Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
“Budidaya Tanaman Pisang (Musa sp.) dan Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) secara Kultur Jaringan In Vitro”

“Budidaya Tanaman Pisang (Musa sp.) dan Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) secara Kultur Jaringan In Vitro”

Ratings: (0)|Views: 106 |Likes:
Published by n u r m a
stifar-riau
stifar-riau

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: n u r m a on May 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

 
Kultur Jaringan
│2012
 
1
KULTUR JARINGAN
 
Budidaya Tanaman Pisang
(Musa sp.) dan 
Rosella Merah
(Hibiscus sabdariffa L.) 
secara Kultur Jaringan In Vitro
 
Oleh :
N
urmawita
(1001071)
Dosen Pembimbing:
I
.FetmiSilvina,M.PEndaMora,M.Farm,Apt
Asisten :
AcengSumpenaDodiSaputra
 
Program Studi S1 FarmasiSekolah Tinggi Farmasi (STIFAR) RiauPekanbaru2012
BAB I
 
Kultur Jaringan
│2012
 
2
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini penggunaan obat herbal cenderung terus meningkat, baik di negarayang sedang berkembang maupun di negara-negara maju. Peningkatan penggunaanobat herbal ini mempunyai dua dimensi korelatif yaitu aspek medik terkait dengan penggunaannya yang sangat luas diseluruh dunia dan aspek ekonomi terkait dengannilai tambah yang mempunyai makna pada perekonomian masyarakat.Banyak orang yang telah menyadari efek samping yang ditimbulkan obat-obatsintetik, terutama bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sehinggamasyarakat kembali dengan menggunakan obat tradisional yang merupakan warisannenek moyang. Jika dilihat prospek ke depan saat ini membudidayakan tanaman obathingga memproduksi berbagai olahan produk seperti jamu, bahan makanan hinggakosmetika tradisional sangat baik dan cukup menjanjikan.Kegiatan identifikasi tanaman perlu diperhatikan dengan seksama karena padakegiatan ini akan diketahui jenis atau spesies dari tanaman. Selain itu dalam hal budidaya tanaman sangat berpengaruh terhadap khasiat atau kualitas dari produk tanaman yang diperoleh dan kuantitas produk yang dihasilkan. Jika penanganan padasaat panen dan pasca panen hingga pada pengolahannya tidak benar maka kualitas produk yang dihasilkan kurang berkhasiat atau kemungkinan juga dapat menimbulkanracun apabila dikonsumsi tidak sesuai dosis. Negara Indonesia berada didaerah tropis yang banyak keanekaragaman tanamanyang ada di Indonesia. Berbagai macam tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan obat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan obat dandihidangkan yaitu tanaman rosella merah yang dalam bahasa latin
 Hibiscus sabdariffa
L. dan Pisang
(Musa sp.)
merupakan salah satu jenis buah tropika yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dikelola secara intensif dengan berorientasi agribisnis,karena telah menjadi usaha dagang eksport dan import di pasar internasional(Rukmana 1999).
 
Kultur Jaringan
│2012
 
3
 Namun demikian produksi pisang cenderung turun dari tahun ketahun, penurunan produksi tersebut terutama disebabkanoleh serangan hama dan penyakit.Salah satu penyebab turunnya produksi pisang adalah akibat penyakit layu darah yangdisebabkan oleh phytotype IV
 Ralstonia solanacearum
(Fegan & Prior 2005).Tanaman rosella merah memberikan banyak manfaat dibidang kesehatan. Produk hasil olahan rosella merah ini juga beraneka ragam sehingga dapat memikatmasyarakat yang biasa mengkonsumsi produk herbal. Namun pada kenyataannya pembudidayaan rosella merah di Indonesia masih terpusat di daerah-daerah tertentu padahal pembudidayaannya mudah dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan pengenalanatau sosialisasi pada pembudidayaan sekaligus manfaat senyawa metabolis sekunder dari rosella merah sebagai bahan pangan baru dan apotik hidup.Ketersediaan bibit pisang bermutu merupakan syarat utama agribisnis pisang,disamping aspek budidaya maupun penanganan pra dan pasca panen yang baik (Purnomo, 1996). Sampai saat ini pembibitan tanaman pisang yang diakui palingmutakhir adalah perbanyakan in vitro atau kultur jaringan melalui kultur meristem,dimana teknik ini telah dilakukan secara besar-besaran oleh produsen-produsen bibit pisang di Indonesia (Sutanto, 1996).Teknik kultur in vitro merupakan alternatif untuk menghasilkan bibit pisangyang bermutu dalam jumlah banyak, seragam dan dalam waktu singkat (Meldia, dkk,1996). Chadijah dan Rukmana (1997) telah melakukan perbanyakan terhadap beberapa jenis tanaman pisang di Indonesia dan menggunakan meristem tunas sebagaisumber eksplan. Jenis pisang yang berhasil menjadi planlet hanya jenis pisang kepok dan pisang Cavendis, sedangkan pisang ambon kuning belum berhasildikembangkan. Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur in vitro memiliki banyak kelebihan, yaitu tanaman dapat diperbanyak setiap saat tanpa tergantung musim, dayamultiplikasi yang tinggi dan membutuhkan ruang yang relatif kecil untuk menyimpantanaman (Wiendi, dkk, 1995). Penelitian tanaman pisang dengan teknik ini yang telahdilaporkan antara dari dengan kultur meristem sebagai eksplan untuk pembentukantunas adventif (Djoni dan Soepardi, 1998).

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->