan lokal agar sesuai dengan hukum dan standar hak asasi manusia internasional. Menurutsaya seruan ini tidak perlu direspon oleh pemerintah. Pihak Amnesti Internasional memvonis bahwa pelaksanaan hukum Islam di Aceh adalah perilaku kejam, tidak manusiawi, merendahkandan termasuk dalam penyiksaan merupakan penilaian yang sangat tidak adil. Pihak AmnestiInternasional hanya menilai dari sudut bentuk hukuman seperti cambuk yang menurut merekaakan mengakibatkan rasa sakit, takut, malu, dan bisa membuat cedera jangka panjang atau permanen. Seharusnya pihak 
 – 
pihak yang menggugat hukum cambuk harus mampu menilai daridua sisi yang saling berkaitan sehingga hasilnya akan seimbang. Hukuman adalah sebuahkonsekwensi yang lahir dari perilaku mereka sendiri karena telah menyimpang dari aturan danhukum yang berlaku.
 
Qanun yang berlaku di aceh sudah menjadi hukum positif yang tidak bisa diganggu gugatkecuali dilakukan uji materi untuk membatalkan posisi qanun tersebut dan ini mustahil terjadi diAceh karena masyarakat Aceh sudah sangat sepakat dengan syariat Islam. Saya sangat setujudengan pendapat Imam Syuja` yang menyatakan bahwa hukum cambuk tidak melanggar HAMkarena pelopor HAM pertama dimuka bumi adalah Islam. Kita tentu sudah sering membaca di buku
 – 
buku sejarah tentang bejatnya perilaku bangsa Arab masa jahiliyah. Dengan tegaknyaIslam ditanah Arab kala itu tegaklah HAM diseluruh wilayah Islam. Bahkan konsep HAM yanghari ini diagung
 – 
agungkan oleh tokoh
 – 
tokoh barat merupakan hasil plagiat dari konsep HAMdi Negeri Islam.HAM yang dicanangkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah HAM yang langsungdibimbing oleh wahyu. Hal ini berdasarkan pada khutbah Nabi Saw di Arafah pada tanggal 09
Dzulhijjah tahun ke 9 Hijrah yang berbunyi : “
Hai manusia ! masing
 – 
masing Tuhanmu itu Satu,agamamu satu, nenek moyangmu satu, masing
 – 
masing orang diantara kamu dari keturunanAdam Alaihissalam dan Adam As terbuat dari sari tanah. Tidak ada keutamaan bagi orang Arabmelebihi orang
 – 
orang `Azam kecuali karena taqwa. Manusia itu memiliki hak seperti gigi - gigi
sisir “
Dari keterangan tersebut terlihat pengakuan terhadap HAM, manusia dinyatakanmemiliki derajat yang sama. Ayat Al
 – 
Quran yang turun pada tahun 630 M telah mendahuluilebih 11 abad sebelum David Hume ( 1711
 – 
1776 M ) mempopulerkan humanisme untuk membela kemanusiaan dan menghindarkan manusia dari perbudakan yang diperjual belikan (Sumber : M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, Pustaka Book Publisher,2009 )Kemudian pada saat Khalifah Umar Bin Khattab R.a mengutus pasukan untuk menaklukkan bangsa majusi di Nahawand beliau berwasiat kepada An
 – 
Nu`man Bin Muqrin R.a
yang saat itu menjadi pemimpin pasukan ; “ Jangan engkau membawa mereka ke tempat yang
 berlumpur sehingga akan menyakiti mereka, jangan pula engkau membawa mereka ke hutan.Sesungguhnya satu orang dari kaum muslimin lebih aku cintai da
ripada 100.000 dinar “ ( Sumber 
: Tarikh Khulafa Ar 
 – 
Rasyidin, Hikmah Ahlussunnah, 2010 )Dua fakta sejarah yang saya sebutkan diatas menjadi bukti bahwa Islam adalah agamayang sangat menghargai HAM. Adapun hukuman cambuk, rajam dan juga hukuman pancung bukanlah pelanggaran HAM. Dalam Islam orang yang membunuh orang lain akan dikenakanhukuman bunuh kecuali jika keluarga terbunuh memaafkan. Apakah membunuh seorang pembunuh bisa dikatakan melanggar HAM? Sungguh lucu jika ada orang yang beranggapandemikian. Hukuman bunuh yang dijatuhkan kepada pembunuh adalah salah satu bukti bahwa
 
Islam sangat menghargai HAM. Jadi sangat tidak etis jika ada pihak 
 – 
pihak yang menganggap bahwa hukuman tersebut melanggar HAM.Demikian juga dengan hukuman cambuk yang diberlakukan di Aceh bukanlah pelanggaran HAM sebagaimana yang dituduh oleh pihak Amnesty Internasional. Hukumancambuk khususnya bagi pelaku khalwat secara prinsip bertujuan untuk menjaga kehormatanmanusia dari perilaku yang melanggar etika dan aturan syariat. Dengan hukum cambuk pelakuakan merasa jera dan malu sehingga harus berfikir seribu kali untuk mengulangi pekerjaannya.Selain itu hukuman cambuk juga dapat menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran serupa sehingga secara perlahan akan tumbuh kesadaran dari masyarakatuntuk menjaga harga dirinya dari perilaku yang melanggar syariat dan etika. Apabila para pelakukhalwat dibiarkan begitu saja tanpa dikenakan hukuman maka yakinlah suatu saat etika dan rasamalu masyarakat akan hilang secara perlahan. Pergaulan bebas yang selama ini kita takutkan akantumbuh semerbak di seantero Aceh. Tidak ada lagi yang mereka takutkan, kita akan mendapatimuda
 – 
mudi bebas berpelukan ditengah keramaian, berciuman bahkan berzina ditempat terbukasehingga lahirlah bayi
 – 
bayi tanpa proses nikah. Ketika fenomena tersebut terjadi sanggupkahkita membedakan manusia dan binatang?Demikian juga dengan perilaku judi, minuman keras dan ganja apa pantas kita biarkan begitu saja tanpa ada sanksi apapun. Para penjudi dan pemabuk adalah biang kerusakan.Pembunuhan dan perampokan sering kali dilakukan oleh para pemabuk dan penjudi. Pihak Amnesty Internasional mungkin kasihan melihat mereka ( pemabuk dan penjudi ) dicambuk. Namun pernahkah pihak Amnesti Internasional melihat aksi
 – 
aksi merusak yang dilakukan oleh pemabuk tersebut?Dengan diterapkannya hukuman cambuk bagi pelanggar syariat setidaknya dapatmengurangi pertumbuhan maksiat di Aceh. Namun kita juga berharap kepada pemerintah untuk menerapkan sanksi secara menyeluruh. Jangan sampai Cuma orang
 – 
orang kecil yang dihukumcambuk, sedangkan orang
 – 
orang elit bebas melakukan maksiat dan tidak tersentuh hukum. Jikaada pejabat yang melakukan pelanggaran syariat seperti mesum juga harus dicambuk didepanumum, jangan malah dilindungi dengan alasan
 – 
alasan yang tidak logis. Wallahul Musta`an wahuwa ya`lamu.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->