• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
GANGGUAN BELAJAR 
dr. Warih Andan Puspitosari, Sp.KJBagian Ilmu Kedokteran JiwaFakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah YogyakartaGANGGUAN MEMBACA
Gangguan membaca ditandai oleh gangguan kemampuan untuk mengenali kata,membaca yang lambat dan tidak tepat, dan pemahaman yang buruk tanpa adanyakecerdasan yang rendah atau defisit sensorik yang bermakna. Anak dengan gangguandefisit-atensi/hiperaktivitas (ADHD) memiliki resiko tinggi untuk gangguan membaca.Pada dasarnya, pencapaian membaca di bawah tingkat yang diharapkan untuk usia, pendidikan, dan kecerdasan anak, dan gangguan cukup bermakna mempengaruhikeberhasilan akademik atau aktivitas harian yang melibatkan membaca.
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi terentang 2-8%. Tiga sampai empat Kali lebih banyak anak laki-laki.Angka untuk anak laki-laki mungkin meningkat, karena anak laki-laki dengan gangguanmembaca condong diambil karena kesulitan perilaku yang banyak.
ETIOLOGI
Tidak ada penyebab tunggal yang diketahui untuk gangguan membaca; karena banyak disertai gangguan belajar dan kesulitan berbahasa, gangguan membacakemungkinan adalah multifactorial.1. Pemaparan prenatal dengan penyakit infeksi maternal.2. Genetic, cenderung menonjol diantara anggota keluarga orang yang terkena.3. Model fungsi hemisferik serebral, menyatakan korelasi positif gangguanmembaca kebingungan antara kanan dan kiri (
right-left confusion
)4. Beberapa penelitian terakhir (pemeriksaan tomografi computer [CT;
computed tomography];
pencitraan resonansi magnetic [MRI;
magnetic resonance imaging 
], dan pada otopsi) telah menunjukkan simetrisitas abnormal pada lobus temporalis dan parietasorang dengan gangguan membaca.Insidensi tinggi gangguan membaca cenderung ditemukan pada anak-anak dengan palsi serebral yang memiliki kecerdasan normal. Insidensi gangguan membaca yangagak tinggi ditemukan diantara anak epileptik. Komplikasi selama kehamilan; kesulitan pranatal dan pascanatal, termasuk prematuritas; dan berat badan lahir rendah adalahsering ditemukan dalam riwayat anak dengan gangguan membaca.Gangguan membaca mungkin merupakan salah satu manifestasi dariketerlambatan perkembangan atau keterlambatan maturasional. Peranan temperamentaltelah dilaporkan berhubungan erat dengan gangguan membaca. Dibandingkan dengananak-anak tanpa gangguan membaca, anak-anak dengan gangguan membaca seringkali
 
memiliki lebih banyak kesulitan dalam memusatkan perhatian dan memiliki rentang perhatian yang pendek.Beberapa penelitian menunjukkan suatu hubungan antara malnutrisi dan fungsikognitif. Gangguan membaca berat seringkali disertai dengan masalah psikiatrik.
DIAGNOSIS
Ciri diagnosis utama gangguan membaca adalah pencapaian membaca yang jelas di bawah kapasitas intelektual seseorang. Ciri karakteristik lain adalah kesulitan dalammengingat, evokasi, dan mengikuti huruf dan kata yang dicetak; dalam memproseskonstruksi tata bahasa yang sulit; dan dengan membuat kesimpulan.
Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Ekspresi Tulisan
A.Keterampilan menulis, seperti yang diukur oleh tes baku yang diberikan secaraindividual (atau penilaian fungsional keterampilan menulis), adalah jelas di bawahtingkat yang diharapkan menurut usia kronologis pasien, intelegensia yangterukur, dan pendidikan yang sesuai dengan usia.B.Gangguan dalam kriteria A secara bermakna mengganggu pencapaian akademik atau aktivitas kehidupan sehari-hari yang memerlukan komposisi teks tertulis(misalnya, menulis kalimat yang tepat secara tata bahasa dan paragraf yangtersusun).C.Jika terdapat defisit sensorik, kesulitan dalam keterampilan menulis adalahmelebihi apa yang biasanya berhubungan dengannya.
Tes Psikoedukasional
Disamping tes kecerdasan baku, tes diagnostik psikoedukasional harus dilakukan.Kumpulan diagnostik dapat termasuk tes pengejaan baku, menulis suatu komposisi,memproses dan menggunakan bahasa oral, dan mencontoh rancangan, suatu pertimbangan keadekuatan penggunaan pensil. Kumpulan skrining proyektif dapattermasuk menggambar tokoh manusia, tes mengisahkan gambar, dan melengkapi kalimat.Pemeriksaan harus juga termasuk pengamatan sistematik dari variabel perilaku.
GAMBARAN KLINIS
Gangguan membaca biasanya tampak pada usia 7 tahun (kelas dua). Pada kasus berat, bukti-bukti kesulitan mungkin tampak pada umur 6 tahun (kelas satu). Kadang-kadang gangguan membaca terkompensasi pada tingkat dasar awal, terutama jika disertaidengan skor yang tinggi pada tes kecerdasan. Pada kasus tersebut gangguan mungkintidak terlihat sampai umur 9 tahun (kelas empat) atau lebih lambat.1. Membuat banyak kesalahan dalam membaca oralnya. Kesalahan membacaditandai oleh menghilangkan, menambahkan, atau penyimpangan kata.2. Kesulitan membedakan antara karakter dan ukuran huruf.3. Kecepatan membaca lambat, seringkali dengan pemahaman yang minimal.4. Hampir semuanya pengeja yang buruk.
 
5. Masalah penyerta adalah kesulitan bahasa, yang terlihat sebagai gangguandiskriminasi bunyi dan kesulitan dalam mengurutkan kata dengan tepat.Anak tidak menyukai membaca dan menulis dan menghindarinya
Kecemasanmeningkat, malu dan rendah diri karena kegagalan mereka yang terus menerus danfrustasi. Anak yang lebih besar cenderung marah, terdepresi, menunjukkan harga diriyang buruk.
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Kendatipun tanpa bantuan pengobatan, banyak anak dengan gangguan membacaakan memperoleh sedikit informasi tentang bahasa tercetak selama dua tahun pertamadalam sekolah dasar. Pada akhir kelas satu, beberapa anak telah belajar bagaimanamembaca beberapa kata. Tetapi, jika tidak diberikan intervensi pendidikan pengobatan pada kelas tiga, anak tetap terganggu membacanya. Dalam keadaan yang paling baik,anak diklasifikasikan dalam risiko untuk mengalami gangguan membaca selama bertahun-tahun sekolah taman kanak-kanak atau pada awal kelas satu.Jika pengobatan diberikan segera, kadang-kadang dapat dihentikan pada akhir kelas satuatau dua. Pada kasus yang berat dan tergantung pada pola kelemahan dan kekuatan, pengobatan dapat dilanjutkan sampai tahun-tahun sekolah menengah pertama dan atas.Anak-anak yang telah mengkompensasi dengan memuaskan ataupun pulih dari gangguanmembaca awal adalah banyak ditemukan dalam keluarga dengan latar belakangsosioekonomi yang maju.
TERAPI
Terapi terpilih untuk gangguan membaca adalah pendekatan pendidikan pengobatan (
remedial educational approach
). Seperti dalam psikoterapi, hubungan ahliterapi dan pasien adalah penting untuk keberhasilan hasil terapi dalam terapi pendidikan pengobatan.Anak-anak dengan gangguan membaca harus ditempatkan dalam kelas yangsedekat mungkin dengan tingkat fungsional sosialnya dan diberikan tugas pengobatankhusus dalam membaca. Masalah emosional dan perilaku yang ada bersama-sama harusdiobati dengan cara psikoterapi yang sesuai. Konseling parental mungkin juga menolong.
GANGGUAN MATEMATIKA
Gangguan matematika sebenarnya adalah suatu ketidakmampuan dalammelakukan keterampilan aritmatika yang diharapkan untuk kapasitas intelektual dantingkat pendidikan seseorang. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of MentalDisorders edisi 4 (DSM-IV), gangguan matematika adalah salah satu gangguan belajar.
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi 6% pada anak usia sekolah yang tidak mengalami retardasi mental.Gangguan mungkin lebih sering pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...