Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Wahyu Yudi
makalah tentang ulasan pengertian motivasi dari para ahli
makalah tentang ulasan pengertian motivasi dari para ahli

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Wahyu Yudi on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

 
Pengertian MotivasiPosted by rastodio on August 11th, 2009SECARA etimologis, Winardi (2002:1) menjelaskan istilah motivasi (motivation) berasal dari perkataan bahasa Latin, yakni movere yang berarti menggerakkan (tomove). Diserap dalam bahasa Inggris menjadi motivation berarti pemberianmotif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yangmenimbulkan dorongan. Selanjutnya Winardi (2002:33) mengemukakan, motivasiseseorang tergantung kepada kekuatan motifnya. Berdasarkan hal tersebut diskusimengenai motivasi tidak bisa lepas dari konsep motif. Pada intinya dapatdikatakan bahwa motif merupakan penyebab terjadinya tindakan. Steinesebagaimana dikutip Hasibuan (2003:95) mengemukakan motif adalah “suatu pendorong dari dalam untuk beraktivitas atau bergerak dan secara langsung ataumengarah kepada sasaran akhir”. Ali sebagaimana dikutip Arep dan Tanjung2004:12) mendefinisikan motif sebagai “sebab-sebab yang menjadi dorongantindakan seseorang”.Winardi (2002:33) menjelaskan, motif kadang-kadang dinyatakan orang sebagaikebutuhan, keinginan, dorongan yang muncul dalam diri seseorang. Motif diarahkan ke arah tujuan-tujuan yang dapat muncul dalam kondisi sadar ataudalam kondisi di bawah sadar. Motif-motif merupakan “mengapa” dari perilaku.Mereka muncul dan mempertahankan aktivitas, dan mendeterminasi arah umum perilaku seorang individu.Hubungan motif, tujuan, dan aktivitasSumber: Winardi. (2002:41)Gambar 1 menunjukkan sebuah situasi yang memotivasi, di mana motif-motif seorang individu, diarahkan ke arah pencapaian tujuan. Motif terkuat,
 
menimbulkan perilaku, yang bersifat diarahkan kepada tujuan atau aktivitastujuan. Mengingat bahwa tidak semua tujuan dapat dicapai, maka para individutidak selalu mencapai aktivitas tujuan, terlepas dari kekuatan motif yang ada. Jadidengan demikian aktivitas tujuan dinyatakan dalam gambar berupa garis putus- putus.Berdasarkan uraian di atas, dalam konsep motif terkandung makna (1) motif merupakan daya pendorong dari dalam diri individu, (2) motif merupakan penyebab terjadinya aktivitas, dan (3) motif diarahkan untuk mencapai tujuantertentu. Dengan demikian motif dapat didefinisikan sebagai daya pendorong daridalam diri individu sebagai penyebab terjadinya aktivitas, yang diarahkan untumencapai tujuan tertentu.Motivasi telah dirumuskan dalam sejumlah definisi yang berlainan. Walaupun begitu, tentang substansinya tidak banyak berbeda. Istilah motivasi, menurutSumantri (2001:53), biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu pengertianyang melibatkan tiga komponen utama, yaitu (1) pemberi daya pada perilakumanusia (energizing); (2) pemberi arah pada perilaku manusia (directing); (3) bagaimana perilaku itu dipertahankan (sustaining). Campbell dalam Winardi(2002:4) menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan (1) pengarahan perilaku, (2) kekuatan reaksi setelah seseorang karyawan telah memutuskan arahtindakan-tindakan tertentu, dan (3) persistensi perilaku, atau berapa lama orangyang bersangkutan melanjutkan pelaksanaan perilaku dengan cara tertentu.Mitchell (1982) dalam Winardi (2002:28-29) menjelaskan, motivasi memilikisejumlah sifat yang mendasarinya, yaitu: (1) ia merupakan fenomena individual,artinya masing-masing individu bersifat unik, dan fakta tersebut harus diingat pada riset motivasi, (2) motivasi bersifat intensional, maksudnya apabila
 
seseorang karyawan melaksankan suatu tindakan, maka hal tersebut disebabkankarena orang tersebut secara sadar, telah memilih tindakan tersebut, (3) motivasimemiliki macam-macam fase. Para ahli telah menganalisis berbagai macam aspek motivasi, dan termasuk di dalamnya bagaimana motivasi tersebut ditimbulkan, bagaimana ia diarahkan, dan pengaruh apa menyebabkan timbulnya persistensinya, dan bagaimana motivasi dapat dihentikan.Berendoom dan Stainer dalam Sedarmayanti (2000:45), mendefinisikan motivasisebagai kondisi mental yang mendorong aktivitas dan memberi energi yangmengarah kepada pencapaian kebutuhan memberi kepuasan atau mengurangiketidakseimbangan. Hasibuan (2003:95) mendefinisikan motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan. Vroom dalam Gibson (1991:185) mendefinisikan motivasisebagai suatu proses yang menentukan pilihan antara beberapa alternatif darikegiatan sukarela. Sebagian perilaku dipandang sebagai kegiatan yang dapatdikendalikan orang secara sukarela, dan karena itu dimotivasi. Mathis and Jackson(2000:89) mengemukakan motivasi merupakan hasrat di dalam seseorang yangmenyebabkan orang tersebut melakukan tindakan. Wahjosumidjo (1984:50)mengemukakan motivasi dapat diartikan sebagai suatu proses psikologi yangmencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yangterjadi pada diri seseorang. Proses psikologi timbul diakibatkan oleh faktor didalam diri seseorang itu sendiri yang disebut intrinsic dan extrinsic. Faktor didalam diri seseorang bisa berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan,atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan sedang faktor dari luar diri dapat ditimbulkan oleh berbagi faktor-faktor lain yang sangatkompleks. Tetapi baik faktor ekstrinsik maupun faktor intrinsik motivasi timbulkarena adanya rangsangan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->