Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sistem pencernaan dan makanan haram

sistem pencernaan dan makanan haram

Ratings: (0)|Views: 3,798|Likes:
Published by ipaperfkumy

More info:

Published by: ipaperfkumy on Apr 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/10/2013

pdf

text

original

SISTEM PENCERNAAN
DAN
MAKANAN HARAM

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Mahasiswa mampu menjelaskan Ke-Maha Besar- an Allah berkaitan dengan mekanisme kerja sistem pencernaan, kaidah-kaidah yang berhubungan dengan fungsi makanan, adab makan, hukum dasar makanan, sertifikasi makanan halal,

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Mahasiswa mampu menjelaskan Ke-Maha Besar- an Allah berkaitan dengan

mekanisme / sistem kerja pencernaan
2. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi makan bagi seorang muslim
3. Mahasiswa mampu menjelaskan adab makan bagi seorang muslim
4. Mahasiswa mampu menjelaskan hukum dasar makanan
5. Mahasiswa mampu menjelaskan syarat makanan halal
6. Mahasiswa mampu menjelaskan dasar sertifikasi makan halal

SISTEM PENCERNAAN

Air liur, yang berperan pada awal proses pencernaan, berfungsi membasahi makanan supaya makanan mudah dikunyah gigi dan turun melalui kerongkongan. Air liur juga merupakan zat khusus untuk mengubah, melalui sifat kimiawinya, zat pati menjadi gula. Coba pikirkan apa yang terjadi andai air liur tidak dihasilkan di dalam mulut. Kita tidak akan mampu menelan apa pun atau bahkan berbicara karena mulut kita kering. Kita tidak akan mampu mengonsumsi makanan padat, dan harus meminum cairan saja.

Dalam sistem lambung terdapat keseimbangan yang menakjubkan. Di dalam lambung, makanan dicerna oleh asam klorida. Asam ini sangat kuat, sehingga dapat mencerna bukan hanya makanan yang masuk, melainkan juga dinding lambung. Namun, sebuah solusi disediakan untuk manusia: zat bernama mukus, yang dihasilkan selama proses pencernaan, melapisi dinding lambung dan melindunginya dengan sangat baik terhadap efek merusak dari asam tersebut. Dengan demikian, lambung tidak akan merusak dirinya sendiri. Terdapat kesesuaian sempurna antara asam pencerna makanan dan mukus yang dihasilkan untuk melindungi lambung dari asam tersebut.

Ketika kosong, lambung tidak memproduksi cairan pengurai protein (zat gizi yang
berasal dari hewan seperti daging). Sebaliknya, cairan yang dihasilkan berbentuk zat

tidak berbahaya tanpa sifat merusak. Begitu makanan berprotein memasuki lambung, asam klorida dihasilkan dalam lambung dan menguraikan zat netral ini menjadi protein. Dengan begitu, ketika lambung kosong, asam ini tidak melukai lambung yang juga terbuat dari protein.

Marilah kita melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. Sel-sel lambung memproduksi asam di dalam perut. Baik sel ini maupun sel lain di bagian tubuh lain (misalnya sel mata) merupakan sel kembar yang berasal dari pembelahan sel tunggal awal di dalam rahim ibu. Lebih jauh lagi, kedua jenis sel ini mempunyai kombinasi genetis yang sama. Ini berarti, bank data pada kedua sel sama-sama mengandung informasi genetis tentang protein yang dibutuhkan mata dan asam yang digunakan di dalam lambung. Namun, dengan ketundukan pada perintah dari suatu sumber yang tidak diketahui, di antara jutaan informasi yang ada, sel mata hanya menggunakan informasi untuk mata dan lambung hanya menggunakan informasi untuk lambung. Apa yang terjadi andaikan sel mata yang memproduksi protein yang dibutuhkan mata (karena sesuatu hal yang tidak diketahui) mulai memproduksi asam yang digunakan di dalam lambung- karena memang memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memproduksinya? Andaikan hal seperti ini terjadi, seseorang akan melumat dan mencerna matanya sendiri.

Proses pencernaan selanjutnya juga terencana dengan baik. Bagian makanan hasil cernaan yang berguna diserap oleh lapisan usus halus dan berdifusi dalam darah. Lapisan usus halus ditutupi lipatan-lipatan lateral yang mirip kain kusut. Dalam setiap lipatan terdapat lipatan lebih kecil yang disebut "villus". Lipatan ini meningkatkan penyerapan usus secara luar biasa. Pada permukaan-atas sel yang meliputi villus terdapat tonjolan kecil yang disebut mikrovillus. Tonjolan ini menyerap makan dan berfungsi sebagai pompa. Bagian-dalam pompa ini terhubung dengan sistem peredaran darah melalui sistem pengangkutan yang dilengkapi dengan berbagai rute. Beginilah cara zat gizi yang telah diserap mencapai seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Setiap villus memiliki hampir 3000 mikrovillus. Daerah sebesar satu milimeter persegi pada lapisan usus halus ditutupi oleh kurang-lebih 200 juta mikrovillus. Pada daerah seluas satu milimeter persegi, 200 juta pompa bekerja tanpa rusak atau lelah untuk mempertahankan hidup manusia. Pompa yang begitu banyak ini, yang normalnya mengambil wilayah yang sangat luas, dimampatkan ke dalam ruang yang sangat kecil. Sistem ini mempertahankan hidup manusia dengan memastikan tubuh memanfaatkan makanan yang dikonsumsi semaksimal mungkin.

Fungsi Makanan

Bagi seorang muslim hendaknya memiliki kesadaran sepenuhnya bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki fungsi untuk mempertahankan hidupnya. Hidup yang dijalani dalam kerangka mengabdi (beribadah) kepada Allah, oleh karenanya untuk memperoleh tenaga dan mempertahankan hidupnya di perlukan makanan. Prinsip yang mendasar bahwa makan untuk hidup dan bukan sebaliknya hidup untuk makan.

Selanjutnya makanan yang dikonsumsi untuk tenaga ibadah hendaknya memiliki nilai
halal dan thoyib. Halal dalam arti jenis dan cara perolehannya. Thoyib dalam arti
memiliki nilai kebaikan dan kemanfaatan pada tubuhnya. Jenis yang dimakan dan
cara perolehannya mungkin halal namun karena dikonsumsi secara berlebihan akan
berdampak tidak baik atau berakibat buruk pada tubuhnya (tidak thoyib).

Terkait dengan fungsi makan, Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits : \u201c Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya, hendaknya Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya, jika tidak bisa (terpaksa) maka makanlah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.\u201d (HR. Imam Tirmidzi)

Adab makan-minum

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat salah seorang cucunya mengambil makanan dengan tangan kirinya, beliau memberikan nasihat, ''Makanlah dengan menyebut nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang paling dekat darimu.'' (HR Bukhari Muslim).

Ajaran Islam adalah ajaran yang mulia dan sempurna, termasuk mengatur norma di dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Ini membuktikan bahwa kualitas spiritual seorang Muslim juga dinilai dari kesempurnaan akhlaknya dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Ada tiga poin penting berkenaan dengan akhlak mengonsumsi makanan dan minuman. Pertama, berdoa dengan menyebut nama Allah ketika hendak memulai makan dan minum. Ini mengandung pengertian bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia sesungguhnya adalah karunia Allah yang harus disyukuri. Ketika nama Allah disebut oleh orang yang hendak makan dan minum, berarti ia mengharap berkah dari makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

Kedua, menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum. Dalam Islam, kanan adalah simbol kebajikan yang mengandung nilai terpuji. Karena itu, Rasulullah SAW senantiasa membiasakan yang kanan (al-tayamun) dalam setiap aktivitas kesehariannya, baik yang berhubungan dengan ibadah maupun akhlak. Secara kontekstual, pembiasaan tangan kanan dalam makan dan minum ini, dapat dimaknai pula sebagai perintah untuk selalu mendapatkan makanan dan minuman dengan cara yang baik dan terpuji.

Makanan dan minuman harus mengandung kehalalan sempurna. Rasulullah SAW bersabda, ''Daging apa saja dalam tubuh manusia yang tumbuh dari makanan yang tidak halal, maka neraka lebih pantas baginya.''

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
afree_rauf liked this
aseppaispensa liked this
sw_ked_islam liked this
annisa_gizi liked this
010906 liked this
edwin ramli2 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->