Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hentikan Stigma Sesat Terhadap Wahabi

Hentikan Stigma Sesat Terhadap Wahabi

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
Published by Khairil Miswar
Mereka Menyesatkan Wahabi
Mereka Menyesatkan Wahabi

More info:

Published by: Khairil Miswar on May 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
HENTIKAN STIGMA
 –
STIGMA SESATTERHADAP WAHABI
Oleh: Khairil MiswarBireuen, 19 Januari 2012Sebelum menulis tulisan ini penulis sempat berfikir ratusan kali tentang efek negatif darisebagian sahabat yang nantinya kebetulan membaca tulisan ini. Sebenarnya, penentangan yang akandatang dari sebagian sahabat menurut penulis wajar
 –
wajar saja dan merupakan konsekuensi yangharus diterima sepenuh hati. Sebelumnya beberapa tulisan dengan tema hampir serupa, baik yangdimuat oleh Harian Aceh maupun dibeberapa media online banyak mendapat kritik dan kecamandengan bahasa yang kurang sedap. Kecaman dan kritik tersebut biasanya terjadi di kolom komentaryang biasanya terletak dibawah tulisan (edisi website). Membaca komentar
 –
komentar tak sedaptersebut penulis bukannya menjadi gentar tapi malah tambah bersemangat untuk menulis. Semakinbanyak komentar (meskipun tak sedap) setidaknya menjadi bukti kecil bagi penulis bahwa tulisantersebut dibaca orang. Persoalan ide dalam tulisan tersebut diterima atau ditolak mentah
 –
mentah ituadalah urusan yang sangat tidak penting untuk digubris. Yang penting tulisannya dibaca dulu, dari duapuluh orang pembaca bukan tidak mungkin ada satu orang yang bisa menerima ide atau pendapatpenulis. Bukankah sesuatu yang banyak itu berawal dari sedikit? Hitungan normal selalu dimulai dariangka satu kemudian dilanjutkan dengan dua dan seterusnya. Menurut penulis, beberapa kalimat diatassudah memadai sebagai pengantar tulisan singkat ini. Selanjutnya kita akan membahas sebuah topiksimalakama sekaligus dilematis, kritis dan kontroversi namun tidak provokatif.
Siapa Wahabi?
Bagi sebagian orang (mayoritas) ketika mendengar istilah wahabi wajahnya menjadi merahmenyala, telinga mengembang (bahasa Aceh; capang puny
ung), tangan menggepal, kaki menghentakdan dilengkapi dengan pertemuan dua sisi gigi (atas dan bawah) atau dalam bahasa keren seringdistilahkan dengan
“kab igoe”
. Mereka adalah orang
 –
orang yang (mungkin) salah faham dan tidakmengenal apa itu wahabi. Namun demikian ada sebagian kecil orang (minoritas) yang tersenyum, hati
 
tenang, pikiran dingin sambil tertunduk dan mengucap doa dalam hati. Mereka adalah orang yang kenalbaik dengan wahabi atau setidaknya pernah membaca sejarah wahabi.Syaikh Muhammad bin Manzhur An
 –
 
Nu’mani dalam “Di’ayaat
Mukatsafah Diddu Asy
 –
SyaikhMuhammad bin Abdul Wahab hal 105
 –
106 sebagaimana dikutip oleh Sofyan Chalid bin Idham Ruray,
dalam bukunya “Salafi Antara Tuduhan dan Kenyataan”
, menyebutkan bahwa sejarah telah mencatatbahwa istilah wahabi pertama sekali disematkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab danpengikutnya oleh penjajah Inggris ketika mereka mendapat perlawanan keras dari para mujahid India.Seorang ulama dari Al Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Hamid Al
 –
Faqi menyatakan bahwa penisbatannama Wahabi kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab salah dalam bahasa Arab, yang benarpenisbatannya adalah Muhammadiyah (bukan wahabiyah) karena nama beliau adalah Muhammad,sedangkan Abdul Wahab adalah nama ayahnya (Sofyan Chalid:
Salafi Antara Tuduhan dan Kenyataan,
Toobagus Publishing, 2011, hal. 38)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan di ‘Uyainah (Nejd) pada tahun 1115 H.
SyaikhMuhammad bin Abdul Wahab adalah seorang reformis Islam yang telah berjasa memurnikan Islam dariunsur
 –
 
unsur syirik, bid’ah dan khurafat yang merajalela
di wilayah Nejd dan sekitarnya (Abu Mujahid &Haneef Oliver,
Virus Wahabi,
Toobagus Publishing, 2010, hal. 120
 –
121).
Benarkah Wahabi Mengkafirkan Kaum Muslimin?
Berkembang fitnah didunia Islam bahwa Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab mengkafirkankaum muslimin yang tidak sependapat dengannya. Beliau juga dituduh telah membawa agama baru
yang bertentangan dengan Ahlussunnah Waljama’ah.
Isu
 –
isu ini masih sangat hangat di Indonesia,khususnya di Aceh mitos ini sudah mengakar yang diturunkan oleh seorang guru kepada muridnyadalam bentuk dogma yang tidak boleh dibantah. Dalam pandangan penulis, cerita
 –
cerita tersebutadalah fitnah besar yang sengaja dihembuskan oleh orang
 –
orang yang tidak senang dengan dakwahtauhid yang beliau bawa.Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam risalahnyanya menyebutkan bahwa SyaikhMuhammad bin Abdul Wahab dalam suratnya yang dikirimkan kepada salah seorang ulama Iraqbernama As Suaidi. Dalam surat tersebut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata (menulis):
“Adapun saya menjelaskan kepada manusia pemurnian agama kepada Allah, saya melarang mereka
darimenyeru kepada orang
 –
orang yang masih hidup namun tidak hadir ditempat tersebut atau orangshalih yang telah mati. Saya juga melarang mereka dari mempersekutukan Allah. Diantara apa yang
 
anda sebutkan bahwasanya saya mengkafirkan seluruh manusia kecuali yang mengikuti saya, betapamengherankannya hal ini. Bagaimana hal ini bisa masuk ke dalam akal seorang yang berakal? Apakahada seorang muslim yang mengatakan hal ini? Saya berlepas diri kepada Allah dari ucapan yang tidak
keluar kecuali dari orang yang kurang akal ini” (Muhammad Jamil Zainu,
Mitos Wahabi,
terj.AbuMuhammad Farhan&Abu Yusuf, 2010, hal. 45
 –
46). Dalam isi surat tersebut Nampak jelas bahwa SyaikhMuhamamd bin Abdul Wahab membantah tuduhan dari orang
 –
orang yang anti terhadap dakwahbeliau.
Benarkah Wahabi Sesat?
Salah satu kitab yang pernah d
itulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah “Kitabut
Tau
hid”,
didalamnya banyak berisi ayat
 –
ayat Al
 –
Quran dan juga hadits Nabi Saw. Dalam kitabtersebut terdapat dalil
 –
dalil tentang keutamaan tauhid. Dalam kitab tersebut beliau tidak pernahmengajak untuk menyembah selain Allah, dan malah beliau adalah orang yang paling tegas dalammenolak segala jenis kesyirikan (Muhammad bin Abdul Wahab,
Kitab Tauhid,
terj. Abu Ismail Fuad,Yogyakarta: Pustaka Al Haura, 2009). Tentang aqidah yang dianut oleh Syaikh Muhammad bin AbdulWahab juga sudah banyak disyarah oleh para ulama, diantaranya Syarah Aqidah Muhammad bin AbdulWahab yang ditulis oleh Syaih Zaid bin Muhammad Al
 –
Madkhaly. Di dalam kitab tersebut beliaumembahas secara jelas dan rinci tentang aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (Zaid binMuhammad Al
 –
Madkhaly,
Syarah Aqidah Muhammad bin Abdul Wahab,
terj. Hanan Hoesin Bahanan,Solo, Pustaka Ar
 –
Rayyan, 2007). Seorang ulama besar Saudi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al
 –
 
‘Utsaimin juga telah banyak melakukan pensyarahan terhadap kitab –
kitab Syaikh Muhammad binAbdul Wahab, diantaranya Syarah Tsalasatul Ushul yang berisi tentang tiga landasan agama;pengetahuan hamba terhadap Rabbnya, pengetahuan hamba terhadap agamanya, pengetahuan hambaterhadap Nabinya (Muhammad bin Shalih Al
 –
 
‘Utsaimin,
Syarah Tiga Landasan Agama,
terj. Abu
‘Abdirrahman Muhammad, Tegal: Ash –
Shaf Media, 2009). Dari sumber
 –
sumber yang penulissebutkan diatas tidak ditemukan adanya penyelewengan ataupun kesesatan yang selama ini dituduhkankepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Jika ada sahabat yang ingin meneliti lebih dalam bisamerujuk kepada beberapa sumber tersebut dan juga sumber
 –
sumber lain yang tidak mungkinsemuanya penulis sebutkan disini. Penulis menyarankan para sahabat untuk membaca langsung di kitabaslinya. Namun jika tidak faham bahasa Arab para sahabat bisa juga mencari edisi terjemahan yangsudah banyak beredar di Indonesia.
Jangan Lagi Menghujat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->