Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Pembelajaran Mewarnai Gambar Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Hidayatus Shibyan

Penerapan Pembelajaran Mewarnai Gambar Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Hidayatus Shibyan

Ratings: (0)|Views: 1,923 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Shofiyah Shofiyah,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Shofiyah Shofiyah,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 26, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
Penerapan Pembelajaran Mewarnai Gambar Dalam MeningkatkanMotorik Halus Anak Kelompok B Di TK Hidayatus ShibyanShofiyahPG Paud, Fip, Unesa,endang_djulaekah@yahoo.com 
 Abstract This research belongs to low ability of fine motor in Student Group B of TK HidayatusShibyan. There are 30% from 20 students who come or just 6 students who can finish their coloring picture assignment well. Others are 70% or 14 students in group B still cannot hold thecrayon and pencil color well. So, the result of coloring picture assignment is not full and belongsto out from the line. This problem is caused by the learning activity in TK Hidayatus Shibyan isemphasized for students without implementation of pra – school system which teaches writingalphabet directly without paying attention in maturity of the students.The purpose of this research is to know whether using implementation of coloring picturecan improve fine motor of Students Group B in TK Hidayatus Shibyan. This research uses actionclass research which is held in TK Hidayatus Syibhan. There are two steps which are held in twomeetings in 30 minutes of each. The data is collected using observation in 20 students, 10 maleand 20 female.Key Word: coloring picture, fine motor ability
Abstrak Latar belakang rendahnya kemampuan motorik halus pada anak kelompok B TK Hidayatus Shibyan, teridentifikasi hanya sekitar 30% dari anak didik 20 yang hadir atau hanyasekitar 6 orang anak didik, yang mampu menyelesaikan tugas mewarnainya dengan baik.Sedangkan sekitar 70% atau 14 orang anak didik kelompok B, yang masih belum mampumemegang krayon atau pensil warna dengan baik. Sehingga hasil mewarnai anak tidak penuh dancenderung keluar dari batas. Hal ini disebabkan kegiatan pembelajaran yang terjadi di TK Hidayatus Shibyan tersebut cenderung memberi penekanan pada anak usia dini, yang berupasistem pra-sekolah yang mengajarkan menulis abjad langsung tanpa menunggu kematangan anak,sehingga menimbulkan keengganan pada anak.Tujuan utama dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah dengan penerapanmewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Hidayatus Shibyan Surabaya.. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yangdilakukan di TK Hidayatus Shibyan Surabaya dengan 2 siklus yang setiap siklusnya dilaksanakanmelalui 2 kali pertemuan selama 30 menit, di mana subyek penelitiannya berjumlah 20 anak yangterdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan metode pengumpulan data yangmenggunakan metode observasi.Kata kunci: mewarnai gambar, kemampuan motorik halus
PENDAHULUANLatar Belakang Masalah
Masa lima tahun pertama adalah masa pesatnya perkembangan motorik anak, salahsatunya adalah motorik halus, yakni semuagerakan yang mungkin dapat dilakukan olehseluruh tubuh. Perkembangan motorik halusini erat kaitannya dengan perkembangan pusatmotorik di otak. Keterampilan motorik halus berkembang sejalan dengan kematangan syaraf dan otot. Oleh sebab itu, setiap gerakan yangdilakukan anak sesederhana apapun,sebenarnya merupakan hasil pola interaksiyang kompleks dari berbagai bagian dan sistemdalam tubuh yang dikontrol otak Upaya meningkatkan kemampuanmotorik halus anak usia dini, dapat dilakukandengan menggunakan berbagai cara dan
 
 berbagai media. Asalkan pada proses pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran bagi anak usia TK. Di sampingitu selalu memperhatikan tingkat pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus yangingin dicapai anak, sebagaimana yang terteradalam kurikulum permendiknas 58 (2009),yaitu mengekspresikan diri melalui gerakanmenggambar secara detail, yang diaplikasikandalam bentuk indikator kemampuan motorik halus, yang meliputi: 1) kemampuan mewarnaisecara merata, 2) anak mampu mewarnai secararapi, bahkan 3) anak mampu membuatkombinasi warna.Idealnya ke - tiga indikator kemampuan tersebut, sudah dapat dikuasai olehanak usia 4-6 tahun dengan baik, karena padadasarnya anak sangat menyukai dan menikmati pembelajaran mewarnai gambar, bahkankegiatan ini akan dilanjutkan anak di rumahdengan menggambar atau mencorat-coret,melalui pembelajaran mewarnai ini juga dapatdigunakan anak untuk menuangkan danmengekspresikan dirinya. Namun bukti empirik yang terdapat dilapangan, perkembangan motorik anak,khususnya motorik halus masih belum berkembang secara optimal, pernyataan inididukung dengan data-data serta bukti-buktiyang diperoleh dari hasil pengamatan yangdilakukan penulis pada saat pembelajaran diTK Hidayatus Shibyan di kelompok B,membuktikan, bahwa hanya sekitar 30% darianak didik 20 yang hadir atau hanya sekitar 6orang anak didik, yang mampu menyelesaikantugas mewarnainya secara merata, penuh,dengan kombinasi warna yang baik. Sedangkansekitar 70% atau 14 orang anak didik kelompok B, masih belum mampu melakukankemampuan tersebut, hal ini diidentifikasikandengan hasil mewarnai anak yang tidak memenuhi bidang gambar dan cenderungkeluar dari batas.Rendahnya kemampuan anak didik dalam bidang kemampuan motorik halus yangdiwujudkan dari kemampuan mewarnai gambasederhana yang belum berkembang secaraoptimal, disebabkan dalam praktik kegiatanmewarnai gambar di TK Hidayatus Shibyan,dengan menggunakan pensil warna, yangmempunyai tekstur keras, sehingga jikadigunakan warna tidak mudah tercampur dengan baik, di samping itu untuk menghasilkan warna di atas bidang gambar anak harus melakukan penekanan cukup kuat,hal ini sangat melelahkan tangan anak yangakhirnya berdampak pada munculnyakeengganan mewarnai gambar pada anak, yangdisebabkan hasil mewarnai mereka tidak bagus bagi mereka sendiri atau bagi orang lain yanglebih dewasa.Adanya fenomena di atas, menjadi pendorong bagi penulis untuk berupayamenemukan solusi pemecahan masalah melalui penelitian ilmiah yang berbentuk PenelitianTindakan Kelas (PTK), sebagai dasar dalammelakukan perbaikan pada proses pembelajaran terutama dalam hal materi pengembangan keterampilan motorik halusanak. Melalui Penelitian Tindakan Kelas(PTK), tindakan permasalahan yang ada dapatdikaji, ditingkatkan, dan dituntaskan, secara berkesinambungan sehingga proses pendidikandan pembelajaran lebih inovatif danketercapaian tujuan pembelajaran, khususnya peningkatan keterampilan motorik halus padaanak kelompok B TK Hidayatus Shibyan dapatdiaktualisasikan secara sistematis.Untuk mendukung hal di atas, peneliti berupaya menyusun perencanaan matangdalam melakukan tindakan perbaikan yangdidasarkan pada kompetensi dasar masing-masing anak dan mengembangkan secara bertahap, yang diawali dengan pemusatan perhatian, peningkatan kemandirian sertamengembangkan keterampilan motorik halusyang sesuai dengan manfaat salah satu materi pengembangan motorik halus, yakni pembelajaran mewarnai gambar.Alasan penulis menggunakan pembelajaran mewarnai gambar sebagai salahsatu alternatif tindakan yang mengarah pada pemecahan masalah, yakni pembelajaranmewarnai merupakan aktivitas yang sangatmenyenangkan anak, melalui pembelajaranmewarnai anak dapat mencoba berbagai warnayang dikenalnya. Supaya tindakan pembelajaran lebih efektif dan menyenangkansehingga hasil belajar mewarnai gambar optimal, pembelajaran ini didukung dengan penggunaan krayon, yang merupakan salahsatu media yang mudah digunakan oleh anak untuk membuat coretan, mempunyai warnayang cerah, berdiameter yang lebih besar dari pensil, sangat nyaman untuk dipegang (jari- jemari anak tidak mudah lelah), anak lebihmudah untuk membuat gradasi warna, sehinggamemberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba, menjelajahi dan menemukankemampuan seninya, serta melatih otot-otot
 
kecil anak, yang berada di sekitar jari-jemarianak dengan suasana pembelajaran yangmenyenangkan.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:1.
 
Bagaimanakah penerapan pembelajaranmewarnai gambar anak kelompok B
 
TK Hidayatus Shibyan?2.
 
Bagaimanakah kemampuan motorik halusanak kelompok B
 
TK Hidayatus Shibyan?3.
 
Apakah penerapan pembelajaran mewarnaigambar dapat meningkatkan motorik halusanak kelompok B
 
TK Hidayatus Shibyan?Berdasarkan rumusan masalah di atas,maka tujuan dari penelitian ini adalah:
 
1.
 
Untuk mengetahui penerapkan pembelajaran mewarnai gambar anak kelompok B TK hidayatus Shibyan.2.
 
Untuk mengetahui kemampuan motorik halus siswa kelompok B TK hidayatusShibyan.3.
 
Untuk mengetahui apakah dengan penerapan mewarnai gambar dapatmeningkatkan kemampuan motorik halusanak kelompok B TK Hidayatus ShibyanSurabaya.Proses pembelajaran yangdilaksanakan siswa sangat mempengaruhi olehkesiapan individu sebagai subyek yangmelakukan kegiatan belajar. Kesiapan belajar adalah kondisi fisik dan psikis yangmemungkinkan subyek dalam melakukanefektifitas belajar.Menurut Djamara (2006:7),“Pembelajaran merupakan bentuk  penyelenggaraan pendidikan yang memadukansecara sistematis dan berkesinambungan suatukegiatan”. Kegiatan pembelajaran dapatdilakukan di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah dalam wujud penyediaan beragam pengalaman belajar untuk semuasiswa. Kegiatan pembelajaran sebagai prosesyang harus berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran.Implikasi sistem pembelajaran dalam pendidikan, harus ditinjau dari komponen-komponen dalam sistem pembelajaran menurutTwelker dalam Trianto, (2009: 7). Pernyataantersebut didukung oleh pendapat Patmonodewo(1994:106), yang mengungkapkan bahwa“Dalam melaksanakan pendidikan perlu di perhatikan komponen-komponen pembelajaranyang ikut menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan pendidikan tersebut”.Untuk memfasilitasi kegiatan anak dalam melakukan aktivitas pembelajaran, gurudapat memilih atau merancang beranekaaktivitas yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tentu saja, sebagai guru TK harusmemahami, bahwa aktivitas yang digunakandalam pelaksanaan pembelajaran harusmemadai atau sesuai dengan tahap perkembangan usia TK. Terkait dengan penelitian ini, maka salah satu kegiatan pembelajaran yang digunakan guru, yaitu pembaelajaran mewarnai.Warna dalam dalam bidang seni lukistidak dapat ditinggalkan, memiliki keterpautandan keterpaduan yang tidak dapat dipisahkansatu sama lain. Dengan warna sebuah gambar atau lukisan terlihat tampak menarik,mempesona dan hidup. Dalam kehidupan anak-anak pun, warna telah membuat mereka lebihcerah, gembira dan sesuai dengan kepribadiananak-anak yang penuh kelucuan sertakeluguan.Mewarnai gambar anak TK dapatdilakukan dengan baik, tentunya dengan bimbingan tersendiri dari pendidik yaitudengan menerapkan teknik mewarnai yangtepat pada kertas mewarnai. Teknik mewarnaimerupakan suaru cara atau panduan untuk memberikan anak-anak latihan mewarnaigambar, yang di dalamnya terkandung nilaikeindahan dan memiliki arti sendiri bagi penciptanya (Sabrina, 2011 : 15).Sesuai dengan Permendiknas Nomor 58 tahun 2009 tentang Standar PendidikanAnak Usia Dini, Kemampuan Mewarnai anak usia 4-5 tahun yakni usia TK A adalah anak mampu mengekspresikan diri dan berkreasidengan berbagai imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya senidengan indikator tingkat capaian perkembangan, di antaranya:a.
 
Dapat mengekspresikan diri melaluigerakan mewarnai gambar secara detail b.
 
Mampu mewarnai bentuk gambar sederhanMengingat banyaknya efek pentingdari pembelajaran mewarnai gambar bagi anak, para pendidik hendaknya mulai membiasakananak didik mewarnai gambar sejak usia dini,yang dimulai dnegan gambar-gambar yangtidak terlalu detail agar anak lebih mudahmengaplikasikan warna yang ingin di torehnya.Jangan terlalu banyak memberi aturan, baik dalam pemilihan warna maupun batasan garisagar anak dapat bereksplorasi dengansendirinya. Terkait dengan bahan kajian

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->